Azab Kubur Orang yang Suka Mengadu Domba dalam Hadis Nabi

0
9286

BincangSyariah.Com – Dalam keseharian ada begitu banyak dosa yang dilakukan tanpa sadar. Hal-hal tersebut terabaikan namun menghasilkan siksa kubur yang pedih. Maka alangkah baiknya jika kita menjauhi hal-hal yang berpotensi untuk diri kita merasakan azab pedih kubur. Di antaranya adalah perilaku suka mengadu domba.

Ibnu Rajab menyebutkan dalam Ahwal al-Qubur, sebuah hadis tentang azab kubur bagi orang yang suka mengadu domba

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّهُ مَرَّ بِقَبْرَيْنِ يُعَذَّبَانِ فَقَالَ  إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ . ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا بِنِصْفَيْنِ ، ثُمَّ غَرَزَ فِى كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً . فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لِمَ صَنَعْتَ هَذَا فَقَالَ  لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Dari Ibnu Abbas dari Nabi Saw bahwasanya beliau melewati dua buah kubur yang penghuninya sedang diadzab. Beliau bersabda : “Kedua penghuni kubur ini sungguh sedang diadzab dalam kuburnya. Dan mereka tidak di adzab karena perkara besar. Adapun seorang di antara mereka tidaklah bersuci dari kencing. Sedang yang satunya, adalah mengadu domba (menebar permusuhan) di kalangan manusia.  ( HR. Bukhari dan Muslim )

Mengadu domba perbuatan sangat tercera, yaitu mengadukan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan menebar permusuhan di antara keduanya. Perkataan yang diadukan tersebut bukanlah sembarangan perkataan, tetapi mengandung rahasia orang lain yang apabila disiarkan kepada orang lain, maka ia tidak akan suka dan akan marah.

Secara tegas, Al-Qur’an mengutuk perbuatan namimah ini dan mengancam bagi siapa yang melakukannya.

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

Baca Juga :  Mengapa Muharam Ditetapkan Sebagai Bulan Pertama Tahun Hijriyah?

Allah telah berfirman: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”. (QS. Al-Humazah: 1)

Yang dimaksud dengan ayat di atas ialah, orang-orang yang gemar berjalan kesana kemari, mengadukan perkataan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan memecah belah antar sesama kawan.

Padahal salah satu di antara sasaran yang dituju oleh Islam ialah mempererat rasa persaudaraan dengan menjalin hubungan yang penuh kemesraan dan cinta kasih antar individu. Sebaliknya Islam menganjurkan pada umatnya agar memberantas faktor-faktor yang bisa menyebabkan perpecahan dan saling membenci. Oleh karena itu Islam melarang hal-hal yang dibenci dan yang bisa menimbulkan permusuhan serta saling membenci antara saudara seagama.

Sebaiknya seorang muslim tidak usah menceritakan hal-hal yang ia saksikan mengenai orang lain, lantaran bisa menimbulkan bencana. Tetapi ada suatu perkecualian, apabila dalam menceritakan perihal itu, akan membawa manfaat bagi orang lain, atau bisa menolak kejahatan yang akan menimpa orang lain. Maka diperbolehkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here