Biografi Syihabuddin Az-Zuhri; Inisiator Pembukuan Hadis

0
86

BincangSyariah.Com – Pada masa tabiin gairah pembukuan hadis semakin meninggi, selain beredar dalam bentuk riwayat, perhatian terhadap hadis mulai meningkat pada kegiatan dokumentasi tertulis. Keadaan ini disebabkan oleh banyak faktor seperti problem pengumpulan Al-Qur’an yang sudah selesai dilakukan dan juga kekhawatiran akan semakin derasnya riwayat-riwayat palsu yang disusupkan ke dalam khazanah Hadis di tengah gelombang fitnah dan intrik kekuasaan yang semakin memanas di tubuh umat Islam.

Orang yang pertama kali disebut melakukan proses Tadwin atau pencatatan hadis adalah seorang Tabiin junior bernama Ibn Syihab Az-Zuhri atau Syihabuddin Az-Zuhri. Nama lengkap beliau adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Muslim Ibn Abdullah Ibn Syihab Az-Zuhri. Beliau adalah seorang Tabi’in Madinah, seorang ahli fikih dan penghafal hadis besar pada generasinya. (Baca: Melacak Kitab Hadis Abad 1 Hijriah)

Tidak ada keterangan pasti dan spesifik mengenai tahun kelahiran Az-Zuhri, namun Ibn Hajar dalam Tahdzibut Tahdzib (8/154) menyatakan bahwa Az-Zuhri lahir pada sekitar tahun 50 atau 51 Hijriah di kota Madinah. Dalam Thabaqatul Kubra’ (157) disebutkan bahwa Az-Zuhri menjalani masa kecil beliau dalam keadaan yatim. selanjutnya Pada tahun 82 H, Az-Zuhri kemudian berangkat ke Damaskus.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi kepergian Az-Zuhri ke Damaskus. Ada yang mengatakan bahwa beliau ingin mengikuti peperangan bersama Abdul Malik Bin Marwan, dan yang mengatakan bahwa rihlah tersebut lebih disebabkan oleh faktor keinginan mencari ilmu. Az-Zuhri juga pernah menetap di Mesir selama beberapa tahun. Kisah rihlah beliau dapat dilihat dalam kitab Tarikh Dimasyq (92).

Az-Zuhri sepanjang hidupnya memang berdedikasi penuh dalam ilmu pengetahun terutama ilmu hadis dan fikih. Ibn Khulqan dalam Wafayatul A’yan (4/177) menyebutkan bahwa istri dan keluarga Az-Zuhri sendiri terkadang sampai mengeluh karena Az-Zuhri terlalu fokus pada ilmu dan kertas-kertas saat di rumah daripada berbicara bersama mereka. Dedikasi perhatian inilah yang kemudian menarik perhatian Umar Ibn Abdul Aziz terhadap diri Az-Zuhri karena dinilai sebagai orang yang paling besar perhatian dan pemahamannya terhadap riwayat-riwayat hadis ketika itu, baik dari sisi matan hadis maupun sanadnya.

Az-Zuhri oleh banyak ulama Hadis ditasbihkan sebagai tokoh pelopor dalam masalah pencatatan matan dan sanad hadis, meskipun penilaian ini tidak bersifat mutlak karena tentu masih ada para tabiin dan sahabat yang juga diketahui pernah mencatat hadis. Namun Az-Zuhri layak disebut sebagai pelopor dalam masalah ini karena catatan beliau sudah memiliki sistematika yang baik hingga menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai kitab-kitab hadis di generasi berikutnya.

Ibn Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari (1/208) menyebutkan bahwa para sahabat cenderung lebih menyukai penyimpanan hadis dengan cara dihafal, namun dalam perkembangannya kekhawatiran terhadap lemahnya hafalan karena rangkaian sanad yang semakin panjang dan kompleks serta susupan dari para pemalsu hadis, kebutuhan terhadap penyimpanan hadis dalam bentuk catatan dinilai semakin penting. Dan Az-Zuhri adalah pelopor dalam masalah ini.

Ibn Abdilbarr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilm (1/76) menjelasakan bahwa catatan hadis yang dibuat oleh Az-Zuhri kala itu berdasarkan pada inisiasi dari Umar Ibn Abdul Aziz, dan ia sudah disusun dengan sistematis berdasarkan nama perawi dari berbagai kota dan provinsi islam saat itu

Jumlah hadis dalam musnad Az-Zuhri sendiri menurut Ibn Hajar berjumlah sekitar 1000 hadis. Dan Az-Zuhri paling banyak memperoleh hadis secara langsung dari mulut Anas Ibn Malik.

Tahun wafatnya Az-Zuhri juga memiliki beberapa keterangan berbeda, dari beberapa riwayat yang dihimpun oleh Ibn ‘Asakir, riwayat yang paling tepat adalah tahun 124 Hijriah. Lokasi meninggalnya beliau juga diperselisihkan antara hijaz atau Syam, namun menurut Ibn Asakir pendapat yang mengatakan Syam lebih kuat. Keterangan tentang riwayat hidup Az-Zuhri sendiri dapat dipelajar secara detail dalam kitab yang secara khusus mengulas riwayat hidup beliau yang ditulis oleh Muhammad Hasan Syurrab dengan judul Al-Imam Az-Zuhri, ‘Alim Syam wal Hijaz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here