Asy-Syifa binti Abdillah; Perempuan yang Mengobati Wabah Penyakit di Zaman Rasulullah

1
2954

BincangMuslimah.Com- Pada zaman Rasulullah terdapat sahabat perempuan yang bisa mengobati wabah peyakit cacar. Nama lengkapnya adalah Asy-Syifa binti Abdillah bin Abdis Syams Al-Qurasyiyah Al-Aduwiyyah.

Menurut Ahmad bin Shalih, nama aslinya adalah Laila. Hanya saja, ia lebih dikenal dengan sebutan Asy-Syifa, yakni “Sang Penyembuh.” Julukan tersebut tidak lain adalah disebabkan karena ia mampu menyembuhkan penyakit cacar dengan jampi-jampi atau mantera-mantera yang telah ia kuasai sejak zaman jahiliyyah.

Bahkan Nabi saw. memintanya untuk mau mengajari istrinya; Hafshah r.a. jampi-jampi tersebut.

عَنِ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللهِ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ فَقَالَ لِيْ: أَلاَ تُعَلِّمِيْنَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِيْهَا الْكِتَابَةَ. (رواه أبو داود)

Dari Asy-Syifa’ binti Abdillah, ia berkata, Rasulullah saw. pernah mendatangiku, sedangkan aku berada di samping Hafshah, lalu beliau berkata kepadaku, “Tidak kah engkau mau mengajari ruqyahtunnamlah (jampi-jampi penyakit cacar) ini sebagaimana engkau mengajarinya menulis?”. (H.R. Abu Daud).

Imam Al-Ashmu’i mengatakan bahwa an-namlah adalah nanah atau borok yang keluar di area lambung dan lainnya (atau cacar).

Di dalam kitab Al-Mustadrak karya imam Al-Hakim juga dikisahkan dengan jelas bahwa ia pernah mengobati seorang laki-laki Anshar yang terkena penyakit cacar. Saat itu Abu Bakar bin Sulaiman bin Abi Hatsmah Al-Qurasyi pernah menceritakan bahwa ada seorang laki-laki Anshar mengalami sakit cacar, lalu ia ditunjukkan bahwa Asy-Syifa’ binti Abdillah dapat mengobati penyakit itu, lalu ia pun mendatanginya dan memintanya untuk mengobati cacarnya.

Asy-Syifa berkata, “Demi Allah, Aku tidak lagi mengobati dengan jampi-jampi atau mantra semenjak aku masuk Islam.” Orang Anshar itu pun pergi menemui Rasulullah saw. dan menceritakan tentang apa yang dikatakan oleh Asy-Syifa tadi.

Rasulullah saw. pun memanggil Asy-Syifa, dan bersabda, “Tunjukkannlah kepadaku.” Ia pun memperlihatkan cara ia menjampi-jampi untuk mengobati orang yang cacaran. Rasulullah saw. bersabda, “Obatilah ia dengan jampi-jampi itu serta ajarkanlah kepada Hafshah sebagaimana engkau mengajarinya menulis.” (H.R. Al-Hakim)

Pada hadis tersebut menunjukkan bahwa Asy-Syifa’ ragu-ragu apakah jampi-jampi atau mantera-mantera yang ia gunakan untuk menyembuhkan penyakit cacar masih boleh atau tidak ia gunakan ketika ia telah masuk Islam. Namun, ternyata…………. selengkapnya silakan baca di BincangMuslimah .Com

100%

1 KOMENTAR

  1. […] Suaminya meninggal pada waktu Haji Wada (10 H). Saat suaminya meninggal, Subaiah sedang mengandung dan beberapa malam setelah suaminya wafat ia melahirkan. Ada pendapat lain dalam kitab Al-Isti’ab fi Hasyiyat Al-Ishabah menyebutkan bahwa beliau melahirkan setelah 25 hari atau 1 bulan setelah suaminya wafat. (Baca: Asy-Syifa binti Abdillah; Perempuan yang Mengobati Wabah Penyakit di Zaman Rasulullah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here