Asal-Usul Nama Nabi Adam dalam Bahasa Ibrani

0
588

BincangSyariah.Com – Adam di mata umat Islam merupakan manusia pertama yang sekaligus seorang nabi. Dari 25 Nabi yang disebut dalam Alquran, Nabi Adam secara genealogis disebut sebagai nabi pertama yang menerima wahyu dari Allah SWT. Meski sebagian ahli tafsir menyebut bahwa kata khalifah di ayat 30 surat al-Baqarah ini mengandung makna plural yang mencakup semua spesies manusia, Nabi Adam disebut sebagai khalifah pertama di muka bumi ini. Itulah sekelumit keyakinan umat Islam mengenai sosok nabi Adam.

Namun keterangan lebih jauh mengenai sosok nabi Adam ini dapat kita temukan dalam kitab Beresyit, atau kitab kejadian, salah satu isi kitab dalam Taurat. Kita coba menilik lebih jauh tentang identitas nabi Adam ini dalam kitab Taurat berbahasa Ibrani yang oleh sarjana Barat sering disebut sebagai Biblia Hebraica Stuttgartensia. Dalam kitab ini disebutkan: wayyomer Elohim na’asye adam betsalmenu khidmutenu (Lalu Tuhan pun berfirman: kita akan ciptakan manusia berdasarkan pada bentuk kita, yang memiliki kemiripan dengan kita).

Dalam ayat ini, kata adam dalam bahasa Ibrani ini secara literal dapat diterjemahkan sebagai manusia. Dengan kata-kata lain, adam dalam bahasa Ibrani  sebenarnya ialah common name yang merujuk kepada makna manusia secara keseluruhan. Namun pada tahap selanjutnya, karena sering disebut dalam kitab Beresyit ini, adam yang artinya manusia dapat digunakan sebagai proper name untuk merujuk kepada manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Jadi Adam bisa diartikan sebagai manusia secara spesies dan bisa diartikan sebagai nama untuk manusia pertama.

Simpulnya dalam bahasa Ibrani, Adam itu terma generik yang dapat digunakan untuk merujuk kepada keseluruhan manusia dan pada tahap selanjutnya menjadi proper name atau nama diri untuk manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT.

Baca Juga :  Siapakah Wali Nikah Nabi Adam?

Dalam cuplikan ayat selanjutnya kita dapat mempertegas kenyataam demikian: wayyifra Elohim et-ha adam bitsalmo, bitselem Elohim bara oto zakhar unqefa bara otam (Karena itu Tuhan menciptakan manusia menurut gambarannya, dalam gambara Tuhan, Ia menciptakan manusa: laki-laki dan perempuan, Ia ciptakan mereka semua).

Dalam ayat ini, kita temukan kata et-ha adam. Et dalam bahasa Ibrani digunakan sebagai artikel penanda objek yang diikuti oleh artikel definit ha (semacam the dalam bahasa Inggris). Dalam kalimat wayyifra Elohim et-ha adam ini, Adam dapat disebut sebagai objek dari ciptaan Tuhan dan karena itu dalam tata bahasa Ibrani harus didahului oleh et-ha sedangkan untuk nama diri sebenarnya tidak perlu menggunakan artikel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here