Aqidatul Awam; Kitab Syair yang Digubah Langsung Rasulullah dalam Mimpi Syekh Al-Marzuqi

0
15

BinsangSyariah.Com – Syair merupakan salah satu bentuk kemajuan Islam dari aspek bahasa dan sastra. Tidak heran, bahasa dan sastra dalam bentuk bait-bait syair itu memang sudah menjadi ciri khas bangsa Arab sebagai tempat awal ajaran Islam disebarkan. Hitti dalam bukunya, History Of Arabs, menyebutkan bahwa bangsa Arab tidak berbicara kecuali dengan lantunan bait syair. Karakter bersyair ini tetap melekat pada orang Arab hingga mereka berislam.

Dari sekian banyaknya syair, ada sebuah syair yang digubah langsung oleh Nabi Muhammad saw. untuk mempermudah ingatan umatnya pada akidah pokok Islam. Syair yang kemudian diberi nama Aqidatul Awam ini tidak disampaikan oleh Nabi pada masa beliau masih hidup. Syair ini tersebar pada abad ke-13 H. melalui ulama kelahiran Mesir bernama Syekh Ahmad al-Marzuqi. (Baca: Salawat Adrikni dan Mimpi Bertemu Rasulullah)

Mengenai dengan kisah sampainya syair tersebut kepada Syekh al-Marzuqi, dalam kitab Nur al-Zhalam, Syekh Nawawi al-Bantani menuliskannya dengan gamblang. Dijelaskan bahwa syair itu diterima oleh al-Marzuqi dalam mimpinya pada malam Jumat pertama bulan Rajab, tahun 1258.

اعلم أن سبب هذه المنظومة أن الناظم رأى النبي صلى الله عليه وسلم في المنام آخر ليلة الجمعة من اول جمعة من شهر رجب سادس حسابا من شهور سنة ألف ومائتين وثمانين سنة

“Ketahuilah, bahwa adanya  nadlom ini (aqidatul awam) disebabkan oleh mimpi nadlim (Syekh al-Marzuqi) bertemu nabi pada penghujung malam jum’at pertama bulan Rajab, tahun 1258”

Dalam mimpinya tersebut, al-Marzuki melihat nabi dikelilingi para sahabat. Saat itu Nabi Muhammad saw. menyuruh para sahabat untuk mengikuti bacaan sebuah nazam Aqidatul Awam. Tidak tanggung-tanggung, Nabi menyanggupi surga dan akan meraih hajat-hajat terpuji yang sesuai dengan Al-Qur’an dan al-Hadis bagi siapa yang menghafalnya. Nabi kemudian membaca nazam Aqidatul Awam tersebut dan diikuti oleh para sahabat dengan serentak seusai di setiap bait.

Baca Juga :  Pembagian Surah dalam Al-Quran

اقرأ منظومة التوحيد التي من حفظها دخل الجنة ونال المقصود وافق الكتاب والسنة فقال له وما تلك المنظومة يارسول الله فقال الاصحاب له اسمع من رسول الله مايقول فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم قل: “أَبْدَأُ بِاسْمِ اللهِ وَالرَّحْمَانِ” فقال أبدأ باسم الله والرحمان الى آخرها

Setelah itu al-Marzuqi terbangun dan mencoba mengingat-ingat sambil membacanya, ternyata dia hafal bait-bait nazam tersebut dari awal hingga akhir.

Syekh Nawawi melanjutkan kisahnya bahwa al-Marzuqi kembali bermimpi Nabi pada waktu sahur di malam Jum’at tanggal 18 Rajab. Dalam mimpinya, Al-Marzuqi membacakan nazam yang telah dihafal itu di hadapan nabi dan para sahabat setelah nabi menyuruhnya. Sahabat mengucapkan amiin di setiap penggalan bait-baitnya hingga usai. Setelah selesai, nabi mendoakan al-Marzuqi agar mendapatkan ridla, petunjuk, dan berkah dari Allah swt., serta bisa bermanfaat bagi kaum yang beriman.

Nazam Aqidatul Awam yang didapat pada mimpi tersebut berjumlah 26 bait, berisi tentang ajaran tauhid dasar yang harus diketahui oleh kalangan umat Islam. Namun yang dibaca di kebanyakan pesantren adalah sebanyak 96 bait. Bait selebihnya itu merupakan tambahan dari al-Marzuqi sebagai sumbangsihnya.

Bait yang ditambahan tersebut mulai dari bacaan

وَكُلُّ مَا أَتَي بِهِ الرَّسُوْلُ # فَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَاْلقَبُوْلُ

“dan setiap yang datang dari Rasulullah # maka harus kita terima” hingga akhir.

Bait ini ditambahkan oleh al-Marzuqi setelah beliau menceritakan mimpinya kepada orang-orang dan memita izin untuk menambahnya. Merekapun serempak menyetujui permintaan tersebut.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here