Apakah harus puasa syawwal dilakukan berturut-turut?

0
209

BincamgSyariah.Com- Paska diwajibkannya puasa satu bulan penuh dibulan Ramadhan, umat Islam juga masih dianjurkan lagi berpuasa enam hari di bulan Syawwal. Anjuran ini sebagaimana termaktub dalam hadis nabi saw. “Dari Abi Ayyub al Anshari ra. bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda: “Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian diiringi enam hari di bulan Syawwal, maka seakan-akan ia melaksanakan puasa satu tahun.”

Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab shahihnya tersebut juga diriwayatkan oleh imam Abu Daud, al Tirmidzi, dan ibu Majah dengan redaksi yang berbeda tetapi masih dalam substansi yang sama.

Lalu pertanyaannya apakah puasa 6 hari di bulan syawwal ini harus dilakukan secara berturut-turut, atau boleh dilaksanakan secara terpisah?.

Ulama Syafiiyyah berpendapat bahwa lebih utama/afdhol puasa tersebut dilakukan secara berturut-turut setelah hari raya idul fitri. Yakni dilakukan pada hari kedua sampai ketujuh bulan syawwal, karena menyegerakan suatu ibadah itu lebih utama dari pada mengakhirkannya. Namun jika tidak dilakukan berturut-turut, tetapi secara terpisah-pisah atau bahkan dilaksanakan diakhir bulan Syawwal maka tetap mendapat kesunnahan nya.

Sedangkan menurut imam Ahmad sejatinya tidak ada perbedaan antara dilaksanakan secara berturut-turut atau terpisah-pisah dalam hal keutamaan.

Sementara menurut ulama’ Mailikiyyah dan Hanafiyyah disunnahkan dilakukan secara terpisah-pisah namun tidak makruh jika dilakukan secara berturut-turut.

Berbeda dengan pengikutnya, imam Malik dan imam Abu Hanifah justru berpendapat bahwa puasa enam hari di bulan Syawwal tersebut tidak sunnah bahkan makruh, karena imam Malik berkata: “Aku tidak melihat para ahli ilmu melakukannya,”

Imam Malik juga khawatir orang awam akan menduga bahwa puasa ini berhukum wajib jika dilakukan setelah Ramadhan.

Hal ini dibantah oleh imam Syafi’i yang tidak setuju jika kategori sunnah itu diukur dengan melihat apakah suatu ibadah itu dilaksanakan atau tidak oleh kalangan ulama’, padahal kesunnahan itu sudah jelas termaktub dalam hadis Nabi Saw.

Baca Juga :  Memuliakan Kitab Ala Ta'lim Muta'allim

Jadi, kesimpulannya puasa 6 hari di bulan syawwal berhukum sunnah dan boleh dilakukan baik secara berturut-turut atau terpisah-pisah, baik dilaksanakan diawal, tengah atau akhir bulan syawwal. Meskipun afdholnya adalah segera dilakukan setelah hari raya idul fitri dan dilaksanakan secara berturut-turut.

Berkenaan dengan makna puasa 6 hari di bulan syawwal seperti puasa setahun telah dijelaskan dalam hadis lainnya. “Dari Tsauban bahwasannya Rasulullah Saw. bersabda: “Puasa satu bulan Ramadhan sebanding dengan 10 bulan, dan puasa enam hari (di bulan Syawwal) sama dengan 2 bulan, dan itulah makna satu tahun.”

Hadis riwayat imam al Nasa’i dalam kitab sunan al kubranya dan imam Ibn Khuzaimah dalam kitab shahihnya tersebut menegaskan bahwa maksud dari puasa setahun adalah puasa satu bulan Ramadhan itu dibalas dengan sepuluh bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawwal dibalas sama dengan 2 bulan, dengan demikian maka sempurnalah 12 bulan atau satu tahun.

Pengertian seperti puasa satu tahun itu juga dapat dijelaskan dengan hadis riwayat imam Ibn Majah dalam kitab sunannya sebagaimana berikut. “Rasulullah Saw. bersabda: Barang siapa yang berpuasa enam hari setelah idul fitri maka seperti puasa sempurna setahun, siapa yang melakukan satu kebaikan maka dibalas sepuluh kebaikan.”

Hadis ini mengindikasikan bahwa maksud puasa setahun adalah karena setiap satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan, sementara satu bulan Ramadhan berjumlah 30 hari dikalikan sepuluh menjadi tigaratus kebaikan, dan ditambah enam hari di bulan syawwal dikalikan sepuluh menjadi enam puluh kebaikan. Jadi tiga ratus (dalam bulan Ramadhan) ditambah enampuluh (di bulan syawwal) menjadi tiga ratus enam puluh hari sama dengan satu tahun penuh.

Demikian penjelasan puasa enam hari di bulan Syawwal semoga kita diberikan kesehatan dan kesempatan oleh Allah Swt. untuk dapat merasakan nikmatnya ibadah puasa di bulan Syawwal sebagaimana anjuran Nabi Saw. Aamiin.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.