Apa Saja Pekerjaan Perempuan di Masa Rasulullah

0
714

BincangSyariah.Com – Ada sebuah diskursus dalam Islam yang sudah sejak dahulu sebenarnya dibicarakan, yaitu tentang boleh tidaknya perempuan bekerja ? Umumnya pembicaraan menyatakan tentang boleh atau tidak berkisar pada dalil-dalil apa saja yang digunakan baik bersumber dari Al-Qur’an atau Hadis dan bagaimana memahami keduanya. Namun, kali ini penulis mencoba mencuplik sebenarnya apa saja pekerjaan perempuan di masa Rasulullah? Apakah di masa Rasulullah Saw. hidup, baik sebelum menjadi Nabi maupun sesudahnya, perempuan itu tidak bekerja, dalam arti tidak bekerja di luar rumah sama sekali dan hanya di rumah ? Ini penting dan semoga bisa membantu memberikan penjelasan yang lebih komprehensif soal bagaimana sebenarnya perempuan bekerja dari sudut pandang Islam, dalam hal ini contoh-contohnya di masa Nabi Saw.

Di masa Nabi Saw. rupanya bukan hal aneh perempuan bekerja di luar rumah. Nabi Saw. di masa itu tidak pernah melarang perempuan bekerja di luar rumah selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat. Setelah dikumpulkan, perempuan di masa Nabi Saw. umumnya bekerja di empat sektor,

  1. Sektor Kesehatan/Penyembuhan

Disebabkan di masa itu terjadi sejumlah peperangan, termasuk peperangan antara kaum muslimin dan kaum musyrikin, perempuan rupanya ikut ke dalam rombongan pasukan. Tugas perempuan dalam kondisi itu adalah mengobati orang-orang yang terluka. Dalam kondisi tersebut, mereka umumnya tidak keluar sendiri, tapi bersama mereka perempuan-prempuan yang lain yang tugas lainnya adalah menyediakan air dan makanan. Sumber kisah ini diantaranya berasal dari hadis riwayat Shahih Muslim dari Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha,

غزوتُ مع رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ سبعَ غزواتٍ، أُخلِّفُهم في رِحالِهم، فأصنع لهم الطعامَ، وأُداوي الجَرحى، وأقوم على المَرضى

Aku ikut peperangan bersama Nabi Saw. tujuh kali. Aku berada di belakang rombongan pasukan ini. (Tugas)ku membuatkan mereka makanan, mengobati yang terluka, dan merawat yang sakit (HR. Muslim)

  1. Perkebunan/Pertanian

Di masa Rasulullah, khususnya di Madinah, pekerjaan utamanya adalah pertanian selain juga berdagang. Perempuan, di masa itu juga ikut terlibat di bidang pertanian, seperti memetik buah, merawat ladang. Kisahnya direkam dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Imam Muslim dan Abu Dawud dari Jabir bin Abdullah ra.,

طلقت خالتي فأرادت أن تجد نخلها فزجرها رجل أن تخرج فأتت النبي صلى الله عليه وسلم فقال بلى فجدي نخلك فإنك عسى أن تصدقي أو تفعلي معروفا

Sepupu perempuanku ditalak tiga. Lalu suatu hari ia ingin mengambil kurmanya, namun ada seorang laki-laki yang melarangnya. Lalu ia mendatangi Rasulullah Saw. (menanyakan hal itu), lalu Nabi Saw. bersabda: “Betul, semangatlah memetik kurmamu, sungguh semoga setelah memetiknya engkau bisa menyedekahkannya atau berbuat baik (dengan kekayaan kurma itu). (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

  1. Produksi/Kerajinan Tangan

Kisah ini bersumber dari hadis riwayat Ibn Hibban dimana Zainab binti Abu Mu’awiyah ‘Abdullah at-Tsaqafiyah atau nama lainnya adalah Rainah, adalah istri Abdullah bin Mas’ud. Ia adalah wanita yang bekerja memproduksi sesuatu sementara Abdullah bin Mas’ud tidak memiliki harta.

  1. Mengajar/Memberi Fatwa

Para sahabat Nabi dari kalangan perempuan yang bertugas sebagai pengajar agama atau memberikan fatwa tentangnya sangat banyak. Yang paling terkenal diantara mereka adalah pra istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah Ra. dan Ummu Salamah. Mereka menjadi penyampai pesan-pesan Rasulullah Saw. yang disampaikan khususnya untuk persoala-persoalan domestik seperti rumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here