Apa Itu Hadis Gharib?

0
2829

BincangSyariah.Com – Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalah Hadis menjelaskan, hadis gharib adalah hadis yang hanya diriwayatkan oleh satu perawi. Baik pada salah satu tingkatan perawinya saja, seperti hanya diriwayatkan oleh seroang sahabat. Atau semua mata rantainya hanya ada satu periwayat.

Nama lain dari hadis gharib adalah hadis al-fardi (sendiri), menurut banyak ulama keduanya memiliki makna yang sama. Namun sebagian berpendapat keduanya berbeda. Dilihat dari bentuk ke-gharib-annya, hadis ini terbagi dalam dua bentuk;

Pertama, gharib mutlak ini yang disebut juga al-fard al-mutlak. Yaitu bilamana kesendirian riwayat terjadi sejak awal sanad. Maksudnya hadis tersebut hanya diriwayatkan oleh satu orang sahabat. Contohnya;

إنما الأعمال بالنيات

Artinya; Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini hanya diriwayatkan oleh Umar bin Khathab hingga akhir mata rantai sanadnya. Kemudian hadis dengan sanad tunggal tersebut diriwayatkan oleh sejumlah ahli hadis.

Kedua, gharib nisbi atau al-fard al-nisbi. Yaitu jika kesendirian riwayat terjadi pada pertengahan mata rantai sanad. Maksudnya, pada mulanya banyak sahabat yang meriwayatkan dari Rasulullah, namun pada pertengahan sanad hanya diriwayatkan oleh seorang perawi. Kegharibannya berada di selain thabaqat sahabat. Contoh;

عن أنس رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل مكة وعلى رأسه المغفر

Dari Anas ra berkata, “Sesungguhnya Nabi saw memasuki Makah dan di atas kepalanya tutup kepala dari besi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Malik sendirian meriwayatkan hadis ini dari Zuhri yang meriwayatkan dari sejumlah sahabat.

Pada gharib nisbi, ke-gharib-an riwayat terjadi pada perawi tertentu saja, atau diriwayatkan secara spesifik. Hadis yang termasuk gharib nisbi terdapat beberapa macam;

  1. tafarrudu tsiqah biriwayatil hadits yaitu hadis gharib karena diriwayatkan oleh satu orang tsiqah. Seperti jika dikatakan, “tidak ada perawi tsiqah yang meriwayatkan darinya kecuali fulan.”
  2. Tafarrudu rawin mu’ayyan ‘an rawin mu’ayyan yaitu orang tertentu hanya meriwayatkan dari orang tertentu saja. Sekalipun terdapat riwayat lain yang berasal dari jalur sanad lainnya.
  3. Tafarrudu ahli balad aw ahli jihatin yaitu hadis yang hanya diriwayatkan oleh penduduk sebuah negeri atau wilayah. Seperti jika dikatakan ‘hanya peduduk syam yang meriwayatkan hadis ini’.
  4. Tafarrudu ahli baladin aw jihatin ‘an ahli baladin aw jihatin ukhra yaitu hadis hanya diriwayatkan oleh penduduk sebuah negeri/wilayah dari penduduk lain di negeri/wilayah lainnya. Seperti jika dikatakan ‘penduduk bashrah hanya meriwayatkan dari penduduk madinah atau penduduk syam dari penduduk hijaz’
Baca Juga :  Ketika Kiai-kiai NU Berdiskusi dengan Ulama Wahabi

Berdasarkan matan dan sanadnya, para ulama juga membedakan hadis gharib menjadi dua macam;

1. gharib matan wa isnadan, yaitu; hadis yang matannya hanya diriwayatkan satu perawi.

2. gharib matan la isnadan, yaitu; hadis yang matannya diriwayatkan oleh sejumlah sahabat, tapi hanya ada satu perawi yang meriwayatkan sanadnya dari seorang sahabat

Adapun refensi yang didapati memuat banyak hadis gharib adalah kitab Musnad al-bazzar dan al-Mu’jam al-Awsath karangan Thabrani. Sedangkan kitab khusus hadis gharib yang terkenal adalah kitab Gharaib Maalik karangan Daruquthni dan al-Sunan allati Tafarrada bi kulli Sanah minha Ahli Baldah karangan Abu Dawud al-Sijidtani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here