Apa Amalan Tertinggi Ahli Ibadah?

2
1383

BincangSyariah.Com – Dalam Manazil al-Ubbad, al-Hakim al-Tirmidzi menjelaskan bahwa Allah memiliki segolongan hamba yang senantiasa dinaungi rahmat-Nya. Mereka merupakan para ahli ibadah yang dikaruniai Allah Swt pintu taubat dan dibukakan mata hati mereka. Maka berkat karunia-Nya itu, para ahli ibadah menyadari kemaksiatan yang menutupi mata hati mereka. Itulah amalan tertinggi ahli ibadah, bertaubat dengan kesadaran hati.

Ketika mereka melepaskan diri dari jerat maksiat dengan bertaubat, berarti mereka telah memutihkan kembali hati mereka dari titik hitam kemaksiatan yang mengotorinya. Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيْئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإْنَ عَادَ زِيْدَ فِيْهَا حَتَّى تَعْلُوْ قَلْبَهُ

“Jika seorang hamba berdosa, noda-noda hitam akan mengotori hatinya. Namun, jika dia bertaubat maka hatinya bersih kembali.” (HR. Ibnu Majah)

Maka jika benar-benar bertaubat, maka mereka akan mampu melepaskan diri dari segala jerat maksiat dan memperbaiki hari-hari yang lalu dengan berbagai kebajikan. Jika semua itu dilakukannya maka ia akan mengikis segala noda yang menenggelamkan hati dan jiwanya. Itulah yang dimaksudkan dalam hadis di atas.

Karena itu, taubat termasuk tahapan tertinggi ahli ibadah, karena berbuat merupakan tahapan pertama. pertengahan dan akhir. Oleh karena itu, seseorang hendaknya bertaubat hingga kematian menjemputnya. Sebab taubat merupakan perjalanan awal dan akhir bagi seorang ahli ibadah. Pada penitian akhir hidupnya, seorang ahli ibadah akan sangat membutuhkannya sebagaimana kebutuhannya pada awal penitiannya.

Bertaubat selayaknya dilakukan oleh setiap muslim. Mengenai hal ini, Rasulullah Saw pernah mengisyaratkan dalam sebuah hadis ketika suatu kali seorang sahabat bertanya kepadanya tentang kebajikan dan dosa. Beliau lalu menjawab,

Baca Juga :  Tiga Ragam Puasa Masyarakat Arab Pra Islam

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.

2 KOMENTAR

  1. bingung sayah… Ibadah paling tinggi bukannya shalat 5 waktu ya? itulah tujuan manusia dihidupkan ke dunia.. yaitu Mendirikan Shalat atau rukun Islam yg pertama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here