Anjuran Tidur Menghadap ke Kanan

1
19

BincangSyariah.Com – Anjuran tidur menghadap ke kanan adalah sunnah Rasulullah Saw. Tidur adalah kebutuhan yang penting bagi seluruh makhluk hidup, terutama manusia. Selama hidup, harus ada waktu-waktu istirahat berupa tidur untuk manusia.

Tidur sehat dan cukup merupakan dambaan setiap orang. Tidur sehat akan memberi dampak positif dengan jangka yang panjang pada kualitas kesejahteraan fisik dan psikis seorang manusia.

Nabi Muhammad Saw. memberikan anjuran tidur menghadap ke kanan adalah dengan berbaring ke sebelah kanan. Sebab, posisi tersebut bisa mewujudkan kenyamanan pada tubuh dan jiwa.

Tidur adalah salah satu nikmat dan rahmat yang diberikan oleh Allah Swt. untuk hamba-Nya. Dalam hal ini Allah Swt. berfirman tentang tidur dalam dua ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 23

 وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Wa min āyātihī manāmukum bil-laili wan-nahāri wabtigā`ukum min faḍlih, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yasma’ụn

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.”

Quran Surat An-Naba Ayat 9

 وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

Wa ja’alnā naumakum subātā

Artinya: “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.”

Dua ayat di atas adalah indikasi terhadap nikmat terbesar diantara nikmat-nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada hamba-Nya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa saat Rasulullah Saw. melihat seorang laki-laki tidur tengkurap, maka beliau bersabda:

“Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman, dan Abdurrahim menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, Abu Salamah menceritakan kepada kami, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah Saw. melihat ada seseorang tidur dengan tengkurap (bertumpu) pada perutnya. Beliau bersabda,’Tidur seperti ini (tengkurap) tidak disukai oleh Allah Swt.” (H.R. at-Tirmidzi)

Baca Juga :  Sekali Lagi, Soal Islam Nusantara: Wilayah Barus Sebagai Titik Nol Islam Nusantara

Ibnu Qoyyim, seorang intelektual Islam berkata: “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur Rasulullah Saw. niscaya ia akan memahami pola tidur yang benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh.”

Nur Hidayatuallah dalam Rahasia Hidup Sehat Cara Rasulullah Saw (2002) menuliskan bahwa tidur Rasulullah Saw. adalah tidur yang paling baik dan bermanfaat bagi tubuh dan kekuatannya. Posisi tidur beliau adalah tidur menghadap ke kanan.

Begitu pula saat beliau bangun, Rasulullah Saw. tidur pada awal malam sekitar jam 9 malam dan bangun sekitar jam 2 pagi dini hari. Beliau kurang lebih tidur selama lima jam. Setelah bangun, beliau kemudian bersiwak, melaksanakan wudhu, dan mendirikan shalat tahajjud sampai waktu shalat Subuh.

Beliau kemudian beristirahat sejenak sampai waktu terbitnya matahari. Pola tidur seperti Rasulullah Saw. tentu akan mendatangkan kebaikan hati dan badan, baik di dunia maupun di akhirat.[] (Baca: Tata Cara Tidur Ala Rasulullah)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here