Anjuran Nikah pada Hari Jumat

1
1252

BincangSyariah.Com – Hari Jumat disebut dengan sayyidul ayyam (tuannya hari-hari). Hari Jumat juga disebut dengan hari rayanya umat Muslim setiap minggunya dengan diselenggarakannya salat Jumat yang wajib dilakukan bagi laki-laki muslim. Berdasarkan keistimewaan-keistimewaan hari Jumat tersebut, apakah berimplikasi juga pada keistimewaan akad nikah yang diselenggarakan pada hari Jumat? Lalu apakah hukum akad nikah di hari Jumat?

Pada dasarnya akad nikah tidaklah terikat pada hari tertentu maupun hari di tahun tertentu. Tetapi akad nikah itu bisa berlangsung kapan saja, baik itu diselenggarakan di hari Jumat atau hari-hari lainnya (asal telah memenuhi syarat-syarat akad nikah).

Namun, ada pula ulama fikih yang menghukumi sunnah menyelenggarakan akad nikah pada hari Jumat. Hal ini berdasarkan pada sejumlah ulama Salaf yang menyunahkan akad nikah di hari Jumat. Di antara mereka adalah Samurah bin Habib dan Rasyid bin Said.

Imam Ibnu Hammam di dalam Fathul Qadir berkata:

ويستحب مباشرة عقد النكاح في المسجد؛ لأنه عبادة، وكونه في يوم الجمعة

“Disunahkan melangsungkan akad nikah di dalam masjid, karena hal itu adalah ibadah, dan diselenggarakan di hari Jumat.

”Begitu pula dengan imam An Nafrawi dari ulama kalangan mazhab Maliki di dalam kitab Al Fawakih Ad Duwani juga mengatakan:

ويستحب كون الخطبة والعقد يوم الجمعة

“Disunahkan adanya khitbah dan akad nikah itu (diselenggarakan) pada hari Jumat.”

Imam Ibnu Qudamah pun juga menyatakan hal yang sama tentang anjuran menyelenggarakan akad nikah di hari Jumat dalam kitabnya Al Mughni:

ويستحب عقد النكاح يوم الجمعة لأن جماعة من السلف استحبوا ذلك منهم سمرة ابن حبيب وراشد بن سعيد وحبيب بن عتبة ولأنه يوم شريف ويوم عيد فيه خلق الله آدم عليه السلام

Baca Juga :  Ijma' : Sumber Hukum Islam setelah Al-Quran dan Sunnah

“Disunnahkan akad nikah pada hari Jumat, karena sejumlah ulama Salaf menyunnahkan hal itu, diantara mereka adalah Samurah Ibn Habib, Rasyid bin Said, dan Habib bin Utbah. (Selain itu) karena hari Jumat adalah hari yang mulia, hari raya yang di dalamnya Allah Swt. menciptakan Nabi Adam a.s.”

Demikianlah penjelasan tentang hukum akad nikah di hari Jumat. Di mana pada dasarnya akad nikah itu tidak terikat pada hari atau masa tertentu, asal akad nikah sudah terpenuhi syaratnya dengan adanya dua mempelai, wali, dua saksi dan ijab qabul maka akad nikah itu telah sah.

Namun, sejumlah ulama di kalangan Salaf, dan kemudian diikuti pendapatnya oleh ulama berikutnya sebagaimana yang telah mereka jelaskan di dalam kitab mereka, seperti Imam Ibnu Hammam, An Nafrawi dan Imam Ibnu Qudamah menyebutkan bahwa akad nikah di hari Jumat berhukum sunnah.

Hal ini dikarenakan hari Jumat adalah hari istimewa, mulia dan hari rayanya umat Muslim setiap pekannya. Wa Allahu a’lam bis shawab.

1 KOMENTAR

  1. assamualikum,
    saya ingin bertanya tentang ijab kabul dihari jum’at apakah diperbolehkan atau tidak??
    saya ada masalah soal adat dan tradisi dikampung saya soal tradisi nikah/ijab kabul yg harus mengikuti hari kelahiran si calon mempelai perempuan yg lahirnya hari rabu,
    disini saya tinggal 1 minggu lagi melaksakan ijab kabul pada hari jum’at, tapi disini ada kendala seseorang ahli falak ada yg bilang kesaya katanya saya tidak boleh nikah/ijab kabul pada hari jum’at harus dihari rabu, katanya kalo saya tetap melaksanakannya dihari jum’at rumah tangga saya bakal berantakan dan katanya juga dalam 1 atau 2 tahun salah satunya ada meninggal..
    dan saya harus bagaimana ibu saya ingin kalo ijab kabul dihari jum’at dan sudah sepakat sama pihak orang tua perempuan,
    dan saya mohon saran atau masukan apa yg harus saya lakukan memilih mengikuti saran orang tersebut atau memilih keinginan orang tua sedang acara pernikahannya digelar 6-september-2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here