Anekdot: Menurut Umar bin Khattab, Wajah Malaikat Munkar-Nakir Terlalu Seram

0
1045

BincangSyariah.Com – Nama Umar bin Kaththab r.a begitu populer dalam sejarah keislaman. Sebelum berada dalam barisan Islam bersama Nabi Muhammad Saw., ia justru orang yang paling menentang dengan keras terhadap ajaran Islam. Namun, berkat doa dari Nabi Saw., ia menjadi pengikut setia, rela mengorbankan jiwa dan hartanya untuk mendakwahkan Islam bersama Nabi Saw.

Umar memang terkenal dengan karakter yang keras dan garang. Bukan hanya manusia yang takut dengannya. Bahkan, setan pun jika melihat Umar di jalan yang akan dilewati, pasti akan mencari jalan lain. Saking takutnya pada Umar.

Berikut ada kisah lucu terkait Umar dan Malaikat Munkar-Nakir, yang dinukil dari al-Imam fi Adillat al-Ahkam karya ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam. Kisah ini diceritakan oleh Ali bin Abi Thalib r.a dan Abdullah bin Umar r.a, putranya.

Malaikat Munkar-Nakir Kurang Tampan

Seperti yang kita tahu, bahwa kedua malaikat ini, Munkar dan Nakir, bertugas untuk mempertanyakan beberapa perkara di alam kubur. Sepertinya akan menjadi momen yang paling mendebarkan. Siapa kira-kira yang akan menang dalam persoalan kali ini. Umar yang terkenal garang, sampai setan pun takut padanya. Atau, malaikat di alam kubur yang juga dikenal menyeramkan dan keras?. Beginilah ceritanya.

Sewaktu Umar wafat dan jasadnya sudah dikuburkan, orang-orang pun meninggalkan pemakaman. Hanya Ali bin Abi Thalib yang berada di area pemakaman. Sepertinya, rasa penasaran mulai merasuki pikiran Ali. Ia ingin mengetahui, bagaimana dialog yang akan terjadi antara dua makhluk yang sama-sama menyeramkan itu.

Ketika kedua malaikat itu datang menghampiri Umar. Ternyata Umar kaget dan merasa takut, sebab tampang dari kedua malaikat itu. “Padahal, aku ini sahabat Nabi”, kata Umar. Selevel sahabat pun, dan yang terkenal garang masih kaget dan takut dengan rupa mereka. Bagaimana pula dengan yang bukan sahabat, pasti sudah amat ketakutan bukan. Sehingga, Umar memberi masukan pada kedua malaikat itu, agar memperbaiki tampangnya jika mendatangi seorang mukmin selain dirinya. “Yang agak tampan sedikit lah, kasihan mereka”, begitu kata Umar.

Baca Juga :  Membaca Narasi Terorisme (2)

Dengan karamah yang dimilikinya, Ali dapat mendengar secara langsung dialog tersebut. Ia takjub. Begitu besar manfaat Umar untuk umat Islam, baik ketika ia hidup maupun sudah wafat.

Setelah Ditanya, Umar Bertanya Balik ke Malaikat Munkar-Nakir

Peristiwa yang hampir serupa juga dialami langsung oleh putranya, Abdullah bin Umar r.a. Abdullah ingat, bahwa dulu Nabi Saw. pernah bercerita tentang bagaimana keadaan mayat untuk pertama kalinya di alam kubur. Bahwa akan ada yang mendatanginya, dua makhluk yang begitu menyeramkan dan menakutkan. Yakni, Munkar dan Nakir. Keduanya membawa gada. Jika gada dihantamkan ke gunung, niscaya gunung itu akan hancur. Lantas bagaimana jika dipukulkan pada manusia? Tak terbayangkan.

Keheningan menyelimuti suasana ketika itu. Para sahabat yang mendengarkan tertegun, terdiam, dan takut. Tiba-tiba. “Ya Rasulullah”. Suara Umar mengalihkan perhatian. “Apakah akal kami di waktu itu tetap normal seperti sekarang?”, katanya. Nabi Saw. menjawab, “iya”. Umar langsung menimpali, “Jika begitu, saya akan melawannya”. Lagi-lagi. Pernyataan Umar ini membuat sahabat yang lain tak habis pikir. Umar akan melawan malaikat. Munkar dan Nakir lagi.

Ketika Umar sudah wafat, Abdullah bisa berkomunikasi dengan ayahnya lewat mimpi. Abdullah melihat ayahnya ada di suatu negeri, di ‘sana’. Lalu, ia mengingatkan akan perkataan ayahnya, bahwa ia akan melawan malaikat. Dari seberang ‘sana’, Umar menceritakan. Ketika jasadnya sudah diletakkan di liang lahat. Kedua malaikat itu benar-benar datang, dengan rupa yang menyeramkan. Mereka bertanya, “Siapa Tuhanmu dan siapa Nabimu?”, katanya. “Allah Tuhanku, dan Muhammad adalah Nabiku”, kata Umar. Langsung Umar berbalik tanya, “Kamu sendiri, siapa Tuhanmu?”. Lalu di antara keduanya berbisik, “Ini adalah Umar”. Dan mereka langsung pergi.

Baca Juga :  Enam Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Rajab

Sungguh, ini keberanian yang luar biasa. Patutlah kita ini harus berterima kasih pada Umar. Berkatnya, kita akan menemui kedua malaikat itu, minimal tidak dengan wajah yang begitu menyeramkan.

Umar benar-benar membawa manfaat bagi umat Islam, bahkan sampai ia wafat pun. Dan itu bisa dirasakan oleh seluruh umat. Semoga kami juga selamat ketika di alam kubur, wahai Umar.

Salaaman ya ‘Umar al-Faruq. Semoga Allah meridhaimu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here