Aneka Model Pakaian Nabi (Bagian 2)

0
1784

Sambungan dari Aneka Model Pakaian Nabi (Bagian 1).

5. Jubah Rumiyah, Lengan Sempit

عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَبِسَ جُبَّةً رُومِيَّةً ضَيِّقَةَ الْكُمَّيْنِ.

Dari ‘Urwah bin al-Mughirah bin Syu’bah dari Ayahnya, “Sesungguhnya Nabi Saw. mengenakan jubah rum yang sempit lengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibn Majah dan Thabrani)

Jubah sendiri adalah pakaian atau setelan yang dikenakan di luar qamish atau kemeja. Jelas di dalam hadis tersebut, Nabi Saw. menggunakan jubah dengan lengan sempit. Dan jelas pula bahwa jubah tersebut dinisbahkan ke Romawi, itu artinya Nabi Saw. menggunakan pakaian impor di luar budayanya, yakni Romawi.

6. Sarung dan Celana Panjang

Untuk dua jenis pakaian yang terakhir ini tentu saja sangat akrab di telinga kita, baik sarung maupun celana adalah pakaian yang sudah sangat banyak kita jumpai dan pakai setiap harinya. Dalam banyak keterangan sarung dan celana panjang ini dipakai baik oleh Nabi maupun oleh para sahabat lainnya. Sebagaimana dalam riwayat berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم :مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ إِزَارٌ فَلْيَلْبَسِ السَّرَاوِيلَ ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ نَعْلاَنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ.

Dari Ibn ‘Abbas RA, Nabi Saw bersabda: “Barangsiapa yang tidak memiliki izar (sarung) maka hendaklah ia mengenakan celana panjang, dan barangsiapa yang tidak memiliki sepasang sandal, maka hendaklah ia mengenakan sepasang khuf.”

Izar dalam beberapa kamus disebutkan sebagai, tsaub yuhiithu bin nishfi al-asfali minal badani, yakni pakaian yang dikenakan di separuh bawah tubuh manusia, jika diasumsikan maka jenis pakaian ini sangat persis dengan kain sarung.

Baca Juga :  Tradisi Tawasul Saat Ziarah Kubur

Yang kedua adalah sirwal, dalam kamus disebutkan bahwa sirwal adalah libas yughatti al-jisma min al-surrah ila al-rukbatain au ila al-qadamain, yakni pakaian yang digunakan untuk menutupi bagian tubuh dari pusar hingga lutut atau hingga telapak kaki. Dalam keseharian kita sering kita sebut dengan celana panjang.

Beberapa keterangan di atas adalah sekelumit dari banyak sekali informasi berkaitan dengan pakaian yang dikenakan Nabi Saw. semasa hidupnya. Dan Nabi Saw. juga tidak antipasti terhadap budaya luar sehingga jelas bahwa Nabi juga menggunakan pakaian baik bahan maupun model dari luar Arab. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here