Aneka Model Pakaian Nabi (Bagian 1)

0
967

BincangSyariah.Com – Berbicara tentang pakaian, banyak sekali model pakaian yang saat ini berkembang di tengah-tengah masyarakat. Yang mutakhir adalah baju koko ala-ala film Black Panther yang laris di pasaran. Seperti halnya baju koko pada umumnya, bedanya hanya pada motifnya yang menyesuaikan tokoh yang ada dalam film Black Panther.

Tapi tau gak? Ternyata Rasulullah Saw. semasa hidupnya tidak hanya memakai satu jenis dan satu model pakaian. Ada beberapa jenis dan model pakaian yang dikenakan oleh Rasulullah Saw. Dalam kitab Alsyamail al-Muhammadiyyah, Imam al-Tirmidzi mengumpulkan beberapa keterangan tentang jenis pakaian yang dikenakan oleh Rasulullah Saw semasa hidupnya sebagai berikut.

  1. Gamis (Qamish)

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْقَمِيصُ.

Dari Ummu Salamah, ia mengatakan: “Pakaian yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw adalah qamish.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan al-Nasai)

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ ، قَالَتْ : كَانَتْ يَدُ كُمِّ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى الرُّسْغِ.

Dari Asma’ binti Yazid, mengatakan: “Dahulu lengan baju Rasulullah Saw adalah sampai pergelangan tangan.” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi dan al-Nasa’i)

‘Abdur Razzaq al-Badri memberikan gambaran detil tentang qamish ini melalui kitab syarahnya terhadap Alsyamail. Menurutnya qamish adalah pakaian yang umum dipakai oleh orang Arab, ia memiliki lengan panjang yang longgar, longgarnya seukuran cukup dimasuki dua tangan, ia juga memiliki kerah pakaian, kerah tersebut memiliki kancing.

Alasan mengapa Nabi Saw. menyukainya karena pakaian ini sangat dinamis, nyaman dipakai dan dilepaskan. Qamish tidak seperti pakaian pada umumnya yang sukar untuk dipakai untuk bergerak. Dalam riwayat kedua di atas, jelas bahwa batasan lengan qamish Nabi Saw adalah sampai pergelangan tangan tidak lebih.

  1. Al-Hibarah

عَنْ أَنَسٍ قَالَ : كَانَ أَحَبُّ الثِّيَابِ إِلَى نَبِيِّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الْحِبَرَةُ.

Baca Juga :  Sejarah Perang Fujjar: Pra Islam

Dari Anas, ia mengatakan: “Dahulu pakaian yang paling dicintai oleh Nabi Saw adalah al-hibarah.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan al-Nasa’i)

Hibarah adalah pakaian yang terbuat dari katun atau kapas, layaknya bahan kaos-kaos pada umumnya, atau pakaian yang menggunakan kain lenan, yang dalam sebuah keterangan merupakan jenis kain yang paling penting bagi orang Israel. Kain ini dibuat dari tanaman rami.

Kalau dibayangkan saat ini maka kain yang dimaksud adalah kain linen yang terbuat dari rami halus, yang kuat, tampak berkilat, dan dingin bila dipakai. Di samping terbuat dari katun atau linen, hibarah juga dihiasi, atau memiliki motif tertentu, motif tersebut oleh ‘Abdur Razzaq al-Badri, diduga kuat adalah garis-garis.

Ibn al-Qayyim dalam Zad al-Ma’ad menyebut bahwa hibarah nabi bermotifkan hitam dan putih bergaris-garis, atau hitam dan merah.

  1. Burdan

عَنْ أَبِيْ رِمْثَةَ قَالَ : رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَخْطُبُ وَعَلَيْهِ بُرْدَانِ أَخْضَرَانِ

Dari Abu Rimtsah, ia mengatakan: “Aku melihat Nabi Saw berkhutbah, dan beliau mengenakan burdan berwarna hijau.”

Burdan adalah kain bergaris yang digunakan untuk menyelimuti badan, menurut ‘Abdur Razzaq al-Badri, tidak mungkin kain tersebut hanya berwarna hijau sebagaimana hadis di atas, bisa jadi warna dominan adalah hijau dengan beberapa garis jahitan.

  1. Mulayyah

عَنْ قَيْلَةَ بِنْتِ مَخْرَمَةَ… تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَسْمَالُ مُلَيَّتَيْنِ كَانَتَا بِزَعْفَرَانٍ

Dari Qailah binti Makhramah… yaitu Nabi, beliau mengenakan dua mulayyah slim fit, keduanya telah diwarnai. (HR. Tirmidzi dan Thabrani)

Mulayyatain adalah bentuk ganda dari mulayyah, merupakan pakaian yang tidak memiliki jahitan sama sekali, pakaian ini murni hasil tenunan.

Bersambung (Aneka Model Pakaian Nabi (Bagian 2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here