Anak Durhaka itu Bisa Jadi karena Orangtua Tak Mendidiknya dengan Baik

0
41

BincangSyariah.Com – Suatu hari ada seorang lelaki mendatangi salah satu ulama kenaaman asal Samarkand, Abu Hafsh al Yaskandi. Pria tersebut kemudian mengadu kepada Abu Hafs mengenai apa yang telah dilakukan anaknya. Anak itu durhaka dan berani pada orangtuanya.

Lelaki itu berkata pada Abu Hafsh, “Sungguh, anakku telah memukulku dan menyakitiku”. Abu Hafsh terheran-heran dan menjawab, “Subhanallah, seorang anak memukul ayahnya?” “Betul, dia memukulku dan menyakitiku,” tegas lelaki tadi.

Kemudian Abu Hafsh bertanya, “Apakah Anda pernah mengajarkannya tatakrama dan ilmu pengetahuan ?” “Tidak,” respon si bapak. “Apakah Anda pernah mengajarkannya Al-Qur’an?,” jawabannya tetap sama. “Tidak.”

“Kalau begitu apa pekerjaannya?” tanya Abu Hafsh. “Bertani,” jawab pria tersebut.

Abu Hafsh bertanya lagi, “Apakah Anda tahu kenapa dia memukulmu?” “Tidak,” jawab si pria. Abu Hafsh berkata, “Bisa jadi, suatu pagi ketika anakmu menuju ladang sambil menaiki keledai, bersama sapi di depannya dan anjing di belakangnya, dia tidak dapat membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, dia bernyanyi. Di saat itu Anda muncul berhadapan dengannya dan dia mengira bahwa Anda adalah sapi. Bersyukurlah karena dia tidak memecahkan kepala Anda.”

Kisah ini diambil dari kitab Tanbih al- Ghafilin karya Abu Laits as-Samarqandi dalam bab hak anak atas orang tuanya. Dalam kitab tersebut dijelaskan setidaknya ada tiga hal yang menjadi hak anak atas orang tuanya. Tiga hal tersebut termuat dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. (Baca: Hak-hak Anak Setelah Dilahirkan)

من حق الولد على الوالد ثلاثة أشياء أن يحسن اسمه إذا ولد و يعلمه الكتاب إذا عقل و يزوجه إذا أدرك

Nabi bersabda, “Termasuk hak anak atas orang tuanya adalah tiga perkara, memberikan nama yang baik untuknya ketika dia lahir, mengajarkannya Al-Qur’an ketika dia telah berakal dan menikahkannya ketika dia dewasa” (HR Baihaqi)

Sahabat Umar pernah menegur seorang ayah yang tidak memeberikan hak anaknya. Kisahnya bermula saat seorang ayah membawa anaknya menemui Sahabat Umar. Bapak tersebut mengadu, “Sungguh, anakku ini telah mendurhakai saya.” Lalu Umar berkata pada anak tersebut, “Apakah kamu tidak takut kepada Allah dengan mendurhakai ayahmu. Lalu Umar menjelaskan hak-hak orang tua atas anaknya. “Termasuk hak orang tua atas anaknya adalah begini dan begini.”

Si anak durhaka tadi lantas bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, apakah seorang anak memiliki hak atas orang tuanya?” “Ya, haknya adalah memberikannya ibu yang baik, artinya tidak menikahkan dengan wanita yang buruk supaya anak terhidar dari ejekan karena ibunya.Lalu memberinya nama yang baik dan mengajarkannya Al-Qur’an,” jawab Umar.

Kemudian anak durhaka tersebut mengungkapkan kebenarannya, “Demi Allah, ayah tidak memilihkan ibu yang baik. Dia hanya membeli seorang budak perempuan  seharga 400 dirham. Ayah tidak menamaiku dengan nama yang baik. Ayah menamaiku Ju’al (kelelawar jantan), dan juga tidak mengajariku Al-Qur’an satu ayat pun.”

Mendengar pemaparan si anak, Sahabat Umar lantas menoleh pada pria tersebut. Beliau berkata, “Anda bilang, anakku telah mendurhakaiku, Anda telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu. Pergilah dariku.” (Baca: 10 Hak Orangtua yang Harus Dipenuhi Anak)

Memiliki anak yang saleh tentunya menjadi dambaan setiap orang tua. Banyak riwayat yang menjelaskan keistimewaan anak saleh. Salah satunya sabda Rasulullah,

أربع من سعادة المرء أن تكون زوجته صالحة وأولاده أبرارا و خلطاؤه صالحين وأن يكون رزقه في بلده

“Empat hal yang termasuk dalam kebahagiaan seseorang adalah istri salihah, anak-anak berbakti, teman-teman yang saleh dan rezekinya ada di daerahnya” (HR Dailami).

Dalam riwayat lain, Yazid ar Raqqasyi meriwayatkan dari Anas, ada tujuh amal yang pahalanya tetap mengalir meski dia telah wafat. Satu diantaranya, orang tua yang meninggalkan anak saleh yang senantiasa memintakan ampun dan mendoakan kedua orang tuanya. Anak saleh ini tidak lain adalah anak yang telah diajarkan Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan. (HR Bazzar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here