Allah Membaca Surah Yasin, Lantas Begini Reaksi Para Malaikat

0
1540

BincangSyariah.Com – Imam al-Gazali menyebutkan sebuah hadis bahwa Allah membaca surah Yasin dan Thaha seribu tahun sebelum menciptakan makhluk. Ketika para malaikat mendengar al-Qur’an, maka mereka berkata: “beruntung umat Muhammad, karena mereka dianugerahi al-Qur’an. Beruntung dada yang menghapalnya dan beruntung lisan yang senantiasa membacanya” (Ihya’ ‘Ulum ad-Din, 2005: 323).

Menurut Imam al-‘Iraqi, hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi dari Abu Hurairah dengan sanad yang lemah (dha‘if). Beberapa ulama lain yang meriwayatkan hadis tersebut adalah: Imam Ibn Khuzaimah, Imam al-‘Uqaili, Imam ath-Thabrani, Imam Ibn ‘Adiy, dan Imam Ibn Murdawaih. Adapun Imam al-Baihaiqi meriwayatkan dengan redaksi berbeda, yaitu: “dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi” (Imam Murtadha az-Zabidi, Ithaf as-Sadah al-Muttaqin, 1994, IV: 464).

Dalam kesempatan lain, Syekh Hamami Zadah menyebutkan hadis serupa dengan redaksi berbeda, yaitu: Allah membaca surah Yasin dan Thaha dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Ketika para malaikat mengetahui hal itu, maka mereka berkata: “beruntung umat Muhammad, karena mereka dianugerahi dua surah ini. Beruntung orang yang menghapal dan mengamalkan keduanya dan beruntung lisan yang senantiasa membaca keduanya (Tafsir Surah Yasin,  hlm. 2).”

Yasin sendiri merupakan surah ke-36 dan mengandung 83 ayat. Menurut H. Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), ia termasuk surah makkiyah karena diturunkan di Mekah setelah surah al-Jin. Adapun bahasan utama surah-surah makkiyah (seperti Yasin) adalah tentang akidah (Tafsir al-Azhar, jilid 8: 5962).

Menurut Syekh Hamami Zadah, surah Yasin diturunkan ke muka bumi sebagai respon dan bantahan Allah terhadap perkataan orang-orang kafir yang mengingkari kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Dalam hal ini, mereka menganggap Nabi Muhammad saw. hanyalah anak yatim piatu yang diasuh oleh Abu Thalib dan tidak pernah belajar keilmuan apapun, baik dari perpustakaan maupun dari seorang guru tertentu. Sehingga dia tidak mungkin menjadi seorang nabi dan rasul (hlm. 2).

Baca Juga :  Tafsir Surat Yasin [36] 24-26: Pendakwah yang Dikisahkan Surah Yasin

Oleh karena itu, Allah kemudian menurunkan surah Yasin untuk menolak perkataan orang-orang kafir tersebut. Dia bersaksi secara tegas tentang kenabian dan kerasulan Muhammad saw. melalui surah Yasin dan kemudian berkata: “wahai Muhammad, meskipun orang-orang kafir mengingkari kerasulanmu, maka janganlah kamu bersedih hati. Sebab, Aku (Allah) bersaksi bahwa sesungguhnya kamu adalah seorang utusan (rasul).” Kemudian, Rasulullah saw. menegaskan bahwa surah Yasin merupakan jantung(hati)nya al-Qur’an. Sebab, ia diturunkan semata-mata untuk menujukkan dan sekaligus menjadi saksi nyata akan kerasulannya (hlm. 2).

Menurut Syekh Ahmad ash-Shawi, Yasin disebut al-Mu‘immah dalam kitab Taurat, karena orang yang istikamah membacanya akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Selain itu, Yasin juga disebut ad-Dafi‘ah dan al-Qadhiyyah, karena orang yang istikamah membacanya akan diselamatkan dari segala keburukan dan dikabulkan hajat-hajatnya (Tafsir ash-Shawi, III: 317).

Syekh Hamami Zadah menyebutkan beberapa hadis tentang keistimewaan-keistimewaan membaca surah Yasin, seperti: menghilangkan ketakutan dan kesusahan; mendapatkan pertolongan Allah untuk melunasi hutang-hutang; mengabulkan hajat dan cita-cita; mendapatkan perlidungan Allah; menghilangkan penyakit, wabah, tha ‘un, melonjaknya harga yang sangat mahal, dan kekeringan yang terjadi di sebuah daerah atau negara; dan meringankan siksa ahli kubur. Apabila ahli kubur selamat dari siksa kubur, maka pahala pembacaan Yasin tersebut menjadi kesenangan baginya di dalam kubur (hlm. 2-3).

Selain itu, Syekh Ahmad ash-Shawi menyebutkan hadis-hadis lain tentang beberapa keistimewaan membaca surah Yasin, seperti: orang yang membaca surah Yasin akan mendapatkan pertolongan Allah dan orang yang mendengarkannya akan mendapatkan pengampunan Allah; mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan; dan menjadi obat bagi hati yang keras. Caranya menulis surah Yasin di sebuah wadah (seperti piring, pinggan, dan sejenisnya) menggunakan tinta za’faran terus tuangkan air dan kemudian diminum (hlm. 317).

Baca Juga :  Di Malam Jumat, Lebih Utama Membaca Surah Yasin atau Surah al-Kahfi

Menurut Habib Zein bin Smith, membaca Yasin sebanyak 41 kali sangat manjur (mujarab) untuk mendapatkan keinginan-keinginan. Oleh karena itu, beberapa kebiasaan ulama salaf di Tarim yang sampai sekarang masih terus dilestarikan untuk menolak kemudaratan dan meminta kebaikan kepada Allah adalah: ziarah ke makam Nabi Hud as., atau membaca surah Yasin sebanyak 41 kali di makam Sayyidina al-Faqih al-Muqaddam, atau membaca kitab Shahih al-Bukhari di masjid Ba‘alawi atau masjid lain di Tarim, atau membaca salawat al-Munjiyyah sebanyak 1000 kali, atau membaca Ya Latif sebanyak 16.000 kali (al-Fawa’id al-Mukhtarah, 2008: 193).

Di Indonesia sendiri sampai sekarang masih banyak masyarakat Muslim (terutama kalangan Nahdliyin) yang mempertahankan salah satu praktik keislaman yang dilakukan setiap tahun sekali, yaitu membaca surah Yasin sebanyak tiga kali setiap malam Nisfu Sya‘ban (pertengahan bulan Syakban). Menurut RKH. Abdul Hamid bin Itsbat (Pengasuh Kedua Pesantren Banyunyar Periode 1868-1933), setiap Muslim disunahkan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali di malam Nisfu Sya‘ban (Tarjuman, 1980: 88).

Adapun niat pembacaan Yasin pertama adalah memohon panjang umur dalam rangka kuat dan rajin beribadah kepada Allah; niat pembacaan Yasin kedua adalah memohon agar dihindarkan dari segala marabahaya, penyakit, dan bencana; dan niat pembacaan Yasin ketiga adalah memohon agar tidak bergantung kepada manusia, yaitu memohon segala kebutuhan hanya kepada Allah. Pembacaan ketiga surah Yasin ini dilakukan di antara waktu Magrib dan Isya’ (hlm. 88-89).

Literatur lain menyebutkan bahwa niat ketiga pembacaan Yasin tersebut adalah: pertama, minta dipanjangkan umur karena ibadah kepada Allah; kedua, minta rezeki yang banyak dan halal sebagai bekal beribadah kepada Allah; dan ketiga, minta ditetapkan iman (lihat Majmu‘ Latif, penerbit al-Hidayah Surabaya, hlm. 51).

Baca Juga :  Hukum Menambah Doa di Tengah-tengah Ayat dalam Surah Yasin Fadhilah

Oleh karena itu, ketika wabah virus Corona (Covid-19) menyerang bumi Nusantara, maka tidak heran apabila beberapa tokoh Nahdlatul Ulama mengajak umat Islam Nusantara membaca surah Yasin sebagai salah satu ikhtiar batin (spiritual) untuk menghadapinya. Salah satu intelektual muda NU, Ayang Utriza Yakin, mengajak Muslim Indonesia agar membaca surah Yasin, al-Waqi‘ah, dan salawat Tibbil Qulub sebanyak 100.000 kali. Caranya setiap Muslim membaca surah Yasin dan al-Waqi‘ah minimal dua kali dan membaca salawat Tibbil Qulub minimal sepuluh kali sehingga mencapai jumlah 100.000 kali. Hal ini dilakukan agar Allah melindungi masyarakat Indonesia dari serangan wabah Covid-19 yang mengerikan dan mematikan (lihat akun Twitter @Ayang_Utriza, 20/03/2020).

Dengan demikian, beberapa hadis tentang keutamaan surah Yasin bisa disebut sebagai living hadis (hadis yang hidup dalam kehidupan masyarakat), karena telah memengaruhi beberapa perilaku keislaman sebagian masyarakat Muslim Nusantara, baik untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, membantu orang yang sedang sakratulmaut (lihat Benarkah Surah Yasin Mempermudah Sakratulmaut? Begini Kesaksian Buya Hamka), mewujudkan hajat (keinginan) tertentu maupun menghadapi kesusahan, penyakit, dan wabah yang melanda sebuah daerah atau negara. Hal ini tentu dalam arti meminta pertolongan kepada Allah melalui surah Yasin. Wa Allah A‘lam wa A‘la wa Ahkam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here