5 Hikmah Ka‘bah Dibangun di Makkah Menurut Imam al-Zarkasyi

0
1322

BincangSyariah.Com – Makkah di masa pra-kenabian Rasulullah SAW disebut dengan waadin ghairi dzi dzar’in, yaitu lembah yang sangat kering, tidak memiliki pepohonan, tidak juga menumbuhkan tanaman. Penggunaan kata dzi sebagai mubalaghah (ekspresi penyampaian yang dilebihkan), karena memang keringnya Makkah melebihi keumuman terma ‘kering’ di daerah lain.

Hal ini sebagaimana doa khalilullah as. yang diabadikan di dalam surat Ibrahim ayat 37 (4 Alasan Nabi Ibrahim Dijuluki Khalilullah):

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Barangkali kita bertanya, adakah hikmah atau rahasia di balik penempatan baitullah di tempat yang sebegitu gersang?

Imam az-Zarkasyi dalam kitab I’lam as-Sajid bi ahkamil Masajid, telah mencoba memaparkan alasannya. Penulis menyebut ‘mencoba’ karena hikmah dari setiap takdir dan ketentuan Allah SWT itu sifatnya nisbi. Andai Allah berkehendak membangun rumah-Nya di tempat lain tentu bukan perkara sulit.

Pertama, Walaupun bisa terbang dan berlalu lalang di atas Ka’bah, burung dan hewan aves lainnya tidak hinggap di dinding-dinding Ka’bah.

Kedua, Sebagai penanda di musim penghujan. Apabila hujan mengguyur ke empat sisi Ka’bah di tahun yang sama, kesuburan seluruh penjuru bumi adalah keniscayaan. Namun bilamana hujan hanya turun di salah satu sisinya, hal demikian menjadi aba-aba persiapan kemarau di setiap sisi lain.

Baca Juga :  Perilaku Muhammad kepada Kaumnya Sebelum Menjadi Nabi

Ketiga, Ketika terjadi badai dan angin ribut, gelombang air tidak akan sampai ke baitullah melainkan berhenti di sekelilingnya, dan akan menguap menjadi udara langit. Imam az-Zarkasyi menyebutkan bahwa yang demikian terjadi kepada bahtera Nabi Nuh as.

Keempat, Karena kondisi tempat yang sebegitu gersang, orang yang memasukinya akan tunduk, khusyu’ dan menanggalkan semua simbol kepongahan dunia.

Kelima, Doa Nabi Ibrahim as. yang dinukil di awal. Karena Allah kabulkan, Makkah memiliki daya tarik sendiri, yang lebih kuat daripada tarikan magnet kepada besi. Setiap insan yang belum, akan dan sudah mengunjunginya, senantiasa terbayang selasar surga menghampar, yang tak pernah sepi ditapaki kaki-kaki pejuang syiar. Walllahua’lam bi muradihi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here