al-Muwaththa’: Kitab Shahih sebelum Shahih Bukhari dan Shahih Muslim

0
1423

BincangSyariah.Com – Kitab yang paling sahih setelah Alquran adalah kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Dan dari dua kitab sahih ini, tingkatan yang lebih tinggi adalah kitab Sahihnya Imam Bukhari, baru kemudian kitab Sahihnya Imam Muslim. Hal ini sudah disepakati oleh jumhur ulama, khususnya ulama Hadis.

Namun, sebelum muncul dua kitab sahih ini, terdapat kitab sahih lain yang muncul lebih dahulu. Kesahihannya menjadikan kitab ini disebut-sebut paling sahih setelah Alquran. Kitab tersebut adalah kitab al-Muwaththa’ karya Imam Malik. Beliau memiliki nama  lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abu Amir Al-Ashbahi (93 H dan -179 H).

Imam Syafi’i, selaku murid Imam Malik, pernah mengatakan bahwasannya kitab yang paling sahih setelah Aquran (pada waktu belum ada kitab Sahih Bukhari dan Muslim) adalah kitab al-Muwaththa’ karya Imam Malik.

Istilah Muwaththa’ sebenarnya merujuk kepada salah satu cara penyusunan penyusunan kitab hadis. Di antara metode penyusunan kitab hadis adalah musnad, mushannaf, mustakhraj, mustadrak, muwaththa’ dan lain sebagainya. Muwaththa’ sendiri adalah metode penyusunan kitab hadis yang berdasarkan bab-bab fikih.

Ada cerita yang menarik, yang saya kutip dari kitab Tadrib ar-Rawi, syarah (penjelasan) dari kitab al-Taqrib an-Nawawi. Jadi, kitab yang disusun dengan merode muwaththa’ ini tidaklah sedikit. Sebut saja ada kitab al-Muwaththa’ karya Ibn Abi Dzi’b Muhammad ibn ‘Abd al-Rahman al-Madani. Ada juga kitab al-Muwaththa’ karya Abû Muhammad Abd Allah bin Muhammad al-Marwazi yang dikenal dengan ‘Abdan.

Pada saat Imam Malik mengarang kitab al-Muwaththa’, beliau ditanya oleh seseorang, perihal apa faidah dari mengarang kitab tersebut. Padahal, waktu itu sudah banyak kitab-kitab al-muwaththa yang telah dikarang. Sontak Imam Malik menjawab,

Baca Juga :  Pandangan Ibnu Arabi terhadap Doktrin Trinitas yang Kudus (Bagian II)

ما كان لله بقي

“Sesuatu yang karena Allah maka akan kekal,”

Hingga akhirnya kitab al-Muwaththa’ Imam Malik hingga kini masih dikenal dan dipelajari di lembaga-lembaga pendidikan. Meskipun kitab ini tidak sebesar kitab al-Muwaththa’ yang lain, tetapi kitab ini memberikan manfaat kepada para pencari ilmu, khususnya mereka yang ingin mempelajari hadis-hadis nabi.

Dan masih eksisnya kitab al-Muwaththa’ ini memberikan bukti bahwa betapa Imam Malik mengarang kitab tersebut murni karena Allah Ta’ala. Sehingga Allah senantiasa menjaga kitab ini hingga kini.

Semoga kita mendapatkan keberkahan dengan membaca kitab-kitab karangan Ulama. Aamiin.Mali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here