Ini Akhlak Mulia Nabi Muhammad yang Disebutkan dalam Kitab Taurat

5
2215

BincangSyariah.Com – Sebagai penutup para nabi dan utusan, kedatangan Nabi Muhammad Saw sudah disebutkan oleh Allah dalam kitab-kitab samawi sebelumnya, terutama dalam kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa. Di dalam kedua kitab tersebut, kedatangan Nabi Muhammad Saw ditandai dengan sifat-sifat dan akhlak terpuji yang menjadi karakter dirinya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Darimi dari Ka’ab, dia adalah seorang ulama Yahudi yang beriman kepada Nabi Saw, dia berkata;

نجد مكتوباً في التوراة محمد رسول الله عبدي المختارلا فظٌّ ولا غليظ ولا سخّاب في الأسواق ولا يجزي بالسيئة السيئة ولكن يعفو ويغفر

Kami menemukan di dalam kitab Taurat, ‘Muhammad adalah utusan Allah, hamba-Ku yang terpilih, dia tidak keras dan tidak kasar, tidak membuat gaduh di pasar-pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan, akan tetapi dia memaafkan dan mengampuni.

Selain itu, dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Atha’ bin Yasar, dia berkata;

لقيت عبد الله بن عمرو بن العاص، قلت: أخبرني عن صفة رسول الله في التوراة، قال: أجل، والله إنّه لموصوف في التوراة ببعض صفته في القرآن، يَا أَيُّهَا النبي إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وحرزاً للأميين، أنت عبدي ورسولي، سمّيتك المتوكل، ليس بفظّ، ولا غليظ، ولا سخاب في الأسواق السخب: الصياح، ولا يدفع بالسيئة السيئة، ولكن يعفو ويغفر

Saya bertemu Abdullah bin Umar, kemudian saya berkata kepadanya, ‘Beritahukan kepadaku tentang sifat Rasulullah Saw yang terdapat di dalam Taurat.’ Abdullah bin Umar menjawab, ‘Baik, demi Allah, sesungguhnya sifat Rasulullah Saw di dalam kitab Taurat seperti sifatnya dalam al-Quran, yaitu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, dan melindungi orang-orang ummi.’

Baca Juga :  Keluarga Ibnu Atsir yang Produktif Menulis

Disebutkan juga, ‘Dia adalah hamba-Ku dan utusan-Ku, Aku menamaimu seorang penerima perwakilan, tidak kasar dan keras, tidak membuat kegaduhan di pasar-pasar, tidak menghilangkan keburukan dengan keburukan, akan tetapi memaafkan dan mengampuni.

Melalui penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa ciri dari sifat dan akhlak Nabi Saw yang disebutkan dalam kitab Taurat, selain menjadi hamba dan utusan Allah, beliau tidak egois dan keras kepala, tidak kasar kepada orang lain, baik dalam prilaku maupun perkataan, tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan serupa akan tetapi beliau memaafkan.

5 KOMENTAR

  1. […] Tidak hanya tersebut sebagai akhlak yang baik, namun jika kita memiliki asuransi pertolongan Allah ketika kita berhasil masuk dalam kategori manusia yang mau membantu dan bermanfaat untuk orang lain. Banyak persoalan hidup yang kadang rasanya tak mungkin bisa dipecahkan, namun semuanya akan mudah dan baik-baik saja ketika hadir pertolongan Allah. Yang demikian tidak hanya urusan dunia, melainkan juga akhirat. Masih kurang menarik ganjaran yang luar biasa tersebut untuk mendorong kita menjadi pribadi yang banyak memberikan manfaat dan membantu orang lain? (Baca: Ini Akhlak Mulia Nabi Muhammad yang Disebutkan dalam Kitab Taurat) […]

  2. […] BincangSyariah.com – Tidak semua orang berilmu itu berakhlak, begitu juga tidak semua orang berakhlak pasti berilmu. Ilmu dan akhlak adalah dua entitas yang berbeda walaupun tetap memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diibaratkan pada manusia, maka ilmu adalah laki-laki sementara akhlak adalah wanita. Ilmu adalah Bapak dan akhlak Ibunya. (Baca: Ini Akhlak Mulia Nabi Muhammad yang Disebutkan dalam Kitab Taurat) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here