Akankah Abu Thalib Mendapat Syafaat dari Nabi?

0
2096

BincangSyariah.Com –  Sejarah Islam mencatat Nabi saw. memiliki seorang paman yang sangat menyayanginya di saat beliau menjadi yatim piatu dan ditinggal wafat kakeknya. Namanya adalah Abu Thalib, ayah dari khalifah Islam keempat Ali bin Abi Thalib. Namun, sampai akhir hayatnya, Abu Thalib belum masuk Islam. Lalu, apakah Abu Thalib tetap disiksa di neraka seperti kaum kafir lainnya? Bukankah ia telah mendedikasikan hidup dan hartanya untuk mendukung dakwah Nabi saw.?

Imam Muslim di dalam kitab Shahihnya mengemukakan satu judul pembahasan hadis terkait hal ini. Judulnya adalah babu syafaatin Nabi Shallaallahu alaihi wasallam li abi thalib wat takhfif anhu. “Bab pertolongan Nabi saw. untuk Abu Thalib dan keringanan (siksa) untuknya.” Pada bab tersebut, imam Muslim memaparkan dua riwayat hadis. Yakni dari Abbas bin Abdul Muthalib dan Abu Said Al-Khudri.

Hadis pertama adalah riwayat Abbas bin Abdul Muthallib r.a. yang juga salah seorang paman Nabi saw. ia bertanya kepada beliau,

يَا رَسُولَ اللهِ هَلْ نَفَعْتَ أَبَا طَالِبٍ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ كَانَ يَحُوطُكَ وَيَغْضَبُ لَكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، هُوَ فِي ضَحْضَاحٍ مِنْ نَار، وَلَوْلاَ أَنَا لَكَانَ فِي الدَّرْكِ الأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ. (رواه مسلم).

Wahai Rasulullah, Apakah engkau akan memberikan kemanfaatan dengan suatu hal kepada Abu Thalib, karena ia yang selalu menjagamu dan marah untuk melindungimu?”. Nabi saw. menjawab, “Iya, ia berada di dalam dhahddah dari neraka, seandainya bukan karena aku, niscaya ia berada di tempat paling bawah dari neraka.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lainnya Abbas bin Abdul Muthalib menanyakan kepada Nabi saw.

يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ أَبَا طَالِبٍ كَانَ يَحُوطُكَ وَيَنْصُرُكَ فَهَلْ نَفَعَهُ ذَلِكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَجَدْتُهُ فِي غَمَرَاتٍ مِنَ النَّارِ، فَأَخْرَجْتُهُ إِلَى ضَحْضَاحٍ. (رواه مسلم).

Baca Juga :  Dua Mata yang Tidak Disentuh Api Neraka

“Wahai Rasulullah, sungguh Abu Thalib yang selau melindungimu dan menolongmu, lalu apakah ia berhak memperoleh kemanfaatan atas apa yang ia lakukan?” “Iya, aku menemuinya ia berada di dalam tempat yang sangat pedih dari neraka, lalu aku keluarkan ia ke dhahdhah.” Jawab Nabi saw. (HR. Muslim)

Hadis kedua diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri r.a.

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذُكِرَ عِنْدَهُ عَمُّهُ أَبُو طَالِبٍ فَقَالَ : لَعَلَّهُ تَنْفَعُهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيُجْعَلُ فِي ضَحْضَاحٍ مِنْ نَارٍ يَبْلُغُ كَعْبَيْهِ ، يَغْلِي مِنْهُ دِمَاغُهُ. . (رواه مسلم).

Rasulullah saw. ditanyai tentang pamannya, Abu Thalib. Lalu beliau bersabda, “Barang kali ia akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat, ia akan ditempatkan di dalam dhahdhah dari neraka sampai mata kakinya, yang dari itu otaknya akan mendidih.” (HR. Muslim).

Berdasarkan keterangan riwayat-riwayat tersebut di atas, maka Abu Thalib, paman Nabi saw. akan mendapatkan syafaat Nabi saw.. Namun, hanya sebatas ditempatkan di dalam tempat yang disebut dhahdhah. Yakni tempat yang apinya hanya sebatas mata kaki saja, namun api itu bisa membuat otak mendidih.

Jadi itulah syafaat Nabi saw. kepada pamannya, Abu Thalib yang tidak dimasukkan di tempat paling rendah di dalam neraka, yang apinya begitu sangat dahsyat panasnya. Tetapi diberikan dispensasi berada di tempat yang apinya hanya sebatas mata kaki tetapi mampu mendidihkan otak di dalam kepalanya. Dan Abu Thalib tidak akan masuk surga, karena ia tidak pernah mengucapkan syahadat semasa hidupnya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here