6 Tanda Kebodohan Menurut Sahabat Ali Ibn Abi Thalib

2
1492

BincangSyariah.Com – Salah satu hal yang tidak disukai oleh Rasulullah adalah kebodohan. Kebodohan tidak sama dengan ketidaktahuan. Ketidaktahuan hanyalah suatu kondisi yang memang belum belajar dan tidak mengerti mengenai perkara tertentu, namun kebodohan adalah kondisi yang biasanya bergandengan dengan kemalasan. Karena itu tak jarang pula ada beberapa pendapat yang mengungkapkan bahwa kebodohan adalah salah satu penyakit hati.

Lantas seperti apakah orang yang diliputi dengan kebodohan itu? Dalam kitab al-Hikam milik Ali ibn Thalib disebutkan sebagai berikut:

الجاهل يعرف بست خصال الغضب من غير شيئ والكلام في غير نفع والعطية في غير موضعها وأن لا يعرف صديقه من عدوه وإفشاء السر والثقة بكل أحد

Orang bodoh dikenali dengan enam hal, yaitu marah tanpa sebab, bicara tanpa guna, memberi tak sesuai tempat, tak tahu lawan dan kawan, membuka rahasia, dan percaya kepada siapa saja

Dalam keterangan di atas dipaparkan bahwa ada enam tanda yang bisa dijadikan patokan bahwa kebodohan itu telah meliputi dirinya. Yang pertama adalah marah tanpa sebab. Marah memanglah  emosi yang normal. Namun jika kita sering merasakannya, gampang tersinggung, dan seolah ingin membentak orang di sekitar kita, walau tidak tahu apa penyebabnya, itu merupakan sesuatu yang tidak normal.

Selain merusak kesehatan dan kesejahteraan, marah tanpa seabb juga bisa menggangu hubungan sosial dengan lingkungan sekitar. Jika memang hal tersebut banyak mendatangkan madharat, mengapa masih saja dibiarkan begitu saja? Tak heran jika hal tersebut merupakan satu dari enam tanda orang bodoh.

Yang kedua adalah bicara tanpa guna. Kita mengerti betul bahwa Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berbicara seperlunya, tidak berlebihan. Berbicara merupakan media utama dari seluruh proses interaksi sosial. Baik buruknya proses interaksi sosial salah satunya dipengaruh oleh bagaimana kita bertutur kata. (Baca: Lima Hal yang Akan Terjadi Jika Kebodohan Hampiri Hidup Seseorang)

Baca Juga :  6 Karamah Ali Bin Abi Thalib

Karenanya, agar apa yang kita ucapkan tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri, lebih-lebih membahayakan orang lain baik di dunia maupun di akhirat, kita mesti cermat dalam berbicara. Jika tiada guna, untuk apa dilontarkan? Dalam hadis Al Husain bin ‘Ali disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ قِلَّةَ الْكَلاَمِ فِيمَا لاَ يَعْنِيهِ

Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah mengurangi berbicara dalam hal yang tidak bermanfaat” (HR. Ahmad).

Adapun tanda yang ketiga adalah memberi tak sesuai tempat. Maksudnya adalah menghendaki kebaikan namun ia tidak mengerti mana waktu dan tempat yang terbaik. Seperti contohnya memberi nasehat di depan banyak orang ketika diketahui melakukan kesalahan.

Hal tersebut teridentifikasi dalam sebuah kebodohan karena sikapnya yang tidak pada tempatnya. Begitu pula dengan sosok yang tidak mengerti mana lawan dan mana kawan. Satu hal yang juga  termasuk tanda keempat dari orang bodoh yang dituliskan dalam al Hikam Ali ibn Thalib.

Mengapa demikain? Sebab orang yang tidak bodoh pasti mengetahui bagaimana dan kemana arahnya akan menuju.

Tanda yang kelima adalah membuka rahasia. Menjaga rahasia adalah satu hal yang merupakan amanah. Menurut Imam Ghazali, hukum membuka rahasia haram dan sangat dilarang. Hikmah di balik pelarangan itu yaitu terdapat unsur menyakiti dan meremehkan hak-hak teman, apalagi hingga dapat membahayakan pemilik rahasia.

Bila tidak terdapat unsur membahayakan, maka termasuk kategori tercela. Tak heran jika orang yang membuka rahasia orang lain termasuk dalam kategori orang bodoh, sebagaimana disebutkan dalam keterangan Ali ibn Thalib di atas.

Dan yang terakhir adalah percaya kepada siapa saja. Bersikap baik kepada semua orang adalah hal yang dianjurkan, namun untuk sebuah kepercayaan kita harus memberikan pada orang yang tepat. Karena jika tidak, maka kepercayaan tersebut akan jatuh pada pelukan orang yang tidak amanah, atau bisa saja mencelakai diri sendiri.

Baca Juga :  Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Semoga kita bisa menghindari dan belajar untuk tidak menjadi salah satu dari enam tanda yang digadang-gadang sebagai tanda dari orang bodoh di atas. Amin

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here