5 Mualaf Dunia yang Mengharumkan Islam

0
840

BincangSyariah.Com – Sabda Rasulullah SAW tentang kemuliaan bisa tercipta karena akhlak budi yang dibarengi prestasi, bukan melulu dari keturunan, benar adanya. Setidaknya sabda baginda Nabi tersebut diimplementasikan oleh segelintir orang yang lahir bukan dari keturunan Islam, namun menjadi mualaf dan justru dapat mengharumkan nama Islam ke seantreo dunia.

Secara harfiah mualaf berasal dari kata alfah alifah yang berarti menjadikannya jinak. Sedangkan almuallafu berarti orang yang hatinya dijinakkan. Dijinakkan yang dimaksud adalah bahwa Allah telah melunakkan hatinya sehingga dapat menerima keislaman secara utuh dan ikhlas. Sementara secara syariat, mualaf berarti orang yang mendapatkan perhatian khusus oleh Islam dengan menjinakkan hatinya sehingga dapat memberikan maslahat minimal untuk dirinya sendiri dan maksimal untuk umat.

Sejarah telah mencatat bagaimana peran mualaf dalam turut serta mengembangkan dan memajukan peradaban Islam di bumi Allah ini. Berikut lima mualaf yang memberikan kontribusi terbaiknya kepada dunia dan secara tidak langsung telah mengharumkan nama Islam.

  1. Keluarga Barmakid

Keluarga Barmakid awalnya beragama Budha dan merupakan keluarga terpadang di Balkh. Ketika itu keluarga ini menjadi tokoh sentral keagamaan Budha di Balkh yang bahkan raja dan pemerintahan ketika itu menaruh hormat setinggi-tingginya pada keluarga Barmakid. Namun siapa sangka Allah justru membalikkan hati dan keimanan keluarga Barmakid yang semula sebagai penganut Budha taat, menjadi seorang mualaf yang berjasa pada Islam.

Jasa keluarga Barmakid pada peradaban Islam begitu terlihat pada Dinasti Umayah dan berlanjut hingga ke Dinasti Abbasiah. Salah satu yang menjadi capaian tertinggi dari keluarga Barmakid adalah peran penting salah satu keturunannya yaitu Yahya bin Khalid bin Al Barmak Barmakid yang menjadi mentor utama Khalifah Harun Al-Rasyid sebelum diangkat menjadi raja.

Yahya bin Khalid membimbing Harun Al-Rasyid ketika masih menjadi pangeran di bidang keilmuan, politik, dan militer. Yahya juga berperan penting dalam terciptanya pemikiran gemilang yang terdapat pada diri seorang Khalifah Harun Al-Rasyid. Sejarah mencatat, masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid merupakan peradaban Islam gemilang di mana kecintaan pada ilmu pengetahuan dan sains tercipta di masyarakat.

Baca Juga :  Sejarah Pensyariatan Puasa Ramadan

2. Muhammad Ali

Muhammad Ali merupakan seorang petinju tersohor dunia berkebangsaan Amerika Serikat. Lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Junior, Muhammad Ali terlahir di keluarga Kristen dan merupakan keturunan budak Afrika. Setelah memeluk Islam, Muhammad Ali dikenal sebagai mualaf yang taat dan juga berusaha menjalankan anjuran dan ajaran Islam. Selain dikenal dengan prestasinya sebagai satu-satunya Juara Dunia Kelas Berat sebanyak tiga kali, Muhammad Ali juga dikenal karena aktifitas sosialnya.

Usai memeluk Islam dan mengganti namanya, Ali menyuarakan persamaan ras di Amerika dan melakukan perlawanan terhadap dominasi kulit putih selama Gerakan Hak-Hak Sipil Afrika-Amerika tahun 1960-an. Tahun 1966, Ali juga menolak mengikuti wajib militer untuk pasukan militer Amerika Serikat dan menolak keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam. Perlu dicatat, pada masa ini, sejumlah aktifis HAM juga menentang kebijakan Amerika dalam invasi militer ke Vietnam.

Ali juga menolak namanya diukir di jalan Walk of Fame Hollywood. Ali berpendapat bahwa terdapat nama Rasulullah yang dijadikan nama depannya, sehingga jika dijadikan ukiran di Walk of Fame Hollywood, maka nama Rasulullah tersebut akan diinjak-injak banyak orang. Sehingga, hanya nama Muhammad Ali saja yang dibuatkan ukiran frame dinding di Walk of Fame Hollywood.

Tentu banyak kekurangan dari diri seorang Muhammad Ali sebagai manusia, namun begitu semangat dan kontribusinya kepada dunia olahraga, sosial, dan Islam membawa nama Islam semakin luas dan harum.

3. Jermaine Jackson

Jermaine Jackson merupakan seorang penyanyi asal Amerika Serikat yang sekaligus adik dari King of Pop Michael Jackson. Karir musik Jermaine dikenal cukup gemilang. Ia merupakan personel The Jackson Five di mana personelnya terdiri dari keluarganya sendiri, termasuk Michael Jackson. Sepanjang karir musiknya, Jermaine sempat berduet dengan sejumlah musisi dan penyanyi dunia terkenal, salah satunya adalah Whitney Houston.

Baca Juga :  Kisah Umar Dimarahi Istri

Panggilan hati merupakan alasan Jermaine Jackson memeluk Islam pada 1989 yang kemudian diikuti oleh adiknya Janet Jackson pada 2013. Usai mendeklarasikan diri sebagai seorang muslim, Jermaine Jackson tidak begitu aktif lagi di dunia musik. Namun ia melakukan aktifitas sosial.

4. Frank Ribery

Frank Ribery merupakan pesepak bola berkebangsaan Prancis yang membela klub raksasa Eropa Bayern Munchen. Ribery merupakan salah satu pesepak bola Prancis yang digadang-gadang sebagai pemain terbaik di eranya. Namanya disandingkan dengan pesepak bola muslim yang menjadi legenda sepak bola Prancis Zinedine Zidane. Zidane dianggap legenda dalam sepak bola Prancis karena ia menjadi pemain terbaik dunia yang meraih Ballon d’Or dapat membawa Prancis sebagai juara Piala Dunia 1998.

Sementara Ribery, selain menjadi pemain inti di timnas Prancis, ia juga menjadi pemegang kunci Bayern Munchen dalam meraih prestasi sepanjang karirnya di klub itu. Ribery memeluk Islam ketika dirinya bermain di klub asal Turki Galatasaray pada 2005. Ribery mengaku memeluk Islam karena tersentuh dengan ajaran kedamaian yang dibawa oleh Islam. Ia pun menyebut jika Islam merupakan sumber kekuatannya.

Ribery dikenal sebagai muslim yang taat, ia rajin beribadah ke masjid serta melakukan ibadah umrah. Semenjak memeluk Islam, kepribadian Ribery juga mulai berubah ke arah yang lebih baik. Dari bersikap arogan dan tempramen, kini sejumlah rekan klubnya menyatakan bahwa Ribery adalah sosok yang ramah dan profesional.

5. Malcolm X

Malcolm X lahir dengan nama Malcolm Little dan merupakan warga negara Amerika Serikat. Malcolm dikenal sebagai aktifis yang menyuarakan tentang HAM dan memperjuangkan hak-hak kulit hitam di Amerika. Ayah Malcolm tewas dalam supremasi kulit putih, masa kecil Malcolm pun dipenuhi dengan cacian dan pelecehan karena ras yang dimilikinya. Hal inilah yang kemudian membawa Malcolm X terus menyuarakan pentingnya persamaan hak di Amerika.

Baca Juga :  Tradisi Sahabat Dalam Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Malcolm X memeluk Islam usai dirinya banyak berkontemplasi di penjara. Masa lalunya yang kelam membuat dirinya merenung dan memilih Islam sebagai agama yang dianutnya untuk menuju ke arah yang lebih baik lagi. Inisial ‘X’ yang disambung dalam namanya merupakan tanda yang menunjukkan bahwa ia adalah ‘eks’ perokok, ‘eks’ budak, ‘eks’ Kristiani, dan ‘eks’ pemabuk.

Malcolm X menyebut, dalam Islam semua orang adalah sama di hadapan Allah. Tidak ada yang lebih superior di hadapan Allah apapun rasnya. Hanyalah iman dan takwa yang menjadi pembedanya. Siapa paling beriman dan bertakwa, ialah yang paling dekat dengan Allah.

Malcolm merupakan tokoh sentris di organisasi besar Islam di Amerika Nation of Islam. Setidaknya dari aktifitas sosialnya, Malcolm berhasil menjadi penggerak ras Afrika-Amerika untuk meraih keadilan. Dan ialah tokoh anti-rasisme dunia yang menyuarakan kesetaraan dan hak warga negara yang beradab.

Demokrasi dan kemajuan Amerika Serikat yang kita kenal saat ini, salah satunya merupakan jasa besar yang disumbangkan Malcolm.

Dari kisah para penyintas iman setidaknya jika kita yang lahir dalam keadaan Islam, harusnya meniru keteladanan mereka. Kerja keras, ikhlas, dan akhlak yang mulia akan berujung pada prestasi yang tidak hanya membanggakan keluarga, tapi juga dunia. Dengan begitu, pesan dari Islam sebagai agama yang rahmatan lil-alamin akan menyejukkan dan mengharumkan dunia. Wallahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.