18 Desember Hari Bahasa Arab Sedunia, Inilah Enam Keistimewaan Bahasa Arab Menurut Ulama

1
2017

BincangSyariah.Com – Tepat pada 18 Desember 1973 bahasa Arab ditetapkan oleh United  Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai bahasa resmi internasional ke-6. Oleh karena itu, tidaklah salah jika pada hari dan tanggal dimaksud menjadi Hari Bahasa Arab Sedunia. (Baca: Penggunaan Allahumma dalam Bahasa Arab)

Tentunya kita sebagai umat Islam sangat bangga akan ketetapan itu. Dengan demikian, UNESCO dan masyarakat internasional telah mengakui keistimewaan dan kehebatan bahasa Arab sehingga harus dijadikan sebagai salah satu bahasa resmi dunia.

Akan tetapi, seharusnya kita sebagai umat Islam tidak hanya terlena dengan kekaguman dan kebanggaan itu. Kita harus mengenal lebih dalam lagi tentang keistimewaan bahasa Arab.  Anwar al-Jundi menyebutkan dalam bukunya Muqaddimaat al-Ulum wa al-Manahij bahwa setidaknya ia memiliki enam keistimewaan.

Pertama, sebagai bahasa ideologi, dan kebudayaan

Bahasa Arab tidak akan pernah lepas dari suatu bangsa yang mempercayai adanya al-Qur’an. Bahasa Arab memang menjadi bahasa ideologi dan kebudayaan mereka. Inilah nalar umat Islam yang tidak akan pernah digantikan oleh nalar lainnya.

Kedua, ia tidak pernah mengalami perubahan apalagi kepunahan seperti bahasa lainnya

Tidak ada yang menafikan bahwa bangsa sekarang yang mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab setelah ribuan tahun lebih. Sehingga sangatlah tepat pernyataan ilmuan prancis Regis Blachere bahwa bahasa Arab tidak dapat tertandingi karena ia menjadi bahasa agama dan kebudayaan.

Ketiga, memiliki kekayaan pola, bentuk dan ungkapan

Keistimewaan bahasa Arab yang tidak dapat dilihat dalam bahasa manapun adalah bahwa ia memiliki pola, bentuk dan ungkapan yang kaya raya. Satu makna yang ingin disampaikan dengan menggunakan bahasa Arab bisa memiliki bentuk ungkapan yang beragam. Contohnya, hakikat, majaz, tashrih dan kinayah.

Keempat, memiliki isytiqaq (derivasi) yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya

Artinya bahasa Arab memilik akar kata dalam bentuk fi’il tsulasi yang kemudian darinya bisa dicetak sesuai dengan kebutuhan berdasarkan aturan yang sudah digariskan. Contohnya, kata Salima yang berarti selama bisa dicetak menjadi Aslama (tunduk), Saalama (berdamai), Sallama (mengucapkan salam), dan Tasallama (menerima).

Kelima, dari adanya derivasi dimaksud ternyata ada hubungan yang sangat kuat antar satu kalimat dengan lainnya dalam satu anak kalimat. Contohnya, selain yang disebutkan diatas, kita lihat dari kata Kataba (menulis) bisa diambil kalimat lain yang berupa katib (penulis), kitab (buku) maktabah (perpustakaan), maktub (tulisan), dan maktab (kantor). Kita lihat huruf pokok dari akar kata diatas tetap ada dan terjaga dalam bentuk kalimat lain diatas.

Keenam, adanya hubungan keharusan antara bahasa Arab dengan agama Islam

Allah swt telah berkehendak dan ridha memilih bahasa Arab sebagai bahasa agama Islam. Islamlah yang menjadi factor pertama dan utama bahwa bahasa Arab menjadi bahasa agamis. Dengan demikian, berarti bahwa bahasa arab selamanya tidak akan pernah bisa dipisahkan dengan islam. Karena ia sudah menyatu dalam satu hubungan layaknya dua sisi mata uang.

Wallahu A’lam

100%

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Tepat pada 18 Desember 1973 bahasa Arab ditetapkan oleh United  Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai bahasa resmi internasional ke-6. Oleh karena itu, tidaklah salah jika pada hari dan tanggal dimaksud menjadi Hari Bahasa Arab Sedunia. (18 Desember Hari Bahasa Arab Dunia, Inilah Enam Keistimewaan Bahasa Arab Menurut Ulama) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here