Zikir Lebih Utama Dibanding Jihad Tiga Kali

1
861

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, diajarkan berbagai macam ibadah, baik ibadah murni maupun yang dirangkai dengan aktivitas sosial. Tujuannya adalah agar seseorang senantiasa terhubung dengan Tuhan dalam kondisi apapun. Keterhubungan dengan Tuhan menyimpan energi tersendiri, yang membuat manusia terselamatkan dalam kehidupannya. Kehidupan yang selalu terhubung dengan Tuhan merupakan kehidupan yang penuh berkah.

Islam membagi ibadah ke dalam dua macam. Pertama, ibadah yang bersifat wajib. Yaitu ibadah yang harus dilakukan selama hidup di kandung badan. Ibadah jenis ini telah ditentukan tata cara, waktu, dan tempat pelaksanaannya. Kedua, ibadah yang bersifat anjuran. Biasa disebut ibadah sunnah. Ibadah ini ada yang telah ditentukan tata cara, waktu dan tempat pelaksanaannya. Namun ada pula yang tidak ditentukan cara dan waktunya. Baik ibadah wajib maupun sunnah berperan penting menghubungkan manusia dengan Tuhan.

Dari jenis pelaksanaannya, ada ibadah yang bisa dilakukan dengan seluruh anggota tubuh seperti salat, puasa, dan haji. Tetapi ada pula ibadah yang bisa dilakukan sebagian anggota tubuh kita. Seperti bersedekah, zikir dan berdoa. Zikir dan doa, misalnya, adalah ibadah yang hanya bisa dilakukan dengan lisan atau bibir. Kedua ibadah ini dapat dikatakan tidak mengenal waktu dan tempat. Di mana pun kita berada, kita dapat melaksanakan ibadah ini. Jika seorang Muslim ingin melaksanakan ibadah sepuasnya, zikir dan doa adalah pilihan yang tepat.

Imam Al-Ghazali dalam karya besarnya, Ihya’ Ulumiddin, menyatakan, “Selain membaca kitab suci, tak ada ibadah yang lebih utama dilakukan oleh lisan kecuali berzikir kepada Allah dan mengadukan kebutuhan hidup dengan permohonan yang tulus kepada Allah. Di sinilah kita perlunya kita memperbanyak zikir dan doa kepada Allah. Zikir dan doa adalah dua ibadah yang memiliki banyak keutamaan.”

Baca Juga :  Hukum Qunut Witir pada Pertengahan Ramadan

Memperbanyak zikir dan doa sangat dianjurkan dalam Islam. Ada banyak ayat Alquran yang menyatakan anjuran tersebut. Di antaranya, terdapat dalam Qs. Al-Baqarah: 152, Qs. Al-Ahzab: 41, Qs. Al-Baqarah: 198, Qs. Al-Baqarah: 200, Qs. Alu Imran: 191, Qs. Al-Nisa: 103, Qs. Al-Nisa: 142, Qs. Al-A’raf: 205, dan Qs. Al-Ankabut: 45. Sebagai contoh, Allah Swt. berfirman dalam Qs. Al-Ahzab: 41,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا } [الأحزاب: 41]

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah,
zikir yang sebanyak-banyaknya.”

Allah Swt. memerintahkan kaum beriman agar berzikir sebanyak-banyaknya. Allah menjelaskan gambaran orang yang banyak berzikir. Allah Swt. berfirman,

{الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ } [آل عمران: 191]

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri,
atau duduk atau dalam keadan berbaring (Q.s. Alu Imran: 191)

Bisa dikatakan, banyak berzikir artinya mengingat Allah dalam segala kondisi dan situasi. Berdiri, duduk dan bahkan ketika sedang berbaring. Ketika sedang di rumah, tempat kerja, perjalanan, tempat berkunjung dan dimana pun kita berada. Allah membebaskan kita melakukan ibadah zikir dimanapun kita berada. Sederhananya, zikir adalah sebuah ibadah yang mudah karena dapat dilakukan dimana pun, kapanpun dan dalam kondisi bagaimana pun. Kita hanya memerlukan satu perangkat untuk melakukannya, yaitu lisan.

Sekalipun zikir adalah ibadah yang mudah dan praktis, namun pahala yang berada di balik ibadah zikir sangat besar. Bahkan melebihi besarnya pahala ibadah yang mengorbankan keselamatan jiwa kita, seperti berperang di jalan Allah. Rasulullah saw. pernah bersabda,

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ مِنْ عَمَلٍ أَنْجَى لَهُ مِنْ عَذَابِ اللهِ مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ قَالَ وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلَّا أَنْ تَضْرِبَ بِسَيْفِكَ حَتَّى يَنْقَطِعَ ثُمَّ تَضْرِبَ بِهِ حَتَّى يَنْقَطِعَ ثُمَّ تَضْرِبَ بِهِ حَتَّى يَنْقَطِعَ

Baca Juga :  Membaca Narasi Terorisme (1)

“Seorang manusia tidak melakukan sebuah amalan yang lebih bisa menyelamatkan dari siksa Allah dibanding zikir kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah. Kecuali engkau menebaskan pedangmu hingga patah, lalu kamu tebaskan lagi sampai patah, kemudian kamu tebaskan sampai patah lagi.” (HR. Al-Thabarani dan Ibnu Abi Syaibah).

Berdasarkan keterangan Rasulullah saw. di atas, berzikir kepada Allah pahalanya tiga kali lipat pahala berjihad. Rasulullah saw. menyebut jihad tiga kali berturut-turut. Jihad tiga kali baru sepadan dengan pahala amalan berzikir. Sungguh, zikir kepada Allah adalah amalan yang luar biasa besar pahalanya. Mudah namun penuh berkah. Inilah alasan mengapa kita perlu memperbanyak berzikir kepada Allah Swt.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here