Zaman Semakin Maju, Tapi Tiga Hal Ini Semakin Langka

0
323

BincangSyariah.com – Zaman modern saat ini adalah zaman yang menggiurkan mata, juga memusingkan kepala, terutama dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu canggih. Hal ini berakibat pada berubahnya tatanan kehidupan manusia, redupnya etika dalam kehidupan, terutama dalam sebuah keluarga.  Tegur sapa secara langsung mulai luntur, komunikasi umumnya terbangun lewat gawai sehingga menimbulkan kurangnya keakraban antaranggota keluarga. Inilah realita yang terjadi dalam masyarakat saat ini.

Adanya perkembangan ini juga membawa pola pikir manusia yang serba simple, cepat saji, cepat kaya dengan tak banyak kerja, cepat pintar dengan tak banyak belajar, ingin cepat mendapatkan jabatan yang tinggi dengan menjual harga diri, bahkan menjual keimanan hanya untuk mengejar seorang perempuan bahkan kekayaan.

Dalam hal ini, Imam al-Qusyairi mengutip perkataan al-Haris al-Muhasibi, pernah berkomentar bahwa sudah terjadi kelangkaan dalam tiga hal, yaitu:

Pertama, ketampanan atau cantiknya wajah seseorang yang didasari rasa untuk menjaga harga diri seseorang. Banyak orang yang diberikan anugerah mempunyai fisik yang menawan, namun perilakunya tak mencerminkan perilaku yang baik.

Kedua, ucapan yang baik disertai sifat amanah yang baik juga, karena saat ini banyak orang yang manis ucapannya bahkan mampu menyihir orang lain, tapi tak didasari rasa tanggung jawab terhadap apa yang telah diucapkan. Padahal harga diri seseorang akan naik bila ia mampu memegang amanat, ucapan dan perbuatannya selalu sesuai kenyataan.

Ketiga, persahabatan yang baik yang didasari oleh rasa saling percaya untuk mencapai rasa kebersamaan, saling merasa, maupun saling mengerti, bukan untuk memanfaatkan atau demi kepentingan sesaat. Saat ini banyak orang yang mau berteman, bersahabat, di kala tercukupi semua kebutuhan, sebaliknya kebanyakan orang akan lari dari kehidupan sahabatnya ketika mulai redup secara materi, atau bahkan jatuh bertubi-tubi.

Baca Juga :  Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Pernyataan al-Muhasibi ini sangat mengetuk hati, mengkritik diri yang selalu mencari keuntungan sesaat, bahkan mencari kedudukan yang terhormat dengan cara yang tak bermartabat, yang pada akhirnya menjatuhkan harga diri ke jalan yang sesat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here