Zakatnya Anggota Tubuh Menurut Imam Al-Ghazali

0
1313

BincangSyariah.Com – Zakat menurut bahasa adalah bertambah, berkembang, atau menyucikan, sedangkan menurut istilah, zakat merupakan mengeluarkan harta tertentu dengan kadar tertentu yang diberikan kepada golongan manusia tertentu, dan dengan syarat tertentu.

Namun, Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya Minhajul ‘Arifin memiliki pandangan lain tentang zakat. Menurut beliau sebagai ulama ahli tasawuf semua anggota badan kita itu juga ada zakatnya yang wajib kita keluarkan kepada Allah Swt.

فزكاة القلب: التفكر في عظمته وحكمته وقدرته وحجته ونعمته ورحمته. وزكاة العين: النظر بالعبرة والغض عن الشهوة. وزكاة الأذن: الإستماع إلى ما فيه نجاتك. وزكاة اللسان: النطق بما يقربك إليه. وزكاة اليد: القبض عن الشر والبسط إلى الخير. وزكاة الرجل: السعي إلى ما فيه صلاح قلبك وسلامة دينك.

Zakatnya hati adalah memikirkan keagungan, hikmah, kekuasaan, hujjah, nikmat, dan rahmat Allah Swt. Zakatnya mata adalah memandang (segala sesuatu) dengan pelajaran (yang dapat dipetik darinya) dan menahan dari syahwat (keinginan nafsu). Zakatnya telinga adalah mendengarkan kepada apa yang di dalamnya ada pertolonganmu (yang baik-baik). Zakatnya lisan adalah berkata dengan perkataan yang dapat mendekatkanmu kepadaNya. Zakatnya tangan adalah menggenggam (menahan) dari kejelekan dan membuka kepada kebaikan. Sedangkan zakatnya kaki adalah berusaha menuju kepada hal yang di dalamnya terdapat kebaikan untuk hatimu dan keselamatan untuk agamamu.

Dengan demikian menurut Imam Al-Ghazali seluruh anggota tubuh juga harus dikeluarkan zakatnya kepada Allah Swt. dengan melakukan kebaikan-kebaikan, ketaatan-ketaatan, dan menjauhi larangan-laranganNya. Sehingga tidak hanya hartanya yang dibersihkan dari harta yang kotor, tetapi dirinya pun bersih dari dosa-dosa. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here