Yuk, Wakaf Produktif di Grand Coco Village bersama Wakaf Warrior!

0
284

BincangSyariah.Com – Grand Coco Village merupakan kafling produktif untuk investasi di bidang perkebunan kelapa yang rencananya akan diintegrasikan dengan agrowisata dan industri yang dikelola dengan konsep Agro Property yang terletak di Kalimantan Tengah.

Menurut Ketua Pelaksana Grand Coco Fest 2019, Herri Setiawan, penanaman bibit kelapa telah dilakukan sejak Februari 2018 dan diproyeksikan pohon kelapa akan menghasilkan di tahun ketiga.

Sebagai investasi jangka panjang, Grand Coco Village menyediakan 55 hektar lahan yang terdiri dari 550 kafling, dengan harga 50 juta per kafling. “keseluruhan tahap pertama dan kedua ada 55 ha, sekitar 550 kavling dan ini sudah 50 persen berjalan kita sesuaikan dengan ritme penjualan,” ujar Herri pada acara Grand Coco Fest 2019 yang diadakan di Studi Gomuslim, Jakarta Timur, pada Minggu (29/9/19).

Sementara itu bagi hasil akan diterima investor pada tahun keempat dengan estimasi keuntungan sampai 40 juta pertahun perkafling yang ditanami 32 pohon. Benefit lainnya, bagi hasil kebun akan berlaku hingga 50 tahun sedangkan bebas biaya pengelolaan berlaku pada tiga tahun pertama.

Herry menjamin investasi ini aman dan menguntungkan sebab pengembangan kebun kelapa di Grand Coco Village ditangani oleh tenaga ahli dan memiliki alas hak tanah berupa sertifikat hak milik. “Jadi kami bekerjasama dengan PT Krambil Indonesia, Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) dan beberapa ahli pertanian dari Institute Pertanian Bogor. Benih yang dipakai pun memakai varietas Genjah, benih unggulan yang dikembangkan Kementan,” jelasnya.

Wakaf Produktif Bernilai Investasi 40 juta Per Tahun

Selain kafling untuk infestasi pribadi, Grand Coco Village juga menyediakan 100 ha lahan yang dikhususkan untuk wakaf produktif yang dikelola oleh Wakaf Warrior bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dompet Duafa, Rumah Wakaf dan lainnya.

Baca Juga :  Pendapat Ulama tentang Roh Kembali ke Rumah Tiap Malam Jumat

“Wakaf warrior itu sebagai nadzir di bawah Yayasan Berkah Anak Negeri. Peran kita di wakaf  warrior sekaligus sebagai brand gerakan kita khususnya di wakaf produktif. Selama ini wakaf kebanyakan konsumtif,” ujar Herri yang juga menjabat sebagai CEO Wakaf Warrior.

Jadi pendekatan wakaf produktif yang dilakukan Wakaf Warrior adalah dengan mindset interpreunership.  Wakaf tanah dikelola lalu bagi hasilnya yang diperkirakan mencapai 40 juta perkafling pertahun akan disalurkan kepada penerima manfaat. Prinsipnya bisa wakaf saham, uang atau lahan. Di Wakaf Warrior, lanjut Herri, sudah berjalan tiga model wakaf tersebut.

“Ketika kita wakaf produktif yaitu berwakaf aset atau lahan kita carikan sebuah pola pengelolahan supaya lahan itu menghasilkan. Selama ini ketika ada yang berwakaf lahan biasanya dibangun masjid artinya itu konsumtif karena ada cost baru di sana,” jelas Herri lagi.

Kafling khusus wakaf ini bernama Cluster Khaibar, Herri ingin kafling wakaf tersebut nantinya akan berkembang seperti wakaf kebun kurma Sayyidina Umar Ra yang mewakafkan harta terbaiknya untuk umat. Sampai saat ini, wakaf produktif milik Sayyidina Umar masih ada dan menghasilkan serta disalurkan kepada penerima manfaat.

“Cluster Khaibar ingin meniru sayyidina umar, jadi sejarah wakaf itu diawali oleh Sahabat Umar bin Khathab beliau mewakafkan kebun kurmanya di Khaibar, saking cintanya Umar pada harta tersebut dikhawatirkan bisa menggodanya maka dia wakafkan, saat ini kebun kurmanya masih ada dan menghasilkan,” ujar Herri.

Hasil wakaf yang dikelola Wakaf Warrior ini nantinya untuk disalurkan kepada penerima manfaat melalui berbagai macam program, baik yang jangka pedek atau panjang. Seperti pengentasan kemiskinan dan kebodohan untuk pendidikan dan konsumsi. “Jadi aspek yang kita bangun kemampuan ekonominya dan keterampilannya,”

Baca Juga :  BWI Gandeng 18 Bank Syariah untuk Dukung Gerakan Wakaf Uang

Agar berjalan lancar, wakaf Grand Coco Village dikelola sebagai riteil agar terjangkau oleh semua orang untuk berwakaf. Selain itu, jelas Herri, wakaf ini juga dijadikan projek kolaborasi wakaf dengan nadzir (pengelola wakaf) lainnya. Seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dompet Duafa, Rumah Wakaf dan lain-lain. “Kami akan kolaborasi dengan nadzir lainnya, seperti Dompet Duafa misalnya ambil 10 ha, Rumah Wakaf sekian hektar, sehingga itu menjadi akseleratif dan lebih cepat pembangunannya. Jadi wakaf ini kita siapkan sebagai wakaf kolaborator,” jelas Herri.

Komisioner Badan Wakaf Indonesia dan Gerakan Desa Emas, Iwan Agustiawan Fuad menyampaikan bahwa BWI mengapresiasi dan mendorong wakaf produktif yang digagas oleh Grand Coco Village dan Wakaf Warrior. Iwan berharap para nadzir yang lain juga kreatif dan inovatif dalam  mengeluarkan produknya.

“Bagaimana wakaf menjadi produktif, yaitu mengajak wakif berwakaf untuk perkebunan kelapa. Sehingga hasil dari perkebunan ini kemudian disalurkan kepada mauquf ‘alaihi. kemudian wakif juga bisa berwakaf langsung atau berinvestasi di lahan wakaf itu sendiri,” ujar Iwan.

Pada kesempatan itu, Grand Coco Village juga menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Gerakan Desa Emas BWI untuk meningkatkan desa emas menjadi desa mandiri. Direktur Umum Grand Coco Vilage, Marzuki berharap gerakan desa emas di Grand Coco Village semakim kuat dan segera tercapai dengan dukungan stake holder terkait.

“Kita sangat inline untuk meningkatkan desa emas menjadi desa yang mandiri, karena itu kita MoU dengan gerakan desa emas. Mudah-mudahan menjadi sinergi yang terus bergulir dan  eskalasinya cepat. Sehingga industri kelapa dan kemandirian desa akan segera kita eksiskan,” jelas Marzuki.

Menurut Marzuki, pemilihan kelapa sebagai basis industri yang dikembangkan karena Indonesia merupakan penghasil kelapa nomer satu, tidak kurang dari 15 milyar butir kelapa setahun dihasilkan dari 3,6 juta hektar. Selain itu, kelapa merupakan salah satu dari lima komoditas di Indonesia yang diakui sebagai produk zero waste.

“Potensi lainnya yang dimiliki kelapa, punya 1600 produk turunan. Tidak hanya untuk makanan tapi juga untuk kosmetik, kesehatan, farmasi, energi, kerajinan, keperluan properti dam furniture. Tanaman kelapa ini sangat bermanfaat. Bisa menjadi peluang bisnis,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here