YIPC Ajak Pemuda Lintas Agama Mendialogkan Perdamaian

0
85

BincangSyariah.Com – Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) Indonesia Regional Jakarta mengadakan Talkshow Pemuda Menarasikan Perdamaian dengan tema Peran Pemuda dan Agama dalam Menggalakkkan Kontra Narasi Ekstrimisme. Diskusi ini diadakan dalam rangka Hari Perdamaian Internasional 2019 yang diperingati setiap tanggal 21 September.

Inisiator YIPC Indonesia, Andreas Jonathan mengatakan bibit radikalisme yang bercokol sejak usia dini pada diri anak bangsa perlu diwaspadai. Banyak orang yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari lingkungan yang homogen sehingga jarang berinteraksi dengan yang berbeda.

“Seperti masyarakat di lingkungan yang sama, ras, suku, dan agama yang sama dan jarang berinteraksi dengan orang di luar komunitasnya. Lingkungan yang homogen ini menyebabkan jarang berinteraksi dengan yang berbeda. Sehingga susah menerima perbedaan,” ujar Andreas, baru-bari ini di Jakarta Pusat, pada Sabtu (15/9/19).

Padahal dengan adanya interaksi maka akan membuka prasangka negatif sehingga sekat-sekat perbedaan akan terbuka, jika demikian maka bisa saling menerima dan hidup berdampingan dengan damai. Dialog dan interaksi ini yang selalu ditekankan dalam peace camp yang diadakan oleh YIPC setiap tahunnya.

“Kami di YIPC, memberikan kesempatan untuk melakukan interaksi dan dialog lintas agama lewat peace camp. Di mana interaksi ini salah satu tujuannya membuka prasangka. Oh, ternyata yang sesungguhnya tidak seperti itu, ternyata yang diyakini tentang prasangka negatif terhadap yang berbeda itu berubah bahkan mungkin bisa saling menerima perbedaan dan bisa saling bersahabat,” jelas Andreas.

Harusnya semakin seseorang berkeyakinan kuat pada agama yang dipeluk maka semakin kuat juga ia mencintai sesamanya. Kalau orag yang kuat agamanya itu tidak bisa saling menyayangi sesamanya berarti dia belum terlalu kuat agamanya.

“Intinya dari agama itu adalah bukan hanya punya keyakikan kuat pada agamanya tapi juga mencintai sesamanya,” ujar Andreas.

Baca Juga :  Merespon Dokumen Abu Dhabi, Forum Titik Temu Mengadakan Temu Tokoh Lintas Agama

Menurut Anderas, sksklusifitas atau kesucian agama tidak harusnya menyebabkan sosial eksklusifitas tapi menjadikan seseorang menerima kondisi plural dalam masyarakat. Karena itulah dalam segala aktifitas yang dilakukan, YIPC selalu berusaha mengenengahkan pada semuanya bahwa perdamaian itu adalah dasar dalam setiap agama.

Karena itu seharusnya pemahaman-pemahan yang baik terhadap agama agama bisa menjadikan seseorang meyakini agamanya di satu sisi dan merawat hubungan sosialnya dengan sesama di sisi lain.

“Itu bisa terjadi dengan saling mendialogkan dan mengisi segala hal yang selama ini menghalangi persatuan bangsa,” ungkap Andreas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here