Anjuran Mengatakan Wallahu A‘lam Saat Menyampaikan Pendapat

0
1248

BincangSyariah.Com – Istilah ‘Allahu A’lam atau Wallahu A’lamu bis Shawab’ sering kita dengar dari para kiai dan para ustadz di pesantren setelah mereka menyampaikan penjelasan tertentu atau menyampaikan pendapat dalam sebuah kitab. Setiap kali mereka selesai membaca kitab dan menyampaikan suatu materi, mereka pasti menutupnya dengan perkataan ‘Wallahu A’lamu bis Shawab’.

Ternyata, mengakhiri dan menutup suatu pembahasan tertentu dengan kalimat ‘Wallahu A’lam’ sangat dianjurkan oleh para ulama. Ini dimaksudkan agar kita tetap menjaga adab kepada Allah, bahwa setiap ilmu yang kita sampaikan kepada orang lain tidak lain hanya berupa pemberian ilmu dari Allah, dan Allah yang sangat mengetahui mengenai kebenaran ilmu tersebut.

Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dalam kitab Lisanul Kubro, bahwa Abdullah bin Mas’ud menganjurkan untuk mengatakan ‘Wallahu A’lam,’ terutama dalam masalah yang kita tidak mengetahuinya dengan pasti. Abdullah bin Mas’ud berkata;

مَنْ كَانَ عِنْدَهُ عِلْمٌ فَلْيَقُلْ بِعِلْمِهِ ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ عِلْمٌ فَلْيَقُلِ : اللَّهُ أَعْلَمُ ؛ فَإِنَّ اللَّهَ قَالَ لِنَبِيِّهِ عَلَيْهِ السَّلامُ : قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ

Barangsiapa yang memiliki ilmu, maka hendaknya ia bicara berdasarkan ilmunya. Jika ia tidak memiliki ilmu, maka hendaknya ia berkata, ‘Allahu A’lam. Ini karena Allah berkata kepada Nabi Saw (dalam Al-Quran); ‘Katakan Muhammad, ‘Aku tidak meminta upah sedikit pun pada kalian atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-ada.

Dalam kitab Hasyiayah I’anatut Thalibin disebutkan bahwa ketika kita ditanya mengenai masalah tertentu dan kita tidak mengetahui jawabannya, maka kita dianjurkan untuk mengatakan ‘Allahu wa Rasuluhu A’lam.’ Ini sebagaimana disebutkan sebagai berikut;

ويسن لمن سئل عما لا يعلم أن يقول الله ورسوله أعلم

Baca Juga :  Ketika Aku Keliru, Setelah Belajar di Fakultas Syariah

Disunnahkan bagi seseorang yang ditanya mengenai sesuatu yang ia tidak ketahui untuk mengatakan ‘Allahu wa Rasuluhu A’lam (Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui).

Dengan demikian, mengatakan Wallahu A’lam, Wallahu A’lamu bis Shawab, atau Allahu wa Rasuluhu A’lam’ merupakan perkataan yang dianjurkan untuk kita ucapkan ketika selesai menyampaikan ilmu tertentu, terutama ilmu yang tidak kita ketahui kebenarannya dengan pasti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here