Wadah Makanan Diberi Tulisan Al-Quran, Apakah Makanan Boleh Dikonsumsi?

0
964

BincangSyariah.Com – Di beberapa daerah, al-Quran bukan hanya sekadar dibaca, namun juga dijadikan sebagai obat untuk mengobati orang sakit, bahkan juga dijadikan sebagai jimat. Dalam rangka mengobati orang sakit dengan al-Quran ini, caranya ada berbagai bentuk. Ada yang hanya sekedar dibacakan untuk ruqyah, ada yang ditiupkan ke dalam air, dan ada pula yang dituliskan pada makanan dan kemudian dimakan. Bagaimana hukum mengkonsumsi makanan yang diberi tulisan tersebut, apakah boleh?

Menulis ayat al-Quran pada makanan untuk tujuan obat hukumnya boleh. Meskipun boleh, sebagian ulama ada yang menghukumi makruh. Adapun mengkonsumsi makanan yang diberi tulisan al-Quran hampir semua ulama sepakat bahwa hukumnya boleh.

Terkait kemakruhan menulis al-Quran pada makanan ini, Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj berkata sebagai berikut;

يُكْرَهُ كَتْبُ الْقُرْآنِ عَلَى حَائِطٍ وَسَقْفٍ وَلَوْ لِمَسْجِدٍ وَثِيَابٍ وَطَعَامٍ وَنَحْوِ ذَلِك

“Dimakruhkan menulis al-Quran di dinding dan atap meskipun milik masjid, juga dimakruhkan menulis al-Quran pada baju, makanan dan lainnya.”

Adapun kebolehan mengonsumsi makanan yang bertuliskan al-Quran sudah disebutkan dalam kitab al-Iqna’ berikut;

ويكره كتب القرأن على حائط ولو لمسجد و ثياب و طعام و نحو ذلك و يجوز هدم الحائط و لبس الثوب وأكل الطعام

“Dimakruhkan menulis al-Quran di dinding meskipun milik masjid, menulis di baju, makanan dan lainnya. Dan boleh merobohkan dinding, memakai baju dan mengkonsumsi makanan (yang bertuliskan al-Quran).”

Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu mengatakan bahwa kebanyakan ulama Syafiiyah membolehkan mengkonsumsi makanan yang bertuliskan al-Quran. Beliau berkata sebagai berikut;

فقد قدمنا في مسائل مس المصحف أنه لو كتب القرآن على حلوى أو غيرها من الطعام فلا بأس بأكله

“Kami telah jelaskan dahulu dalam masalah menyentuh mushaf bahwa jika al-Quran ditulis pada manisan, atau makanan lainnya, maka tidak apa-apa mengkonsumsinya.”

Dengan demikian, jika kita menulis al-Quran pada makanan dan kemudian mengkonsumsinya dengan tujuan berobat atau mengobati orang lain yang sedang sakit, maka hukumnya boleh, tidak dilarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here