Viral Shalat Subuh di GBK Sambil Duduk, Sahkah Shalatnya?

0
1867

BincangSyariah.Com – Sehari yang lalu, media sosial diramaikan dengan peristiwa saf shalat jemaah yang tercampur antara lelaki dan perempuan. BincangSyariah telah menuliskan tema tersebut dengan judul Viral Saf Pria dan Wanita Bercampur Saat Shalat, Sahkah Shalatnya?  Belakangan ini, terdapat juga peristiwa yang sama mengenai shalat jemaah Subuh di GBK. Kali ini, kasus yang viral adalah beberapa jemaah itu melakukan shalat Subuh berjemaah sambil duduk. Dalam tautan video ini, khususnya sejak menit ke-4 dan seterusnya, terlihat beberapa jemaah yang berada di tempat duduk itu shalat Subuh sambil duduk.  Apakah boleh melakukan shalat fardu sambil duduk?

Selain itu, terlihat juga beberapa jemaah itu menghadap kiblatnya tidak teratur.

Terkait shalat fardu sambil duduk, ulama sepakat tidak memperbolehkannya tanpa ada sebab sakit, sebagaimana pendapat Imam al-Nawawi dalam Al-Majmu‘ syarah al-Muhadzab.

أجمعت الأمة على أن من عجز عن القيام في الفريضة صلاها قاعدا ولا إعادة عليه، قال أصحابنا: ولا ينقص ثوابه عن ثوابه في حال القيام، لأنه معذور.

Ulama sepakat bahwa orang yang tidak mampu berdiri saat mengerjakan shalat fardu, maka ia boleh shalat sambil duduk, dan tidak perlu diulang. Para ashab mazhab Syafii berkata, “Pahala shalat sambil berdiri itu tidak berkurang karena shalat sambil duduk, karena terdapat uzur.”

قال أصحابنا: ولا يشترط في العجز أن لا يتأتّى القيام، ولا يكفي أدنى مشقة، بل المعتبر المشقة الظاهرة، فإذا خاف مشقة شديدة أو زيادة مرض أو نحو ذلك أو خاف راكب السفينة الغرق أو دوران الرأس صلى قاعدا ولا إعادة.

Para ashab kami dari mazhab Syafii berpendapat bahwa tidak disyaratkan benar-benar tidak berdiri dalam kriteria ketidakmampuan, dan tidak boleh juga duduk hanya karena masyakah yang ringan. Yang dianggap sebagai uzur itu masyakah yang benar-benar tampak. Ketika seseorang yang shalat sambil berdiri khawatir terhadap suatu masyakah yang berat, bertambah menjadi sakit, dan sebagainya, atau orang yang menaiki perahu takut tenggelam atau pusing, maka ia boleh shalat sambil duduk tanpa perlu diulang (di waktu lain).

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Jangan Pernah Putus Asa untuk Sebuah Kemuliaan

Artinya, orang yang shalat fardu sambil duduk tanpa ada uzur sakit apa pun itu shalatnya tidak sah secara fikih. Karena itu, shalat orang tersebut perlu diulang kembali di waktu lain. Apalagi dalam mazhab fikih Syafii, shalat yang diperbolehkan untuk tidak menghadap kiblat hanya dua. Pertama, shalat dalam keadaan perang, gempa, dan hewan buas hendak menerkam. Dalam istilah fikih disebut shalat li syiddatil khauf, shalat dalam kondisi sangat takut. Kedua, shalat sunah saat berada di kendaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here