Viral Saf Pria dan Wanita Bercampur Saat Shalat Jamaah, Sahkah Shalatnya?

18
15734

BincangSyariah.Com – Baru-baru ini terdapat berita viral di media sosial mengenai saf shalat jamaah antara pria dan wanita yang bercampur saat kampanye salah satu capres dan cawapres pada Minggu (07/04/19). Apakah shalat dengan barisan saf yang tidak teratur seperti itu sah atau hanya mengurangi pahala shalat berjamaah?

Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ syarah kitab al-Muhadzab menerangkan demikian:

إذَا صَلَّى الرَّجُلُ وَبِجَنْبِهِ امْرَأَةٌ لَمْ تَبْطُلْ طلاته وَلَا صَلَاتُهَا سَوَاءٌ كَانَ إمَامًا أَوْ مَأْمُومًا هذا مذهبنا وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَالْأَكْثَرُونَ

Ketika seorang lelaki sedang shalat dan di sampingnya terdapat seorang perempuan, maka shalatnya itu tidak batal (sah), dan shalat perempuan itu juga tidak batal, baik lelaki tersebut menjadi imam atau makmum, dan inilah pendapat mazhab kami (Syafii). Ini juga pendapat Imam Malik dan kebanyakan ulama.

Hanya mazhab Hanafi yang tampaknya menganggap tidak sah shalat pria dan wanita yang bercampur dalam satu saf tanpa adanya penghalang.

فَإِنْ صَفَّ نِسَاءٌ خَلْفَ الْإِمَامِ وَخَلْفَهُنَّ صَفَّ رِجَالٌ بَطَلَتْ صَلَاةُ الصَّفِّ الَّذِي يَلِيهِنَّ

Sejumlah perempuan yang berbaris di belakang imam, dan di belakang para perempuan itu terdapat barisan para lelaki, maka shalat barisan yang ada di belakang itu tidak sah.

Dalam kitab Tabyinul Haqaiq karya Imam Fakhrud Din al-Zayla‘I diterangkan demikian:

إنْ حَاذَتْهُ مُشْتَهَاةٌ فِي رُكْنٍ مِنْ صَلَاةٍ مُطْلَقَةٍ مُشْتَرَكَةٍ تَحْرِيمَةً وَأَدَاءً فِي مَكَان مُتَّحِدٍ بِلَا حَائِلٍ وَلَا فُرْجَةٍ أَفْسَدَتْ صَلَاتَهُ إنْ نَوَى إمَامَتَهَا وَكَانَتْ جِهَتُهُمَا مُتَّحِدَةً

Jika seseorang lelaki bersejajar dengan wanita dalam salah satu rukun shalat secara mutlak yang bersamaan dalam takbiratul ihram dan niat adaan, dalam satu tempat tanpat ada penghalang dan ruang renggang itu bisa membatalkan shalat lelaki tersebut jika ia niat menjadi imam dan keduanya berbaris lurus.

Dalam keterangan ini ditekankan bahwa lelaki dan perempuan yang berada dalam satu barisan shalat tanpa adanya penghalang itu tidak sah menurut mazhab Hanafi.

Baca Juga :  Haruskah Menginjak Kaki Teman untuk Merapatkan Saf dalam Salat Jamaah?

Pada dasarnya umat Muslim di Indonesia itu menggunakan pendapat mazhab Syafii. Karena itu, saf campur antara lelaki dan perempuan dalam shalat jamaah seperti yang sedang viral di medsos itu sah. Namun, hal itu bukan berarti tidak mengurangi pahala shalat berjamaah. Hal ini karena aturan yang sesuai dengan sunah Nabi itu lelaki di barisan depan, kemudian perempuan berada di barisan belakang.

 

18 KOMENTAR

  1. Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ syarah kitab al-Muhadzab menerangkan demikian:

    إذَا صَلَّى الرَّجُلُ وَبِجَنْبِهِ امْرَأَةٌ لَمْ تَبْطُلْ طلاته وَلَا صَلَاتُهَا سَوَاءٌ كَانَ إمَامًا أَوْ مَأْمُومًا هذا مذهبنا وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَالْأَكْثَرُونَ

    Ketika seorang lelaki sedang shalat dan di sampingnya terdapat seorang perempuan, maka shalatnya itu tidak batal (sah), dan shalat perempuan itu juga tidak batal, baik lelaki tersebut menjadi imam atau makmum, dan inilah pendapat mazhab kami (Syafii). Ini juga pendapat Imam Malik dan kebanyakan ulama.

    Hanya mazhab Hanafi yang tampaknya menganggap tidak sah shalat pria dan wanita yang bercampur dalam satu saf tanpa adanya penghalang.

    • Dalam kitab Majmu’ itu dijelaskan pd Juz berapa dan halaman brp? Sebab saya perlu rujukan utk masalah ini. Terima kasih.

  2. stiap tahun klu shalat Idul Fitri&Idul Adha di Palembang slalu shalat bcampuran, Maklumi jaa emag sikonnya kok, rame sangatttt…. hadeeeewww pasti cebong yg mbesar2kan mslah, krn yg shalat itu Pro Prabowo please aaah jgn klihatan kejang2nya

    • Bro ini sholat loh, msh bisa kok diatur shaf sholatnya apalagi disana byk ulamanya, byk mana dgn di mekkah saat sholat semua tertib menempati shafnya pria didepan wanita mundur kebelakang,ya sdhlah tergantung niat masing2 dan hanya Allah SWT yg tau diterima atau tdknya sholat seseorg

  3. Jika memang sdah ada hadist nabi yg melarang shaff campur knapa masih hrus cri pembenaran dri imam.!!! Sdh di jlaskan kita hrus ber iman pada kitab suci dan hadist nabi.!!! Inilah yg buat umat muslim bgaikan kelpa di tengah laut.! Dan mudah di adu domba.!!!

  4. Orang ibadah(shalat) ko di komentarin..
    Kemaren yg kampanye nandak/joged sampai jatuh ga di komentarin..
    Hadeeeeuuuhhh..
    Urusan ibadah biar ALLAH SWT yg beri ganjaran.. kita juga beLum tentu di terima smua amal ibadah kita..
    Masing” saja.. emang nanti yg di tanya ibadah nya siapa..??.. saya / ente / mereka..??..

  5. Dlm keadaan darurat tdk ada yg tdk bisa, yg haram sj bisa dihalalkan apalagi kalo cuma masalah shaf bercampur. Wallahu Alam bishawab.

  6. Dlm keadaan darurat tdk ada yg tdk bisa, yang haram sj bisa di halalkan apalagi kalo cuma masalah shaf bercampur dg laki dan perempuan, Wallahu Alam bishawab.

  7. Kalau keadaannya kurang memungkinkan boleh saja kalau merujuk lewat imam an-nawawi berdasarkan mazhab syafi’i, agama islam tidak pernah mempersulitkan umatnya..yang Salah itu yang SALAH itu orang yg tidak sholat menyalah”kan pula..double salahnya

  8. jk apa apa dicampur dg politik, beginilah adanya_yg benar jd salaj yg salah jadi benar bhkn yg tdk komentarpun jd salah juga. ditarik asalny sj. jk bicara shaf salat, mk carilah rujukanya_jk sejajar hukumny boleh, jk lk2 diblkng perempuan mk hukumny tdk sah.. bkn ttng siapa yg komentar, dan penyamaan antara salat dg joged? hukum ibadahny jlss beda_ puncakny mau cri tahu hukumny tdk?? jk ada niat pasti terima apa adany….

  9. Dimekkah pun juga sering terjadi shaf bercampur kok untuk ibadah haji jadi tolong perbanyak membaca justru hal itu lantaran masanya membeludak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here