Ustadz Quraish Shihab: Terlalu Banyak Kemudahan Beragama yang Kita Tolak

2
1123

BincangSyariah.Com – “Umat muslim sekarang ini, kalau saya terangkan keringanan dalam beragama, maka akan dianggap ingin menghilangkan agama:

“Mari kita mengganti emosi keagamaan dengan kecintaan terhadap agama” 

Demikian beberapa kutipan dari ungkap Ustadz Quraish Shihab dalam acara talkshow Shihab & Shihab yang akan ditayangkan di kanal Narasi Tv, kanal yang kini didirikan oleh putri beliau sendiri, Najwa Shihab. Acara yang dipandu langsung oleh mantan jurnalis Metro TV ini mengambil tema “Islam Wasathiyyah” dilaksanakan di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru Jakarta Setan. “Saya sekaligus “jualan” buku Abi yang terbaru Islam Wasathiyyah,” seloroh sosok yang kerap disapa dengan panggilan Mba Nana ini.

Diantara penjelasannya adalah, menurutnya untuk mewujudkan sebuah sikap dan praktik keislaman yang menggunakan prinsip wasathiyyah, pertama ia harus memiliki ilmu. Kedua, ia harus mampu menahan emosi. “Gantilah emosi keagamaan kita dengan kecintaan terhadap agama,”, terang sosok yang kini sering disapa dengan panggilan Abi Quraish ini. “Saya kasih contoh, kapan kita disyariatkan untuk berbuka puasa? Saat azan maghrib bukan. Lalu sebagian kita, ingin menambahkan dengan berujar, “tambah lagi dong 30 menit.” Ini bukan Wasathiyyah. Ini namanya melaksanakan agama dengan emosi, padahal tidak perlu seperti itu,” tambah Abi Quraish. “Dan yang ketiga adalah, selalu berhati-hati”, pungkas beliau.

Maka dari itu, menurut Abi Quraish saya peringatkan untuk kita semua agar menjaga emosi keagamaan kita. Orang yang menjalankan keagamaannya dengan perasaan emosi, tidak jarang justru melanggar agama yang ia yakini sendiri.

“Agama ada batas-batasnya, ada batas minimal ada batasan maksimal. Kurang dari batas minimal, kita dianggap orang yang menyepelakan agama. Sementara melakukan sesuatu melebihi batas maksimal membuat kita dikategorikan sebagai orang yang ghuluww. Ghuluww itu melampaui batas, tapi ia tidak selalu dapat diartikan sebagai ekstrim. Misalkan, terang pak Quraish, kita berwudhu itu ada batas minimalnya bukan ? satu kali. Tapi berapa maksimalnya ? Bebas ditinjau dari segi ini. Tapi apa karena di Indonesia, kita bebas menghambur-hamburkan air ? Tentu tidak !”

Baca Juga :  Sebagai Muslimah, Ini Tips Mempercantik Diri yang Perlu Diperhatikan

Salah satu yang disoroti Abi Quraish dalam paparannya tersebut adalah, persangkaan sebagian muslimin sendiri bahwa kemudahan beragama dalam Islam itu dianggap pelemahan atau justru penghilangan terhadap nilai-nilai ajaran agama. “Saya seringkali dianggap ingin menghilangkan ajaran agama ketika ingin menjelaskan kemudahan dalam beragama. Padahal ada sekian banyak kemudahan beragama, yang tersedia di dalam agama itu sendiri, kita tolak karena kita ingin meluapkan emosi keagamaan itu. Jangan begitu dong seharusnya, makanya syarat untuk mengerti wasathiyyah ini adalah memiliku ilmu yang cukup,” pungkas Abi Quraish

2 KOMENTAR

  1. Bapak kuraisy, sebaiknya anda engga usah mengajarkan ummat islam, atau memikirkan ummat islam,
    Sebaiknya Anda segera betaubat, taubatan nasuha, sebab umur anda udah tua, segera berbenah untuk menghadap Allah azza wa jall,

  2. Abu ziyad..ndak usah sok menghakimi seorang ulama …anda bkan kapasitasnya untuk membantah pendapat beliau apalagi mencemooh beliau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here