Uni Emirat Arab Jalin Kerja Sama dengan Israel, Rakyat Palestina Terlukai

0
746

BincangSyariah.Com – Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel memutuskan untuk menormalisasi hubungan yang difasilitasi oleh Amerika Serikat. Hal ini diumumkan pada 13 Agustus 2020 lalu.

Keduanya membentuk poros keamanan baru di Timur Tengah. Poros yang dibentuk UEA-Israel ini bertujuan untuk menghadang Iran dan militan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Kini, UEA resmi menjadi negara ketiga setelah Jordania dan Mesir yang menjalin hubungan dengan Israel dalam kurun waktu 70 tahun terakhir. (Baca: Palestina – Israel Bekerjasama Lawan Corona)

Menteri Pertahanan (Menhan) Uni Emirat Arab dan Israel, resmi menyepakati kerja sama keamanan. Menhan UEA Mohammed al-Bawardi dan Menhan Israel Benny Gantz membahas peningkatan komunikasi untuk kepentingan kedua negara khususnya dan keamanan kawasan umumnya.

Kantor berita UEA, WAM melaporkan Bawardi dan Gantz telah sepakat untuk menjaga saluran komunikasi yang terbuka di antara kedua pemerintahan.

Saat ini, pemerintah Israel dan Uni Emirat Arab pun bergegas untuk menjalin kerja sama keamanan dan membuka penerbangan komersial pascanormalisasi hubungan kedua negara tersebut.

Kedua negara tersebut sepakat bahwa keduanya memiliki kepentingan keamanan yang sama. “Kolaborasi akan memperkuat stabilitas kawasan,” demikian pernyataan Gantz.

Pertemuan pertama tersebut fokus pada isu penerbangan dan pariwisata, perdagangan, bisnis, kesehatan, energi, keamanan, dan hal-hal lain.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa perjanjian tersebut sangat bersejarah dan akan memacu pertumbuhan ekonomi secara umum, terutama selama masa pandemic Covid-19. Ia berharap negara-negara lain di kawasan Timur Tengah akan bergabung dalam lingkaran perdamaian.

Terkait kerja sama dalam penerbangan, pertama, penerbangan tersebut akan menjadi perjalanan langsung yang komersial secara resmi. Penerbangan tersebut nantinya akan menjadi tanda penting dalam kemajuan hubungan kedua negara.

Baca Juga :  Anggota Keluarga yang Wajib Dibayarkan Zakat Fitrah

Kerja sama dalam penerbangan tersebut akan menjadi pilihan sulit bagi Arab Saudi untuk mengambil sikap. Meskipun menyuarakan dukungan hangat, Pemerintah Arab Saudi juga menyatakan bahawa Arab Saudi tidak akan mengikuti jejak UEA dalam menormalisasi hubungan dengan Israel.

Tapi, pemberian izin untuk melintas di wilayah udara juga bisa dimaknai sebagai restu dan dukungan Arab Saudi terhadap normalisasi yang dilakukan UEA dan Israel. Semantara itu, hal tersebut tentu akan melukai rakyat Palestina.

Tanpa persetujuan Arab Saudi, kerja sama penerbangan tersebut kemungkinan harus mengambil rute memutar dan bisa berisiko yakni di Yaman dan harus melalui Teluk Persia.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here