Ungkapan Duka Cita Para Ulama atas Wafatnya Habib Ali al-Masyhur

0
1823

BincangSyariah.Com – Kabar duka kembali datang. Kali ini adalah wafatnya salah seorang ulama besar dari wilayah Hadramaut, Yaman, Habib Ali al-Masyhur. Beliau adalah kakak tertua Habib Umar bin Hafidz, ulama yang masyhur berdakwah ke berbagai belahan dunia. Kabar duka disampaikan oleh sejumlah tokoh habaib dari berbagai belahan dunia. Ungkapan duka cita juga hadir berbagai organisasi Islam termasuk di Indonesia.

Berita wafatnya Habib Ali al-Masyhur misalnya disampaikan oleh akun Instagram resmi Habib Umar bin Hafidz, @habibomarcom, disampaikan bahwa, “telah kembali ke rahmatullah, saudara tertuaku al-‘Allamah al-Mufti al-Habib ‘Ali al-Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafizh bin Syaikh Abu Bakar bin Salim.”

Lanjut beliau, diinfokan bahwa sang kakak akan disemayamkan di rumahnya di samping Masjid al-Muhdhar, jam 3.30 waktu Yaman. Selanjutnya diiringi dengan doa,

“kami bermunajat kepada Allah agar menerima segala kebaikan beliau dan melipatgandakannya hingga tak terhingga. Semoga Allah menghapus kekeliruan-kekeliruannya dan menggantikannya dengan kebaikan; memuliakannya saat bertemu kepada-Nya; menerima-Nya dengan penuh kemaafan, ampunan, dan keridhoan; membalasnya dengan sebaik-baik balasan atas apa yang ia telah perbuat untuk umat; dan semoga Allah menggantikan setelah kepergiannya dengan pengganti yang terbaik untuk keluarganya, para ahli ilmu, penduduk negeri, dan semua umat muslim. Dan semoga Allah menjadikan kepergiannya sebagai jalan keluar dan kebaikan bagi keadaan umat Muslim dan Allah mengangkat wabah dan cobaan dari umat ini. Inna Lillahi wa Inna ilaihi Roji’un.”

Habib Ali al-Jufri juga menyampaikan pesan dukanya, seperti ditampilkan di akun Instagram resmi beliau, @alhabib.ali. Ulama yang kini tinggal di Abu Dhabi ini mengatakan,

“Hadramaut kehilangan seorang alim, ahli fikih, imamnya, generasi yang belajar dan berjihad, Syaikhana al-‘Allamah Habib Ali al-Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafizh bin Syaikh Abu Bakar bin Salim al-Husaini as-Syafi’I al-Asy’ari.”

Seperti disebutkan Habib Ali al-Jufri, mendiang Habib Ali al-Masyhur adalah Pimpinan Dewan Fatwa di Kota Tarim dan Pimpinan Dar al-Mustofa (Pesantren yang juga dipimpin oleh Habib Umar bin Hafizh, adik beliau).

Seperti dikutip dari historia.id, konflik di Yaman pada tahun 60-an pernah membuat negara ini terbagi menjadi Yaman Utara dan Yaman Selatan. Yaman Selatan waktu itu didukung oleh Uni Soviet sehingga negara tersebut berhaluan komunis. Di masa penguasaan komunis-sosial itu, ayahanda Habib Umar dan mendiang Habib Ali al-Masyhur pernah ditangkap oleh mereka dan dikabarkan dibunuh. Kondisi yang memilukan itu namun tetap membuat keturunan beliau, termasuk Habib Umar, terus merintis untuk mengajarkan masyarakat. Dan berdirilah Dar al-Mushtofa di medio 80-an, dimana Habib Ali al-Masyhur dan Habib Umar bin Hafizh bersama-sama mengajar masyarakat Tarim waktu itu. Selain itu, Habib Ali al-Masyhur ikut berkontribusi mendamaikan konflik atas masyarakat, mendirikan masjid dan tempat pendidikan, dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Habib Ali al-Jufri kemudian melanjutkan ungkapan duka citanya. Beliau menyebutkan doa yang selalu dibacakan dan diulang-ulang Habib Ali al-Masyhur di berbagai macam kesempatan,

أللهم بصّرني بعيوب نفسي واستر عيوب الخلق عنّي

Ya Allah tampakkanlah aib-aib diriku kepadaku sendiri dan tutuplah diriku dari mengetahui aib orang lain.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here