Umat Nabi Terpecah Menjadi 73 Golongan, Siapakah yang Selamat?

0
3905

BincangSyariah.Com -Tragedi perpecahan umat di kalangan bani Israel telah dituliskan dalam sejarah perjalanan umat manusia. Perpecahan di antara umat Islam pun demikian. Hal ini sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Nabi Saw. dalam sabdanya:

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِى مَا أَتَى عَلَى بَنِى إِسْرَائِيلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً لَكَانَ فِى أُمَّتِى مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ وَإِنَّ بَنِى إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى

Sesungguhnya akan datang pada umatku sesuatu (perpecahan) yang datang pada Bani Israil  (bagai) terompah saling behadapan. Sehingga jika diantara meraka (kaum bani Israel) terdapat seseorang yang menyetubuhi ibunya sendiri secara terang-terangan, niscaya dari umatku terdapat orang yang melakukan hal demikian. Dan sesungguhnya bani Israel terpecah menjadi tujuh puluh dua agama, sedang umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga agama, semuanya masuk neraka kecuali satu agama. Para sahabat bertanya : “siapakah satu golongan itu ya Rasulallah?” Rasul Saw. menjawab: “Agama  yang aku dan para sahabatku menetapinya.” (HR. al-Tirmidzi)

Dari hadis di atas, dapat dipahami bahwa umat muhammad akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan dan yang kelak akan selamat hanya ada satu, yaitu mereka sekumpulan umat yang mengikuti ajaran nabi dan para sahabatnya. (Baca: Menguji Keaslian Hadis ‘Terpecahnya Umat Islam Menjadi 73 Golongan’)

Para ulama mencoba memahami dan menjelaskan arahan dari satu umat pengikut ajaran Nabi dan para sahabatnya yang kelak akan selamat atau yang sering dikenal dengan firqah najiyah, sebagai berikut:

Baca Juga :  Membaca Hal Politis dalam Kemunculan Sekte-Sekte Islam

Sebagian ulama seperti Abu Sa’id Muhammad bin Muhammad al-Khadimi dalam karyanya Bariqah Mahmudiyyah Fi Syarh Thariqah Muhammadiyyah wa Syari’ah Nabawiyyah menjelaskan, bahwa arti umatku dalam sabda nabi “umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga agama” adalah umat ijabah. Yaitu mereka telah mengimani bahwa tiada tuhan selain allah SWT dan iman atas kerasulan muhammad SAW serta kebenaran ajaran beliau, meskipun diantara mereka terdapat orang-orang yang dzalim.

وأمة الإجابة: هي كل من آمن به وأقر بأنه لا إله إلا الله وأن سيدنا محمدا رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم سواء الظالم منهم لنفسه والمقتصد والسابق بالخيرات

“Umat ijabah adalah umat yang telah mengimani bahwa tiada tuhan selain Allah Swt dan iman atas kerasulan Muhammad Saw dan kebenaran ajaran beliau, meskipun diantara mereka terdapat orang-orang dlolim, orang orang yang bersikap sederhana dan tidak berlebihan juga mereka yang senantiasa berlomba lomba dalam kebaikan”.

Dari pengertian umatku dalam penjelasan di atas, maka umat yang akan selamat (firqah najiyah) yaitu golongan ahlu sunnah wal jama’ah dan dalam hal ini tertentu hanya penganut Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi.

وتفترق أمتي الظاهر أمة الإجابة إلى أن قال قالوا من هي يا رسول الله قال ما أي أنا عليه وأصحابي وهي أهل السنة والجماعة من الماتريدية والأشاعرة

Dan umatku akan terpecah, ialah umat ijabah. Para sahabat bertanya: “Siapakah satu golongan itu ya rasulallah?” Rasul Saw. menjawab : “Agama  yang aku dan para sahabatku menetapinya (firqah najiyah)” yaitu ahlu sunnah wal jama’ah dari golongan pengikut Imam Abu Hasan al- Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi (Bariqah Mahmudiyyah Fi Syarh Thariqah Muhammadiyyah Wa Syari’ah Nabawiyyah).

Akan tetapi, pendapat ini tampaknya membatasi hanya umat Nabi Muhammad yang berpaham Asy’ariyyah dan Maturidiyyah secara teologis saja. Bagaimana dengan umat Muslim lain yang juga bersyahadat dan melaksanakan shalat, tapi tidak mengikuti teologi Asy’ariyyah dan Maturidiyyah?

Baca Juga :  Memberi Susu Formula Menjadikan Ibunya Disiksa di Neraka?

Oleh karena itu, ulama lain menafsirkan berbeda dengan pendapat di atas mengenai pengertian umatku dalam sabda Nabi, yakni umat da’wah, yaitu umat yang menjadi sasaran dakwah Nabi muhammad SAW. dari golongan manusia ataupun jin, baik yang beriman atau tidak, sehingga umat ini lebih umum dari umat ijabah.

وتفترق أمتي أمة الدعوة لا أمة الإجابة – إلى أن قال-  أن أمة الدعوة هي من بعث إليه النبي صلى الله عليه وآله وسلم سواء آمن به أم كفر جنا وإنسا منذ بعثه إلى يوم القيامة

ummatku akan terpecah, yakni ummat dakwah bukan ijabah. Sesungguhnya ummat dakwah ialah ummat yang menjadi sasaran dakwah Nabi Muhammad dari golongan manusia ataupun jin, baik yang beriman atau tidak, mulai diutusnya nabi hingga hari akhir (al-Mausu’ah al-yusufiyah).

Dari sini maka golongan yang akan selamat tidak tertentu hanya penganut imam Abu Hasan al- As’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, selama tidak mengingkari dan menyalahi hal-hal yang telah disepakati dalam agama atau ma’lumun minad din bid dhoruroh.

ويدخل فيها جميع الفئات والمذاهب والجماعات التي لا تخالف أو تنكر معلوما من الدين بالضرورة

Dan masuk kategori ahli surga ( firqoh najiyah ), mereka para golongan, madzhab, serta jama’ah yang tidak menyalahi dan mengingkari hal yang diketahui secara umum dalam agama (ma’lumun minad din bid dhoruroh).

Al-Ghazali dalam karyanya faishalu al-Tafriqah baina al-Islam wa al-Zindiqah (vol 96) memberikan pandangan lain tentang firqah najiyah, sebagai berikut :

وتكون الناجية واحدة وهي التى تدخل الجنة بغير حساب ولا شفاعة

“ Dan umat yang selamat hanya satu, yaitu mereka yang masuk surga tanpa hisab dan syafa’ah”. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here