Umamah binti Abu Al-Ash: Cucu Perempuan Kesayangan Rasulullah

0
136

BincangSyariah.Com – Rasulullah adalah sosok yang sangat mencintai keluarganya. Terlebih beliau juga sangat mencintai para cucunya. Mungkin banyak yang mengetahui bahwa Hasan dan Husen adalah dua cucu laki-laki Rasulullah. Selain Hasan dan Husen, Rasulullah juga mempunyai cucu perempuan yaitu Umamah binti Abu Al-Ash.

Nasab dan Keluarga

Nama lengkapnya adalah Umamah binti Abu al-Ash bin ar-Rabi’ bin Abdu al-Uzza bin Abdu asy-Syams bin Abdu Manaf bin Qushay. Ibunya adalah Zainab putri Rasulullah. Umamah merupakan cucu pertama Rasulullah sehingga wajar beliau disebut sebagai kesayangan Nabi. Sebagaimana umumnya seorang kakek mendapatkan cucu pertama.

Dari sisi nasab, tentulah Umamah memiliki nasab terbaik. Ia terlahir dari keluarga terbaik. Kakeknya sosok paling muli dan neneknya Khadijah juga merupakan wanita terbaik di dunia. Ibunya adalah putri tertua Nabi Zainab. Dikisahkan bahwa Zainab memiliki 2 anak , laki-laki dan perempuan. Anak laki-lakinya adalah Ali. Namun kakak Umamah meninggal  saat masih kecil.  Dikisahkan bahwa dalam Fathu Mekkah beliau dibonceng oleh nabi SAW.

Sementara ayahnya, Abu al-Ash, adalah seorang laki-laki Mekah yang dikenal memiliki akhlak mulia. Ia juga digelari Al-amin (yang jujur dan terpercaya) oleh penduduk Mekah. Seorang pedagang yang jujur, menunaikan hak-hak orang lain. Beliau sangat menaruh hormat dan cinta kepada mertuanya, Rasulullah. Terbukti dengan seringnya ia berkunjung ke rumah ayah mertuanya itu karena menaruh hormat pada beliau.

Kehidupannya Bersama Rasulullah

Rasulullah dikenal sosok penyayang terhadap para cucunya. Sesekali beliau mencium, mengendong dan bermain dengan para cucu. Tak jarang beliau shalat sembari menggendong cucunya. Rasulullah pernah shalat sambil menggendong. Apabila rukuk, beliau letakkan. Saat berdiri, beliau gendong kembali. Hal ini disebutkan dalam kitab Shahih Bukhari :

حَدَّثَنَا أَبُو قَتَادَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِي الْعَاصِ عَلَى عَاتِقِهِ فَصَلَّى فَإِذَا رَكَعَ وَضَعَ وَإِذَا رَفَعَ رَفَعَهَا

Baca Juga :  Khadijah Pernah Bertemu Malaikat Jibril, Ini Reaksinya

Abu Qatadah menceritakan kepada kita , beliau berkata Rasulullah keluar bersama kita dan Umamah binti Abu-Al-Ash berada di atas bahunya kemudian Rasulullah shalat dan jika  rukuk beliau letakkan dan jika berdiri beliau mengangkatnya.” (H.R Bukhari)

Diriwayatkan dari Aisyah bahwasanya Rasulullah pernah diberikan sebuah kalung oleh seseorang. Beliau bersabda :

عن عائشة أم المؤمنين قالت أهدى النجاشى إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم حلقة فيها خاتم ذهب . فيه فص حبشى . فأخذه رسول الله صلى الله عليه و سلم بعود . وإنه لمعرض عنه . أو ببعض أصابعه . ثم دعا بابنة ابنته أمامة بنت أبى العاص فقال تحلي بهذا يا بنية.

Dari Aisyah beliau berkata : Raja Najasyi menghadiahkan kepada nabi perhiasan yang diantaranya ada cincin emas yang batu cincinya dari Habasyah. Rasulullah SAW lalu mengambilnya dengan sebatang kayu dan beliau berpaling darinya atau mengambilnya dengan jari-jari tangannya, kemudian beliau memanggil cucu perempuannya yang bernama Umamah binti Abu Al-Ash sambil bersabda: berhiaslah kamu dengan ini wahai putriku.” (H.R Ibnu Majah)

Umamah pun mengenakannya dan menikmati kasih sayang, perhatian, dan kelembutan kakeknya.

Pernikahan Umamah

Dalam kitab Al-Wafi Bi Al-Wafayat disebutkan bahwa Fatimah bibi Umamah berwasiat agar Ali bin Abu Thalib menikahi Umamah sepeninggal beliau. Setelah Fatimah wafat, Ali pun menikai Umamah. Namun dari pernikahannya, beliau tidak dikaruniai anak. Sepeninggal Ali, Umamah dinikahi Zubair bin al-Awwam. Hal ini mendapatkan wasiat dari ayahnya agar menikah dengan Zubair bin Awwam. Namun Zubair bin Awwam meninggal terlebih dahulu, usai masa iddah Umamah dinikahkan dengan Al-Mughirah bin Naufal. Dalam kitab Mar’atus Zaman Fi Tawarikh Al-A’yan disebutkan bahwa dari pernikahan ini Umamah dikarunia putra bernama Yahya. Sejak itu beliau dikenal dengan nama Abu Yahya.

Baca Juga :  Hukum dan Bacaan Khutbah Nikah

Wafatnya Umamah

Umamah binti Abu al-Ash wafat tatkala berstatus sebagai istri al-Mughirah bin Naufal . Dan referensi-referensi sejarah tidak menyebutkan detil tentang wafatnya. Dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala’ disebutkan bahwa beliau wafat pada masa khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan. Wallahu A’lam Bisshawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here