Ulama al-Azhar Sarankan Hentikan Sementara Shalat Jumat dan Jamaah di Masjid

2
2379

BincangSyariah.Com– Sejak disebutkan oleh WHO bahwa korona sebagai bentuk wabah pandemi, beberapa negara mulai memperhatikan masalah kesehatan dan interaksi sosial. Beberapa tulisan telah menyebutkan agar tidak terjadinya kontak sosial. Artinya dianjurkan bagi setiap orang untuk menjaga jarak interaksi dengan kriteria minimal jarak 1,5 meter. Hal ini untuk sebagai upaya antisiaptif dari penyebaran pandemik secara lebih signifikan.

Hal ini pun juga berdampak kepada beberapa praktik hukum Islam yang memiliki kontak langsung. Untuk menghindari penyebaran dan virus covid-19, Ikatan Ulama Al-Azhar dalam situs akun twiternya merilis mengentikan sementara shalat Jamaah dan Jumat (Minggu/15/03/2020). (Baca: Fatwa Syaikh Ibn Bayyah terkait Virus Korona)

Haiat Kibar al-Ulama al-Azhar al-Syarif, (Ikatan ulama al-Azhar) ini menyerukan agar umat Islam menghentikan untuk sementara melaksanakan shalat Jumat dan shalat jamaah. Keharusan untuk ‘menunda’ ini bagi para ulama al-Azhar ini diambil degan pertimbangan kepada tujuan syariat Islam seperti hifz al-Nafs, menjaga jiwa dari segala marabahaya dan kemudaratan. Upaya ini juga disebut dengan social distanting. Sebagaimana disebutkan bahwa tujuan ‘penundaan’ ini agar tidak tersebarnya virus dan pandemik ini ke berbagai negara.

Para ulama juga menganjurkan bagi orang sakit, maupun lansia untuk menetap di rumah bersamaan dengan kesungguhan setiap negara dan otoritas dalam mencegah penyebaran virus ini. Hal ini dikarenakan kesehatan jasmani merupakan fondasi utama dan tujuan dari syariat Islam.

Adapun dalil yang digunakan oleh Ikatan Ulama al-Azhar dalam penundaan pelaksaan shalat Jamaah dan Jumat ini adalah hadis dari Abdullah ibn Abbas.

أن عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ قال لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ: إِذَا قُلْتَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، فَلاَ تَقُلْ حَيّ عَلَى الصَّلاَةِ، قُلْ: صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ، فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا، قَالَ: فَعَلَهُ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي، إِنَّ الْجُمُعَةَ عَزْمَةٌ، وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُحْرِجَكُمْ، فَتَمْشُونَ فِي الطِّينِ وَالدَّحَضِ».

Baca Juga :  2 Orang Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Baca Shalawat Ini Agar Terlindung dari Penyakit

Dari Abdullah ibn Abbas, bahwasanya dia berkata kepada seorang Muadzzin ketika terjadi hujan lebat. “saat kamu mengumandkan Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah, maka jangan kumdangkan Hayya ‘Ala al-Shalat, akan tetapi ucapakanlah, Shallu fi Buyutikum (shalatlah di rumahmu). Saat itu, para sahabat seolah-olah menentang seruan Ibnu Abbas tersebut. Ia berkata, “orang yang lebih baik dari diriku telah melakukannya. Sungguh (Shalat) Hari Jumat itu merupakan hukum asal (azimat), akan tetapi aku tidak ingin menyulitkan kalian dengan berjalan di tanah liat dan tempat yang licin.” (HR al-Bukhari. 3423)

Dari dalil ini disebutkan bahwa penggantian kalimat hayya ‘ala al-Shalat, digantikan dengan shallu fi buyutikum. Hal itu menjadi ketentuan karena rukshah dalam keadaan hujan lebat. Menurut Ulama al-Azhar kondisi sekarang bahayanya virus ini justru dibolehkan karena menghindari wabah.

Meski demikian, para ulama al-Azhar tetap mengajak masyarakat agar tetap beribadah di rumah masing-masing, mendengarkan seruan, araham dari otoritas pemerintah untuk selalu menjaga kesehatan sembari berdoa kepada Allah Swt agar wabah pandemi ini segera berlalu, serta selalu menerbakan kebaikan bersama.

Fatwa al-Azhar
Fatwa al-Azhar

2 KOMENTAR

  1. […] Anggapan semacam ini juga sempat berkembang di kalangan para ilmuwan sendiri. Dalam hal ini, sebagian ilmuwan curiga wabah virus Corona sengaja diciptakan oleh Amerika Serikat dan China. Hal ini didasarkan kepada daftar paten obat ampuh untuk mengobati pasien virus Corona yang memang diciptakan oleh kedua negara tersebut. (Baca: Ulama al-Azhar Sarankan Hentikan Sementara Shalat Jumat dan Jamaah di Masjid) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Di saat Pemerintah, para ahli medis, dan ulama mengimbau masyarakat untuk menekankan social distancing, menjaga jarak antara satu dengan yang lain akibat corona, termasuk imbauan tidak berkumpul-kumpul di masjid terlebih dahulu, ini ada sebagian tokoh masyarakat yang justru mengimbau sebaliknya. “Lawan Corona dengan memakmurkan masjid,” begitu kurang lebih imbauannya. (Baca: Ulama al-Azhar Sarankan Hentikan Sementara Shalat Jumat dan Jamaah di Masjid) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here