Tujuh Syarat Hak Asuh Anak Menurut Islam

0
1042

BincangSyariah.Com – Pada artikel sebelumnya yang berjudul Hak Asuh dalam Islam, telah dijelaskan bahwa jika antara suami istri itu bercerai, maka hak asuh adalah berada dipihak ibu dan keluarganya jika anak masih berumur kurang dari tujuh tahun. Namun, jika anak sudah berumur tujuh tahun, maka anak disuruh memilih antara ikut bapak atau ibu.

Tetapi, hak pengasuhan tersebut ternyata memiliki tujuh syarat yang harus dipenuhi oleh ibu atau pihak yang mengasuhnya. Adapun ketujuh syarat tersebut sebagaimana termaktub dalam kitab taqrib karya imam Abu Syuja’ adalah

  1. Berakal sehat. Maka perempuan gila tidak boleh mengasuh anak, baik gilanya terus menerus atau kadang-kadang. Jika hanya sedikit kegilaannya, misalnya sehari dalam setahun, maka tidak batal hak pengasuhan sebab yang demikian itu.
  2. Maka tidak boleh mengadakan pengasuhan bagi perempuan yang berstatus sebagai budak (amat), meskipun tuannya mengizinkan untuk mengasuh.
  3. Beragama Islam. Maka tidak boleh bagi orang kafir mengasuh anak Islam.
  4. Maka, bagi pengasuh disyaratkan terbebas dari hal-hal yang tidak halal.
  5. Maka tidak boleh mengasuh bagi perempuan fasik. Dan tidak disyaratkan dalam hubungannya dengan mengasuh adanya bukti sifat keadilan secara batin tetapi cukup melihat keadilan sang pengasuh dari lahirnya.
  6. Bertempat di negeri anak. Sekiranya kedua orang tua nya menetap di satu negeri, jika salah seorang dari keduanya berkehendak berpergian karena ada hajat, misalnya haji atau berdagang dalam masa yang lama atau pendek berpergiannya, maka anak yang sudah pandai dan lainnya beserta bapak atau ibu yang mukim hingga salah seorang yang pergi itu kembali (pulang). Jika salah seorang dari keduanya (bapak atau ibu) berkehendak berpergian karena tujuan pindah, maka bapaklah yang lebih utama mengasuh daripada ibu. Oleh karena itu, hendaknya bapak meminta anak itu dari pihak ibu.
  1. Yakni ibunya tidak punya suami yang bukan dari mahram anak. Jika ibunya telah menikah dengan seorang laki-laki dari mahram anak, misalnya pamannya (anak), anak laki-laki paman atau anak laki laki saudara laki-lakinya dan masing masing dari mereka telah rela untuk mengasuhnya, maka tidak menjadi gugur hak pengasuhan ibu sebab hal itu.
Baca Juga :  Hak Asuh Anak dalam Islam

Jika dari ketujuh syarat itu cacat dalam pihak ibu, maka gugurlah hak pengasuhan ibu, dan bagi bapak berhak untuk mengasuh anak tersebut. Wa Allahu A’lam bis Shawab



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here