Tujuh Kiat Bisnis Agar Untung Dunia dan Akhirat

0
390

BincangSyariah.Com – Bisnis merupakan bagian dari aktivitas muamalah yang pada dasarnya hukumnya boleh. Apapun inovasi bisnis yang dilakukan manusia hukumnya boleh, selama tidak melanggar rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Swt. berfirman:

قَالَ الله ُتَعَلى اَنَا ثَالِثُ الشَّرِيْكَيْنِ مَالَمْ يَحُنْ اَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ فَاِذاَ خَانَهُ خَرَجْتُ مِنْ بَيْنِهِمَا.

Artinya: Allah Swt. berfirman saya adalah pihak ketiga dari dua orang yang bekerjasama selama tidak ada yang berkhianat, apabila salah satu dari mereka berkhianat maka aku keluar dari mereka. (H.R. Dar al-Quthni, 2933).

Bisnis yang baik akan diberkahi Allah. Berikut ini kami sebutkan kiat bisnis yang perlu diketahui para pebisnis agar diberkahi Allah Swt.

Pertama, tidak melakukan kezaliman, baik terhadap rekan bisnis dan kepada konsumen. Rasullullah dalam sebuah hadis mengatakan:

لا ضرر ولا ضرار

Artinya: Jangan membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.

Kedua, riba. Bisnis yang mengandung unsur riba pasti tidak diberkahi oleh Allah.

Ulama sepakat segala bentuk riba haram dilakukan. Adapun jenis dan bentuk riba dapat dibaca pada artikel yang telah pernah penulis tulis sebelumnya.

Ketiga, perjudian. Bisnis yang didasarkan pada perbuatan tabak-tebakan atau judi diharamkan Allah. Allah Swt. berfirman dalam Surah al-Maidah ayat 90:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Keempat, penipuan. Praktik penipuan pasti tidak akan bertahan lama. Ibarat pepatah mengatakan sebaik-baik tupai melompat pasti akan pernah jatuh. Begitu pula praktik menipu. Sekali ketauan menipu maka seumur hidupnya tidak akan dipercaya orang lain.

Baca Juga :  Hukum Jual-Beli Mushaf Alquran

Kelima, risywah atau praktik suap menyuap. Suap biasanya ditujukan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar. Praktik suap dilarang dalam Islam baik dari pelaku maupun yang menerima. Artinya pasif maupun aktif sama-sama dilaknat oleh Allah Swt.

Keenam, barang-barang haram. Islam melarang menjual beli barang yang haram dikonsumsi dan barang-barang yang memang bertujuan untuk yang diharamkan.

Ketujuh, maksiat. Setiap muamalah yang mengandung unsur maksiat, maka keuntungan dari perbuat tersebut maka haram dilakukan.

Ketujuh ketentuan di atas mesti dihindari dan diperhatikan para pebisnis. Agar bisnis yang dijalani untung dunia akhirat atau yang kita sebut dengan al-falah. Semoga bermanfaat.  Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here