Tujuh Adab yang Harus Dimiliki Murid Menurut Imam Ghazali

0
1994

BincangSyariah.Com – Agar ilmu yang dipelajari bermanfaat dan masuk ke dalam hati maka seorang murid harus memiliki adab tertentu. Menurut Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, setidaknya ada tujuh adab dan tugas yang harus dipenuhi seorang murid. Yaitu;

Adab yang pertama, seorang murid terlebih dahulu harus membersihkan jiwa dari segala bentuk akhlak yang tercela. Ini didasarkan kepada sabda Rasulullah saw., “Agama itu didirikan di atas pondasi nilai-nilai kebersihan.”

Yang dimaksud ialah bukan kebersihan pakaian semata, akan tetapi juga kebersihan hati. Sesungguhnya ‘najis’ itu tidak hanya berkenaan dengan sesuatu yang melekat pada pakaian saja. Dengan kata lain, sepanjang jiwa tidak turut dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat padanya, maka ia tidak akan pernah bisa menerima ilmu yang bermanfaat.

Adab yang kedua, mengurangi berbagai ketergantungan yang ada pada hati dan sebisa mungkin menjauh dari kampung halaman (berhijrah), supaya hati bisa terfokus pada ilmu. Sebagaimana firman-Nya, “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya.” (QS. Al-Ahzab; 4)

Oleh karena itu, jelas Imam Ghazali, ada sebuah ungkapan yang mengatakan, “Ilmu tidak akan memberimu walau sebagiannya saja, sampai engkau memberikan dirimu utuh kepadanya.”

Adab yang ketiga, jangan bersikap sombong terhadap ilmu dan tidak membangkang kepada aturan yang telah ditetapkan oleh guru. Rasulullah saw. pernah mengingatkan melalui sabda beliau berikut ini, “Sikap berlebihan (terlalu mengkultuskan) bukan termasuk akhlak seorang Mukmin, kecuali dalam urusan menuntut ilmu.” (HR. al-Hakim dan Thabrani)

Sebagaimana seorang penyair mengatakan, “Ilmu itu enggan menyambut pemuda yang sombong laksana banjir yang malas mencapai tempat yang tinggi.”

Adab yang keempat, berusaha dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk tidak mencari-cari perselisihan di antara sesama manusia. Karena, hal itu dapat menimbulkan kegelisahan dan penderitaan bagi jiwa.

Baca Juga :  Sebab Datang dan Hilangnya Hidayah Menurut Imam Ghazali

Adab yang kelima, setiap disiplin ilmu yang terpuji harus terus ditekuni, sampai terlihat dengan jelas tujuan atau hasilnya. Jika seseorang memiliki kesempatan yang memadai, maka ia dituntut untuk menyempurnakan di dalam mempelajari ilmu. Kalau tidak, maka ia pilih saja yang terpenting dari ilmu yang tersedia. Menjatuhkan pilihan pada yang paling penting itu dilakukan setelah mengamati keseluruhannya terlebih dahulu.

Adab yang keenam, memfokuskan perhatian terhadap ilmu yang paling penting diantara ilmu-ilmu yang ada. Menurut Imam Ghazali, ilmu itu ada dua bagian, mu‘amalah dan mukasyafah. Muamalah adalah ilmu yang mempelajari seputar hubungan hamba dengan sesama. Sedangkan mukasyafah adalah ilmu yang mempelajari seputar rahasia kedekatan hamba kepada Allah ta’ata. Seseorang hendaknya memulai dari ilmu mu’amalah kemudian ilmu mukasyafah. Sebab mu‘amalah itu akan menuju kepada mukasyafah.

Adab yang ketujuh, menuntut ilmu dengan tujuan untuk menghiasi batin dengan sifat-sifat yang dapat mengantarkan hamba kehadirat Allah Ta‘âla dan berada pada posisi para malaikat yang selalu berada di dekat-Nya. Jadi, bukan untuk memperoleh kekuasaan, harta dan kedudukan duniawi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here