Tujuh Wasiat Nabi Saw Kepada Abu Dzar Al-Ghifari

0
1000

BincangSyariah.Com – Abu Dzar Al-Ghifari termasuk sahabat yang masuk Islam paling awal. Ia berasal dari suku Ghifar dan mendatangi Nabi Saw. di Mekah untuk menyatakan masuk Islam. Selain termasuk golongan sahabat senior, beliau juga merupakan sahabat setia dan selalu berusaha untuk senantiasa berinteraksi dengan  Nabi Saw. Karena itu, tidak heran jika beliau banyak mendapat bimbingan dan wasiat langsung dari Nabi Saw.

Disebutkan bahwa suatu saat Nabi Saw. berwasiat kepada Abu Dzar mengenai tujuh perkara. Ketujuh perkara ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Thabrani berikut;

اَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم بِسَبْعٍ : اَنْ اَنْظُرَ اِلَى مَنْ هُوَ اَسْفَلَ مِنِّيْ وَلاَ اَنْظُرَ اِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِيْ وَاَنْ اُحِبَّ اْلمَسَاكِيْنَ وَاَنْ اَدْنُوَ مِنْهُمْ وَاَنْ اَصِلَ رَحِمِيْ وَاِنْ قَطَعُوْنِيْ وَجَفُوْنِيْ وَاَنْ اَقُوْل اْلحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا وَاَنْ لَا اَخَافُ فِي اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ وَاَنْ لَا اَسْأَلَ اَحَدًا شَيْئًا وَاَنْ اَسْتَكْثِرَ مِنْ لَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِا للهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ فَأِنَّهَا مِنْ كُنُوْزِ اْلجَنَّةِ

“Kekasihku Muhammad Saw. mewasiatkan tujuh hal kepadaku; ‘Aku harus melihat orang yang lebih rendah dariku dan tidak melihat orang yang berada di atas ku, aku harus mencintai orang miskin dan harus dekat dengan mereka, aku harus menyambung silaturrahim dengan kerabatku meskipun mereka memutuskan hubungan dan jahat kepadaku, aku harus menyampaikan yang benar meskipun pahit, aku tidak perlu khawatir terhadap celaan orang lain dalam menjalan perintah Allah, aku tidak boleh meminta apapun kepada orang lain dan aku harus memperbanyak membaca kalimat ‘La hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim’ karena kalimat tersebut termasuk harta simpanan di surga.”

Berdasarkan hadis  ini, tujuh perkara yang diwasiatkan Nabi Saw. kepada Abu Dzar sebagai berikut;

Baca Juga :  Wasiat Pertama Nabi Ketika di Madinah

Pertama, selalu melihat orang yang lebih rendah dan tidak melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam masalah harta dan kedudukan).

Kedua, selalu mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka.

Ketiga, selalu menyambung silaturrahmi dengan kerabat meskipun mereka memutuskan hubungan dan berprilaku jahat.

Keempat, selalu berkata yang benar meskipun pahit.

Kelima, tidak takut celaan orang lain dalam menjalankan perintah Allah.

Keenam, tidak meminta apapun kepada orang lain.

Ketujuh, senantiasa memperbanyak membaca kalimat ‘La hawla wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.’

Tentu tujuh wasiat ini bukan hanya ditujukan kepada Abu Dzar semata, tapi juga kepada kita sebagai umat Nabi Saw. Karena itu, kita patut untuk berusaha mengamalkan ketujuh wasiat ini dalam kehidupan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here