Trading Emas di Pasar Forex, Apakah Emasnya Merupakan Aset Fiktif?

0
69

BincangSyariah.Com – Setelah kita membahas mengenai trading forex yang berlaku atas mata uang asing, maka saat ini, kita akan coba masuk ke wilayah gold trading (trading emas).

Ada satu catatan dalam wilayah ini, yaitu emas yang hendak kita bahas kali ini adalah emas dalam rupa uang elektronik. Jadi, anda jangan berasumsi bahwa emas kali ini adalah emas dalam bentuk lempengan, atau bentuk fisik emas.

Sebagai suatu entitas berupa produk digital, maka yang umumnya ditanyakan oleh masyarakat pegiat fikih muamalah, adalah apakah emas dalam trading forex tersebut memiliki wujud fisik?

Pertanyaan ini merupakan sebuah kewajaran, sebab bagaimanapun juga, ketiadaan aset fisik, menandakan bahwa emas tersebut ada dalam rupa barang fiktif (ma’dum).

Setiap transaksi yang melibatkan barang/aset ma’dum (fiktif), maka transaksinya merupakan transaksi haram dan harus dibatalkan. Untuk itulah, maka penting sekali membuktikannya terlebih dulu keberadaan aset fisik tersebut.

Keberadaan Produk Emas di Pasar Forex

Perlu diketahui bahwa emas, dijualbelikan dalam pasar forex dalam rupa produk / komoditas mata uang (currency). Ia memiliki simbol nilai tukar sebagai XAU yang kedudukannya sama dengan USD, atau IDR, dan satuan mata uang lainnya.

Di pasar derivatif forex, biasanya emas ini dipasangkan dengan mata uang dolar (USD). Biasanya pemasangan tersebut disimbolkan dengan XAU/USD.

Perlu dicatat bahwa sifat pemasangan ini bukan berarti bahwa USD merupakan yang berjamin emas. Namun, pemasangan ini sama pengertiannya dengan ketika IDR (rupiah) dipasangkan dengan USD (dolar). Biasanya pemasangan ini disimbolkan dengan IDR/USD. Artinya, nilai tukar rupiah terhadap dolar. Alhasil, pemasangan XAU/USD, juga bisa diartikan sama, yaitu sebagai nilai tukar 1 ohns XAU terhadap USD.

Pembuktian Keberadaan Fisik Emas di Pasar Forex

Untuk membuktian keberadaan fisik emas di pasaran trading, kita bisa lakukan dengan mencermati beberapa pergerakan emas di pasar forex. Berikut ini sejumlah catatan penulis terkait dengan penelusuran lewat beberapa situs gold trading yang ada.

Hari ini (13/12/2020), tepatnya pukul 10.43 WIB atau pukul 03.14 UTC, nilai 1 Troy Ohn XAU terhadap dolar adalah setara dengan 1,839.14 USD. Lebih jelasnya, simak hasil tangkapan layar berikut ini!

Standart 1 Troy XAU adalah equivalen dengan 31.1034768 gram XAU (emas). Alhasil harga per gram emas dalam dolar, adalah setara dengan:

1,839.14 USD : 31.1034768 gram XAU = 59.1297240442 USD (dibulatkan menjadi 59.13 USD / gram).

Jika dikonversi menjadi rupiah, dengan kurs per 13 Desember 2020  saat ini, pukul 10.43 WIB, yaitu 1 USD setara dengan 14,110 IDR, maka harga 1 gram XAU, adalah setara dengan:

59.1297240442 USD x 14,110 IDR = 834,320.406264 IDR/gram XAU (dibulatkan 834,320 IDR / gram)

Untuk membuktikan apakah emas di atas merupakan yang standart dengan harga riel di pasar fisik, maka kita perlu melihat pergerakan emas di pasar fisik.

Berdasarkan hasil  penelusuran penulis diketahui bahwa harga emas fisik di pasar fisik, pada pukul 10.46 WIB, adalah sebesar 833.983 IDR/gram, equivalen dengan 1,839.44 troy ohns USD/gram. Selengkapnya simak hasil tangkapan layar berikut!

Alhasil, dengan mencermati kedua tabel fisik antara pasar forex dan pasar riel di atas, tampak bahwa harga emas antara kedua pasar itu tidak memiliki selisih yang besar.

Dengan demikian, fixed bahwasanya emas yang diperjualbelikan di pasar forex adalah setara / equivalen dengan emas yang ada di pasar fisik. Jadi, angka itu bukan merupakan aset / harta yang bersifat fiktif (ma’dum). Walhasil, kedudukan emas yang tercatat dalam bentuk angka-angka itu, merupakan yang bisa diperjualbelikan sebagai komoditas uang, seiring sahnya status sebagai harta.

Lantas, bagaimana dengan rincian hukum fikih jual beli emas tersebut? Pertanyaan ini tentu merupakan yang sangat penting mengingat emas adalah barang ribawi. Jika diperdagangkan di pasar forex, apakah bukan termasuk transaksi riba? Untuk jawabannya,  tunggu ulasan berikutnya di situs anda ini! Wallahu a’lam bi al-shawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here