Trading di Black Market dalam Islam

1
838

BincangSyariah.Com – Sesuai dengan namanya, Black Market (BM) adalah tempat yang menjual barang-barang gelap atau selundupan. Jenis barang yang dijual pun bermacam-macam, seperti notebook, laptop, handphone, onderdil motor, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, keberadaan BM bahkan sudah memasuki ranah online. Kita mungkin tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh BM, tetapi sebelum melakukan itu, ada beberapa hal di bawah ini terkait hukum jual-beli barang BM-an dalam pandangan Syariat.

Salah satu tipe barang yang marak dijual di BM adalah barang yang tidak melalui proses pengesahan dari Balai Uji Resmi Indonesia. Akibatnya, barang tersebut tidak memiliki sertifikat resmi dan masuk ke Indonesia tanpa membayar pajak resmi. Otomatis negara pun ikut mengalami kerugian.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa peraturan yang ditetapkan oleh pemerintahan yang sah adalah wajib dipatuhi oleh umat Islam. Allah Swt. berfirman dalam surah al-Nisa’ [4]: 59,

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِى الْأَمْرِ مِنْكُمْ  ۖ

“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”

Artinya, jual beli barang BM-an yang sejatinya adalah melanggar peraturan pemerintah (ulil amri) itu sama saja dengan melanggar perintah agama, sebab Allah Swt. memerintahkan kita untuk menaati pemerintah.

Meski hukumnya haram, namun tidak bisa kita pastikan bahwa transaksi jual-belinya adalah tidak sah dalam pandangan Fikih.

Dalam kajian fikih, kasus semacam ini mirip dengan berwudu menggunakan air hasil menggasab (ghasab). Menggunakan air hasil ghasab jelas haram, tapi wudunya tetap sah. Contoh lainnya adalah keharaman melakukan transaksi jual-beli saat azan salat Jumat telah dikumandangkan. Meski larangan melakukan jual-beli ini secara tegas diabadikan dalam Alquran, namun hukum transaksinya tetap sah. Bagaimana bisa demikian? Perhatikan penjelasan Jalaluddin Al-Mahalli di bawah ini,

Baca Juga :  Lendir Siput, Suci atau Najis?

فإن كان غير لازم له، كالوضوء بالماء المغصوب مثلا، وكالبيع وقت نداء الجمعة لم يدل على الفساد

“Apabila sebuah larangan agama tertuju pada faktor eksternal yang tidak melekat, seperti berwudu menggunakan air hasil menggasab dan berjual-beli pada saat (atau setelah) azan Jumat, maka larangan ini tidak mengarah pada hukum batal.” [Jalaluddin Al-Mahalli, Syarhul-Waraqat]

Dilanjutkan keterangan Zakariya Al-Anshari di bawah ini:

لرجوع النهي في الأول لإتلاف مال الغير تعديا، وفي الثاني بتفويت الجمعة وذلك يحصل لغير الوضوء والبيع، كما أنهما يحصلان بدونه فالمنهي عنه في الحقيقة ذلك الخارج

“Tidak batal karena larangan pada contoh yang pertama tertuju kepada keharaman menggunakan harta orang lain dengan ceroboh, sedangkan larangan pada contoh kedua tertuju pada keharaman potensi meninggalkan salat Jumat, di mana hal ini bisa terwujud dengan selain wudu dan jual-beli. Sebaliknya, wudu dan jual-beli juga bisa saja tercapai tanpa hal tersebut. Maka, pada hakikatnya yang terlarang adalah faktor eksternal tadi (bukan wudu/jual-belinya).” [Zakariya Al-Anshari, Ghayatul-Wushul]

Dari paparan ini, kita bisa memahami bahwa hukum jual-beli barang BM-an adalah sah asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. Sebab, keharamannya tidak tertuju khusus pada transaksi jual-belinya, melainkan tertuju pada faktor eksternal yang tidak melekat pada transaksinya, yakni ‘tidak menaati pemerintah’ yang sebetulnya bisa terwujud dalam kasus apa saja, tidak hanya pada masalah transaksi barang BM-an. Wallahu A’lam

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Forum kita ini adalah forum kajian. Itu berarti bahwa apa yang disampaikan oleh penulis dalam kesempatan singkat ini bisa diterima atau ditolak sesuai dengan bobot pengetahuan kita terhadap obyek yang sedang dibahas. Dalam hemat penulis, uang yang dibakar oleh para generasi milenial lewat perburuan reward dengan jalan mengakses aplikasi game online itu jauh lebih berbahaya dampaknya ke belakang dibanding melakukan trading. (Baca: Trading di Black Market dalam Islam) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here