Tips Menjadi Mukmin yang Bertauhid

0
197

BincangSyariah.Com – Surga adalah dambaan setiap Mukmin. Atau bahkan kita selalu memanjatkan doa agar dimudahkan menuju jalan surga dalam tiap waktu mustajabah. Karena untuk masuk surga tidak gratis, tiket menuju surga harus kita persiapkan selama hidup di dunia. dan menjadi Mukmin yang teladan adalah salah satu caranya.

Mukmin adalah orang yang memercayai keesaan Allah, meyakini kebenaran ajaran-Nya, dan menjamin adanya rasa aman sekaligus memiliki amanah dalam hidupnya sehingga ia menjadi orang yang tepercaya dan memiliki integritas tinggi. Syaikh Shalih Al Fauzan menyebutkan dalam Al Mulakhas fi Syarh Tauhid bahwa salah satu tanda dari seorang Mukmin adalah merasa takut ketika mengingat-Nya, sehingga yang terbesit adalah terus melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Rutinitas yang seperti itulah yang membuat seorang Mukmin tersebut menyerahkan urusannya dan bersandar hanya pada Allah semata. Dalam QS Al Anfal ayat 2 disebutkan:

 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.”

Untuk memeliki kehidupan yang benar, baik dan bahagia, kita perlu untuk memiliki ketergantungan dan kebutuhan spiritual untuk memohon hanya pada Allah. sebab itulah seorang Mukmin yang ideal merupakan perjalanan hidup yang perlu diperjuangkan dengan jalan keikhlasan, kesungguhan, dan konsistensi. Selain daripada itu, menjadi seorang Mukmin yang ideal juga perlu dibarengi dengan memurnikan dan mendeklarasikan kalimat tauhid dengan artian luas.

Mendeklarisikan kalimat tauhid di sini bukan berarti mengucapkan kalimat lailahaillah dengan nada yang keras, melainkan meyakini bahwa tauhid tersebut meliputi tauhid kesatuan tujuan hidup dan kesatuan sumber kebenaran dan pedoman hidup. Tauhid kesatuan tujuan hidup itu mengingatkan bahwa Allah menciptakan manusia agar menyembah-Nya dan bertakwa. Apa pun jalur garisnya, tentukan bahwa ada jalur tersebut bisa untuk menjadi ketetapan yang mendekatkan pada finish ketakwaan. QS Al Baqarah ayat 21 mengingatkan:

Baca Juga :  Mencintai Allah di Atas Segalanya

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa

Selain itu, tauhid juga meliputi kesatuan sumber kebenaran dan pedoman hidup. Mukmin yang ideal tentu mengetahui dan menjadikan apa-apa yang menjadi standard kebenaran dan pedoman hidup itu datangnya dari Allah.  Karena kebenaran adalah yang berasal dari Allah, berarti yang menjadi parameter kebenaran adalah yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Termaktub dalam QS Al Baqarah ayat 147:

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here