Tips Berpuasa Sehat Bagi Penderita Diabetes

0
180

BincangSyariah.Com –Tiap bulan Ramadan, kaum Muslimin akan menghadapi kewajiban puasa. Muslim yang wajib berpuasa adalah yang mukallaf, dalam artian sudah balig dan berakal, serta tiada hal-hal yang membuatnya mendapat keringanan untuk boleh tidak berpuasa.

Salah satu hal yang memperbolehkan Muslim membatalkan atau tidak berpuasa, adalah sakit. Dalam kitab Al Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhab asy Syafi’i, disebutkan ada dua hal yang memperbolehkan orang tidak berpuasa: pertama, orang yang bepergian jauh seharian dan telah mencapai batas kebolehan salat secara qasharkedua, orang sakit yang penyakitnya itu bisa membahayakan dirinya.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia. Artikel ini akan membincang persoalan penyakit Diabetes Mellitus, atau yang lumrah disebut penyakit kencing manis. Risiko yang menyertai penyakit ini perlu diketahui, karena jika tidak diantisipasi dapat membahayakan tubuh. Ketika risiko itu ada, maka kebolehan tidak puasa – seperti disebutkan di atas – menjadi penting diperhatikan.

Pasien dengan diabetes mellitus (selanjutnya akan disebut diabetes saja) adalah orang dengan gangguan pengelolaan gula darah dalam tubuh akibat gangguan sistem hormon dan metabolisme. Diabetes Mellitus ada beberapa tipe, dan Diabetes Mellitus tipe II adalah yang paling banyak diderita orang Indonesia.

Penyakit ini terdiagnosis dengan kriteria hasil pemeriksaan gula darah di atas rentang normal (disebut kondisi hiperglikemia), yang biasa diikuti keluhan seperti mudah lapar, mudah haus dan sering kencing. Bagi sebagian orang dikeluhkan juga ada penurunan berat badan cukup banyak yang tidak diketahui sebabnya.

Terkadang orang dengan kadar gula darah tinggi dan didiagnosis menderita diabetes mellitus tanpa komplikasi lain, kerap merasa tidak merasakan keluhan yang berarti bagi tubuhnya, terlebih jika sudah rutin konsumsi obat serta mengikuti program makan dan aktivitas yang disarankan dokter.

Baca Juga :  Zawiyah Arraudhah Kembali Mendatangkan Syekh dari Mesir

Beberapa orang dengan diabetes bisa tampak cukup bugar. Namun gangguan pengelolaan kadar gula darah pada penderita penyakit ini jika tidak diantisipasi bisa menimbulkan hal-hal yang membahayakan tubuh.

Puasa Ramadan adalah suatu kewajiban ritual keagamaan, dan banyak pasien Muslim penderita diabetes yang ingin tetap menunaikan kewajiban ini – terlebih ia tidak mempunyai keluhan penyakit yang signifikan. Keinginan berpuasa demikian mesti diikuti sikap berdisiplin dalam pengobatan dan pola makan agar risiko yang kerap mengiringi penyakit diabetes ini dapat dihindari. Apalagi saat momen puasa Ramadan terjadi perubahan pola makan dan aktivitas dalam jangka panjang.

Selengkapnya klik disini

Untuk pengetahuan tentang risiko penyakit, pengaturan terapi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pasien DM yang berpuasa, Anda bisa berkomunikasi dengan tenaga kesehatan terdekat dan membaca pedomannya di tautan berikut: Pedoman Penatalaksanaan DM Tipe II Indivividu Dewasa saat Puasa Ramadan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here