Tips Agar Tidak Iri dengan Profesi Orang Lain

0
566

BincangSyariah.Com – Allah Swt. telah menetapkan hambaNya dalam profesi-profesinya masing-masing, sehingga tidaklah sama nasib seorang dengan orang yang lain. Oleh karena itu, kita sebagai makhluk tidak boleh berkeluh kesah, iri, atau membanding-bandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Kita harus fokus pada diri kita sendiri, sehingga tidak memicu adanya keinginan untuk beralih ke profesinya orang lain.

ارادتك التجريد مع اقامة الله اياك في الاسباب من الشهوة الخفية وارادتك الاسباب مع اقامة الله اياك في التجريد انحطاط عن الهمة العلية

“Keinginanmu pada makam tajrid padahal Allah menempatkanmu di makam asbab itu termasuk syahwat yang samar, sedangkan keinginanmu pada makam asbab padahal Allah menempatkanmu di makam tajrid itu penurunan dari citra yang luhur”.

Kalam Ibnu Atthaillah dalam al-Hikam tersebut memberikan kesejukan dalam hati bagi pencinta perdamaian, untaian tersebut menjelaskan dua makam (profesi) yang diberikan oleh Allah kepada setiap individu.

Pertama, makam tajrid. Makam ini ialah makam di mana manusia dijauhkan untuk melaksanakan asbab (berinteraksi dengan manusia lain atau bekerja), karena memang posisi dan kondisi orang tersebut menuntut untuk meninggalkannya. Makam ini diberikan oleh Allah Swt. Kepada hamba-hamba pilihanNya.

Orang yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Dalam makam ini, lalu ia ingin menjalankan asbab (ganti profesi) dengan sesuka hati maka orang tersebut turun dari citra atau martabat yang luhur, suul adab (adab yang buruk), dan merupakan syahwat yang jelas, karena tajrid merupakan makam yang mulia, lalu mengapa ingin pindah ke profesi yang rendah.

Kedua, makam asbab, ialah makam di mana manusia berprofesi sebagaimana manusia pada umumnya, yakni beraktivitas guna mendapatkan suatu penghasilan, karena rezeki orang yang bermakam asbab ialah dengan jalan ikhtiar mereka. Dan jika Allah Swt. telah menetapkan kita di profesi ini, maka tidak baik jika kita berkeinginan untuk berpindah ke makam tajrid, karena hal tersebut merupakan suul adab dan syahwat atau keinginan yang samar, dikatakan syahwat yang samar, karena tidak menyesuaikan dirinya dan enggan untuk menerima apa yang telah ditetapkan Allah Swt. Dengan keinginan ingin lebih dekat, dan selalu beribadah menghadapNya.

Baca Juga :  Cara Jitu Mendapatkan Buah Takwa yang Sempurna

Yang dituntut oleh Allah Swt. kepada hambaNya ialah melaksanakan segenap perintahNya dan menjauhi laranganNya dengan memandang posisi dirinya sebagaimana yang telah ditetapkan olehNya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here