Tips agar Selalu Bersyukur pada Allah Swt

1
1154

BincangSyariah.Com – Tidak ada satu pun makhluk di dunia ini yang luput dari nikmat Allah Swt., apalagi manusia. Semenjak dilahirkan hingga dia wafat sejatinya selalu dalam ruang kenikmatan. Orang yang mengetahui cara muhasahab diri (evaluasi diri), maka pandangannya terhadap setiap persoalan yang dihadapi adalah nikmat.

Ini seperti terjadinya bencana, bertumpuknya masalah, sakit dan lainnya bagi dia adalah nikmat, karena dengan adanya persoalan hidup tersebut dapat membuatnya menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan selalu berusaha memperbaiki diri. Lalu bagaimana cara supaya seseorang selalu memiliki sikap agar selalu bersyukur kepada Allah?

Terdapat banyak ayat dalam Alquran yang menyebutkan tentang kewajiban bersyukur. Di antara adalah surat Ibrahim ayat 7 berikut:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Ancaman berupa azab yang sangat pedih terhadap orang yang tidak mau bersyukur dalam ayat di atas merupakan dalil kewajiban untuk selalu bersyukur atas karunia-Nya. Sekecil apapun nikmat yang kita dapatkan, maka seseorang berkewajiban untuk mensyukurinya.

Sekurang-kurangnya terdapat dua macam tips agar selalu bersyukur, yaitu dengan cara  bil lafzhi (dengan ucapan) dan bil fi’li (dengan perbuatan). Pertama, bersyukur dengan ucapan yaitu seseorang hendaknya mengucapkan kalimat “alhamdulillah” (segala puji hanya milik Allah) ketika mendapatkan kenikmatan berupa rezeki, umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan seterusnya.

Kedua, bersyukur dengan perbuatan yaitu seseorang hendaknya mempergunakan setiap kenikmatan yang didapatkan pada hal-hal yang diridhai oleh Allah. Seperti nikmat mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kaki untuk berjalan, seluruhnya dipergunakan pada hal-hal yang baik.

Baca Juga :  Sering Terlupakan, Inilah Tujuh Keistimewaan Bulan Sya’ban

Dalam sebuah hadis disebutkan.

أنظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Melalui hadis ini, jelas sekali bagaimana Rasulullah SAW. menuntun umatnya untuk senantiasa bersyukur, yaitu dengan melihat orang-orang yang ada di bawahnya, seperti yang sehat bersyukur karena melihat yang sakit, yang sakit bersyukur karena melihat masih ada yang sakitnya lebih parah darinya, yang sakitnya lebih parah bersyukur karena masih dapat hidup dan sakitnya bisa menjadi penghapus dosa baginya. Begitulah seterusnya.

Dalam masalah ini hendaknya seseorang tidak melihat kepada orang yang ada di atasnya berupa kedudukan, harta, jabatan dan lainnya, karena ia hanya akan menghantarkan orang tersebut kepada kekufuran dan kekejian. Syukuri, hayati dan nikmati pasti semua kan jadi berarti.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here