Tiga Wasiat Ulama Sufi Agar Hidup Disenangi Banyak Manusia

1
34

BincangSyariah.Com – Syekh Al-Imam Ahmad Ar-Rifa’i Al-Kabir dalam karyanya Halatu Ahli Al-Haqiqati Ma’allahi Ta’ala (juz, 1 hlm. 63) mengutip tiga wasiat ulama sufi, wasiat tersebut tercacat di berbagai kitab tasawuf. Di antaranya dikatakan bahwa ada tiga wasiat ulama sufi yang dikatakan kepada sebagian yang lain di dalam kitab-kitab mereka dengan kalimat tersebut.

Pertama,

وَمَنْ عَمِلَ لِآخِرَتِهِ كَفَاهُ اللَّهُ أَمْرَ دُنْيَاهُ

Barangsiapa yang beramal demi tujuan akhirat, Allah akan mencukupkan urusan dunianya.

Kedua,

مَنْ أَصْلَحَ سَرِيرَتَهُ أَصْلَحَ اللَّهُ عَلَانِيَتَهُ

Barangsiapa yang memperbaiki amalan batinnya, Allah pun akan memperbaiki amalan lahiriahnya.

Ketiga,

وَمَنْ أَصْلَحَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ أَصْلَحَ اللَّهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ

Barangsiapa yang memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.

Beramallah karena tujuan akhirat, jangan beramal  dengan tujuan dunia semata. Jika kamu fokus pada tujuan akhirat, Allah akan mudahkan urusan duniamu. Perbaikilah hatimu, dari berbagai penyakit hati, seperti, riya, ujub, dan hasud, maka engkau akan baik pula secara zahirmu. Dan juga perbaiki hubunganmu dengan Allah SWT, taati perintah dan jauhi larangan-Nya. Barangsiapa yang memperbaiki hubungan dia dengan Allah, Allah akan perbaiki hubungannya dengan manusia, dijadikan hati-hati manusia mencintainya.

Selanjutnya Imam Ar-Rifa’i Al-Kabir mengutip sebuah syair yang sangat bijak :

إذا السِرُّ والإعلانُ في المؤمنِ استوى #   رأى العِزَّ في الدارَينِ واستوجبَ الثنا

Apabila sama di dalam diri seorang Mukmin sesuatu yang tersembunyi dan yang nampak. Maka Dia pasti melihat kemuliaan di Dunia dan Akhirat dan wajib baginya mendapatkan pujian.

 وإن خافَ ألإعلان سراً فما له #   على فعله فضلٌ سوى الكدِّ والعنا

Dan ketika didepan dia baik, namun tidak sebaliknya maka tidak pantas mendapat derajat mulia kecuali kerja keras dan kepayahan.

من اعتزَّ بالمولى فذاك جليلُ  #   ومن رام عِزّاً مِن سواه ذليلُ

Barangsiapa menjadi  mulya dengan sebab Tuhannya (Allah), maka itulah kemulyaan (sebenarnya) dan barangsiapa menginginkan kemulyaan dari selain Allah , itulah kehinaan yang ( sebenarnya).

فلو أنَّ نفساً مُذْ براها مليكُها #   قضت وطراً في سجدةٍ لقليلُ

Sekiranya diri manusia sejak dibersihkan oleh Allah, maka dia mendapatkan keinginannya dalam sekali sujud adalah sedikit sekali.

Wallahu A’lam Bissawab.

Celengan Pemuda Tersesat
Celengan Pemuda Tersesat
100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here