Tiga Tips Menciptakan Rumahku Surgaku

0
760

BincangSyariah.Com – “Rumahku surgaku” merupakan salah satu ungkapan yang mengandung berjuta makna. Sebuah ungkapan yang menggambarkan suasana rumah yang nyaman, tentram, damai, dan penghuninta diliputi kebahagiaan. Sebuah kondisi yang jauh dari rasa resah dan gelisah. Apakah mungkin manusai bisa menciptakan rumah tangga yang situasi yang serba enak laksana surga itu?

“Rumahku surgaku” bisa mewakili sebuah keadaan para penghuni rumah yang dianugerahi sakinah mawaddah wa rahmah oleh Allah. Dimana ketenangan, kenyamanan, dan kehidupan keluarga yang dipenuhi cinta dan kasih sayang merupakan salah satu kekuasan-Nya yang harus diupayakan, tidak serta merta Allah turunkan untuk segenap pasangan di rumah tangga. Dalam QS Ar Rum ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang

Upaya untuk bisa menciptakan “rumahku surgaku” bisa dimulai dengan membenahi landasan pernikahan dengan iman dan Islam. Jika landasan awal sudah salah, maka tentu tidak akan bisa memiliki tameng manakala keluarga dihadang berbagai masala kesulitan. Namun jika iman dan Islam telah kokoh menjadi landasan utama pernikahannya, maka hadirlah keyakinan yang kuat pada kekuasaan Allah. dan Allah pun akan memberiakn ajlan keluar dari setiap permasalahnnya.

Selanjutnya adalah menetapkan visi dan misi yang sesuai dengan Islam. Dengan begitu para penghuni rumah tidak akan mengacu pada materi sebagai sandaran hidupnya. Justru nilai-nilai agama lebih mendominasi eksistensi rumah tangga dan memahami bahwa dunia hanyalah sebatas panggung sandiwara, bukan kehidupan yang kekal selamanya.

Baca Juga :  Bertabarruk dari Jubah Nabi Muhammad Saw.

Dan yang terakhir adalah pembagian peran dalam keluarga. Suami bisa menjadi pemimpin atas istri dan anak-anaknya. Suami yang bisa memberikan nafkah yang layak dan mempergauli istri dengan sebaik-baiknya. Istri juga bisa menaati suami dan bekerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan, sehingga mampu mangayomi keluarga dengan kasih sayangnya yang tulus dan ikhlas. Dengan suami dan istri yang seperti, maka anak-anak pun akan bisa menjadi cahaya mata karena ketaatan dan kesalehan orang taunya. Bahkan Rasulullah menilai kebaikan suami berdasarkan kebaikannya dalam memperlakukan istri dan keluarganya. Sebagaimana sabda Rasulullah:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku (HR at-Tirmidzi).

Tiga tips di atas bisa dijadikan acuan untuk bisa menciptakan “rumahku surgaku”. Sebuah cita-cita mulia yang untuk menciptakannya harus memenuhi prasyarat yang diperluakn serta menghiasi diri dengan karakter para penhuni surga. Jika demikian, maka penghuni rumahnya akan merasakan kenikmatan luar biasa layaknya sedang berada di surga akhirat kelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here